Untuk bumi yang lestari

Laporan Utama

  • April-Juni 2020

    Cuitan Seribu Burung Kolibri

    Lebih dari satu tahun mereka turun ke jalan menuntut perubahan sistem mengelola sumber daya alam. Terinspirasi oleh Greta Thunberg dari Swedia, mereka menyerukan dunia lebih peduli pada nasib bumi. Tidak hanya rajin berdemonstrasi, para remaja ini juga melobi para pengambil keputusan di pemerintahan dan parlemen. Mereka tidak gentar meskipun sering dicaci dan menjadi sasaran kekerasan fisik maupun virtual. Mengapa anak-anak muda yang hidup di negara rendah polusi lebih cemas dengan masa depan bumi akibat pemanasan global? Laporan dari jantung markas gerakan mereka di Belgia, Swiss, dan Swedia.

  • April-Juni 2020

    Berdemo di Negeri Greta Thunberg

    Pengalaman mengikuti demonstrasi iklim di Stockholm. Greta Thunberg jadi pahlawan di negerinya, yang rapi, yang peduli pada lingkungan.

  • Januari-Maret 2020

    Pemanasan Global di Kaki Everest

    Kenaikan suhu udara akibat pemanasan global membuat hamparan es di Himalaya menyusut. Batu-batu sebesar gunung menghangat akibat suhu naik rata-rata 0,09 derajat Celsius hingga 0,12 derajat Celsius per tahun di wilayah Khumbu dan Langtang. Gletser di ketinggian 5.000-6.000 meter dari permukaan laut menyusut dua kali luas Jakarta Pusat per tahun.

  • Januari-Maret 2020

    Jejak Karbon di Everest

    Kedatangan pendaki ke Everest dan naiknya penghuni sepanjang jalur ke sana membuat jumlah karbon di Himalaya naik.

  • Oktober-Desember 2019

    Perhutanan Sosial 4.0

    Perhutanan sosial memasuki fase ketiga: menjadi solusi konflik tenurial, meningkatkan taraf hidup petani di sekitar hutan, dan tercapai kelestarian ekologi. Prinsip dasarnya adalah mengubah orientasi pemberian akses terhadap hutan, dari paradigma bisnis kepada korporasi selama 1970-2000, menjadi orientasi kepada masyarakat yang secara empiris terbukti lebih mampu menjaga rimba secara berkelanjutan. Dengan targetnya seluas 13,8 juta hektare, perhutanan sosial masih tertatih-tatih sebagai andalan mengentaskan kemiskinan dan menumbuhkan ekonomi masyarakat kecil: hanya mengejar target realisasi pemberian izin, prinsip pelibatan masyarakat yang belum ajek, hingga lambatnya mesin birokrasi yang belum simultan mendorong tercapainya tiga tujuan itu.

  • Oktober-Desember 2019

    Otokritik Kemitraan Konservasi

    Kurang jelasnya aturan mengenai mitra konservasi juga bisa menjadi pemicu konflik. Padahal, kemitraan konservasi menjadi salah satu cara menyelesaikan konflik masyarakat di kawasan hutan.

  • Oktober-Desember 2019

    Atas Nama Keadilan Akses Terhadap Hutan

    Infografik: sebaran dan capaian perhutanan sosial 2019.

  • Oktober-Desember 2019

    Konflik Padam Setelah Izin Datang

    Masyarakat lima desa di Mesuji, Sumatera Selatan, tak lagi bersitegang setelah mendapat izin menggarap karet di kawasan hutan Inhutani III. Tak lagi curiga kepada pemerintah.

  • Oktober-Desember 2019

    Dari Pohon Turun ke Karbon

    Beberapa skema perhutanan sosial terbukti mengurangi emisi karena hutannya mampu menyerap emisi gas rumah kaca secara signifikan. Belum masif dikembangkan dalam perdagangan karbon.

  • Oktober-Desember 2019

    Agroforestri Sawit: Mungkinkah?

    Sebuah tawaran solusi menyelesaikan konflik lahan di kawasan hutan, terutama areal hutan yang ditanami sawit.

  • Oktober-Desember 2019

    Agroforestri Paling Cocok untuk Perhutanan Sosial

    Agroforestri telah dipraktikkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan, pakan ternak dan kayu bakar.  

  • Oktober-Desember 2019

    Jadi Petani Asyik Lagi

    Anak muda Garut kembali ke kampung menjadi petani. Lebih menjanjikan dibanding merantau.

  • Oktober-Desember 2019

    Dari Problem ke Terobosan

    Sejumlah problem perhutanan sosial sehingga realisasi pemberian akses kepada masyarakat mengelola hutan di sekitar tempat tinggalnya menjadi tersendat. Perlu beberapa terobosan yang lebih masif.

  • Oktober-Desember 2019

    Milenial dalam Perhutanan Sosial

    Perlu regenerasi baru petani hutan sehingga perhutanan sosial perlu menggandeng milenial. Rata-rata petani hutan berusia 57 tahun.

  • Oktober-Desember 2019

    Gairah Baru dari Bulukumba

    Pemerintah membuat cara baru meluaskan realisasi perhutanan sosial. Menggandeng kabupaten dan generasi milenial melakukan pendampingan petani hutan.

  • Oktober-Desember 2019

    Rona Kuning di Jalan Nanjing

    Cina menerapkan perhutanan sosial sejak Revolusi 1949. Perencanaannya detail.

  • Oktober-Desember 2019

    Tiga Tahap Wana Lestari

    Hutan sosial bisa sukses jika setiap komponen bekerja bersama. Juga kesadaran masyarakat akan fungsi hutan bagi hidup mereka. Cerita dari kelompok Wana Lestari di Lampung Barat.

  • Oktober-Desember 2019

    Gambut yang Belum Bersambut

    Belum banyak perhutanan sosial di kawasan gambut. Pemerintah baru menerbitkan aturannya.

  • Oktober-Desember 2019

    Hutan Sosial yang Ideal

    Enam syarat mencapai perhutanan sosial yang ideal. Setelah urusan legalitas selesai.

  • Oktober-Desember 2019

    Perhutanan Sosial Harus Dikeroyok

    Wawancara dengan Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bambang Supriyanto.

  • Oktober-Desember 2019

    Segunung Utang Janji Jokowi

    Meski sudah ada peraturan daerah dan/atau surat keputusan kepala daerah, toh kelembagaan pusat masih merasa perlu untuk melakukan verifikasi ulang. Akibatnya jelas: terhambatnya laju pengakuan hak masyarakat adat dan pemborosan.

  • Oktober-Desember 2019

    Solusi Konflik Sawit Rakyat di Kawasan Hutan

    Momentum Inpres Moratorium Sawit, perhutanan sosial dan reforma agraria sangat layak dimanfaatkan sebagai upaya penyelesaian penguasaan lahan oleh perkebunan sawit rakyat dalam kawasan hutan.

  • Oktober-Desember 2019

    Kemitraan Konservasi dalam Kontroversi

    Tantangan besar terkait dengan tuntutan reforma agraria di kawasan konservasi adalah ketentuan tentang pola penyelesaian permasalaham penguasaan lahan di kawasan yang ditunjuk  sebagai kawasan hutan dengan fungsi konservasi melalui resletement.

  • Oktober-Desember 2019

    Alam Terkembang di Ranah Minang

    Dukungan pemerintah daerah amat vital dalam kesuksesan sebuah hutan sosial. Bisa ditiru provinsi lain.

  • Oktober-Desember 2019

    Masa Depan Perhutanan Sosial

    Memasuki periode 2020-2024, perhutanan sosial sudah mesti menaruh porsi pada kualitas dan outcome yakni pemberdayaan serta menjadi mekanisme penyelesaian konflik yang efektif.

  • Juli-September 2019

    Insaf yang Hampir Terlambat

    Pengelolaan hutan yang mengandalkan sepenuhnya pada komoditas kayu, setelah Indonesia merdeka, menghasilkan deforestasi dan degradasi lahan yang akut dan membuat planet bumi kian memanas. Pertumbuhan penduduk dan tuntutan kebutuhan ekonomi menambah derita hutan tropis Indonesia. Setelah 34 juta hektare tutupan hutan hilang, setelah 49% habitat endemis lenyap, kini ada upaya memulihkan hutan kembali lewat restorasi ekosistem: paradigma yang tak lagi melihat hutan semata tegakan pohon. Restorasi seperti cuci dosa masa lalu, cuci piring kotor sebelum kenyang, insaf yang hampir terlambat. Setelah satu dekade, restorasi masih merangkak dengan pelbagai problem. Aturan-aturan main belum siap, regulasi masih tumpang tindih, organ-organ birokrasi di tingkat tapak belum sepenuhnya berjalan.

  • Juli-September 2019

    Usaha Restorasi Belum Stabil Setelah Satu Dekade

    Usaha restorasi ekosistem setelah lebih dari satu dekade.

  • Juli-September 2019

    Hablumminalam di Kalimantan

    Untuk bisa menjaga gambut agar menyerap karbon banyak, pertama-tama bekerja sama dengan masyarakat. Sebab ancaman utama gambut adalah kebakaran.

  • Juli-September 2019

    Keanekaragaman Hayati di Hutan Restorasi

    Restorasi menjadi usaha memulihkan keanekaragaman hayati kawasan hutan produksi yang rusak. Terbukti secara empirik.

  • Juli-September 2019

    Tenggiling di Ekosistem Riau

    Ekosistem Riau memiliki sumber daya mencengangkan. Belum banyak penelitian mengenai keanekaragaman hayati, khususnya di ekosistem hutan gambut ini.

  • Juli-September 2019

    Inovasi dan Penguatan Kebijakan Restorasi Ekosistem

    Dalam kondisi kapasitas pemerintah pusat dan daerah belum cukup menjalankan pengelolaan hutan secara nasional, pelaku restorasi ekosistem hutan diharapkan bisa mengisi lemahnya kapasitas pengelolaan tersebut.

  • Juli-September 2019

    Restorasi Ekosistem Sampai di Mana?

    Kebijakan restorasi saat ini sudah mendekati filosofi dan menjadi pedoman pemerintah dan pemegang izin dalam implementasi di lapangan.

  • Juli-September 2019

    Pemulihan Jasa Ekosistem

    Studi di hutan pegunungan Jawa Barat telah menyingkap fakta ilmiah begitu pentingnya ekosistem hutan dalam mempertahankan, meningkatkan dan memulihkan kesehatan manusia.

  • April-Juni 2019

    Citarum Belum Harum

    Banyak program memperbaiki sungai Citarum, sungai terpanjang di Jawa Barat, yang dijuluki sungai terkotor di kolong langit. Tiap gubernur punya program sendiri dengan anggaran tak sedikit. Ada Citarum Bergetar, Citarum Lestari, Citarum Bestari. Semuanya gagal. Kini muncul Citarum Harum. Kali ini perbaikan lebih masif dan bergaung karena kebijakannya langsung di tangan presiden. Tahun pertama Citarum Harum perbaikan sungai yang berakhir di Muara Gembong Bekasi ini belum terlalu signifikan, tapi menjanjikan. Salah satunya karena vetiver tanaman penyerap limbah beracun. Perlu pola pikir menyeluruh di semua lapisan masyarakat.

  • April-Juni 2019

    Perang Melawan Kerusakan Citarum

    Perbaikan Citarum dari hulu ke hilir. Butuh komitmen kuat agar vetiver kian perkasa menyerap limbah.

  • April-Juni 2019

    Menengok Mastaka Citarum

    Situ Cisanti, kilometer 0 sungai Citarum, kini bersih dari sampah dan eceng gondok berkat vetiver. Tujuh mata air mengalir deras.

  • April-Juni 2019

    Nyi Santi dari Bumi Pohaci

    Irma Hutabarat menekuni vetiver untuk menyelamatkan sungai yang porak poranda. Citarum membuatnya jatuh cinta.

  • April-Juni 2019

    Citarum, oh, Citarum

    Citarum dalam angka. Untung ada vetiver.

  • April-Juni 2019

    Merusak Lingkungan Belum Jadi Pidana

    Wawancara dengan Taruna Jaya, Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Citarum-Ciliwung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

  • April-Juni 2019

    Mengatasi Tuna Daya Mengelola Citarum

    Petani di bagian hulu DAS Citarum perlu didorong dalam konteks transformasi komoditas yang lebih menguntungkan secara finansial, yaitu mengganti tanaman hortikultura menjadi kopi dan pohon buah.

  • April-Juni 2019

    Perhutanan Sosial untuk Perbaikan Hulu Sungai

    Perhutanan sosial merupakan sistem pengelolaan hutan lestari sehingga program ini dapat mendukung pemulihan kondisi DAS Citarum melalui pelaksanaan perhutanan sosial di Wilayah Kerja Perum Perhutani di Provinsi Jawa Barat.

  • April-Juni 2019

    Sungai Itu Seperti Tubuh Kita

    Jika wilayah DAS terbagi ke dalam wilayah hulu (atas), tengah dan hilir (bawah), maka tubuh manusia pun terdiri dari bagian atas, tengah dan bawah.

  • April-Juni 2019

    Solusi untuk Citarum

    Slogan mempertahankan Citarum bebas limbah dan kotoran wajib dilaksanakan mulai dari setiap RT, RW, desa dan kecamatan yang berinteraksi dengan Citarum. Bentuk forum Kiai Peduli Citarum.

  • Januari-Maret 2019

    Bumi yang Memanas

    Perubahan iklim nyata di depan mata. Badai, curah hujan yang berubah, banjir, suhu air laut yang menghangat, salju yang ekstrem, adalah sederet bukti semesta sedang berubah. Penyebabnya adalah manusia, dengan segala aktivitas dan keserakahannya. Negara-negara maju dan berkembang berembuk membuat prakarsa dan tindakan untuk menyelamatkan bumi yang bergolak, tapi semuanya tergantung tindak-tanduk tiap individu. Ikhtiar-ikhtiar kecil akan mengurangi kerusakan bumi kian parah.

  • Januari-Maret 2019

    Negosiasi Alot di Katowice

    Para negosiator perubahan iklim berembuk di Polandia. Tarik menarik kepentingan negara maju dan berkembang.

  • Januari-Maret 2019

    Perubahan Iklim di Sekitar Kita

    Pemanasan suhu bumi secara global mengubah arah angin dan curah hujan. Sudah terjadi pada hidup kita sehari-hari.

  • Januari-Maret 2019

    Lima Agenda Membangun Desa Peduli Iklim Dunia

    Pembangunan desa bisa menjadi titik tolak pencegahan bencana. Juga pengendalian iklim dunia akibat pemanasan global.

  • Januari-Maret 2019

    Kapasitas Mitigasi Pemanasan Global

    Kesepakatan Paris belum menjamin pencapaian target pengendalian perubahan iklim global. Mitigasi dan adaptasi menjadi isu serius dan mendesak.

  • Januari-Maret 2019

    Hidup Tanpa Plastik

    Beberapa kota menerapkan larangan kantong plastik bagi peritel modern. Industri mengikuti.

  • Januari-Maret 2019

    Insentif Hutan untuk Menyerap Emisi Karbon

    Tiga upaya memaksimalkan hutan tumbuh secara alami untuk menyerap emisi karbon dan gas rumah kaca. Sudah berada di jalan yang benar.

  • Januari-Maret 2019

    Pendanaan untuk Menurunkan Efek Gas Rumah Kaca

    Pendanaan untuk mengurangi dampak pemanasan global sebagai kepanjangan negosiasi di Paris dan Polandia. Perlu kerja sama yang kuat antar negara maju dan berkembang.

  • Januari-Maret 2019

    Solusi Menangani Perubahan Iklim

    Kerjasama global menjadi tulang punggung keberhasilan mencegah perubahan iklim. Tak kalah penting peran individu sejak dari rumah.

  • Januari-Maret 2019

    Insentif Mengurangi Emisi Berbasis Kinerja

    Pemerintah menyiapkan insentif pelaksanaan pengurangan emisi berbasis kinerja. Perlu aturan dan skema turunan yang lebih teknis.

  • Januari-Maret 2019

    Sekolah-Sekolah Peduli Lingkungan

    Sekolah adalah satu tiang utama merawat lingkungan, ketika anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu di lembaga pendidikan ini setiap hari. Sekolah juga yang membentuk pola pikir mereka terhadap apa saja.

  • Januari-Maret 2019

    Nyamuk pun Tak Bersarang di Ciasin

    Desa Bendungan di Bogor menjadi desa ramah lingkungan berkat kesadaran penduduknya mencegah sampah masuk sungai. Setelah sungai bersih mereka membendung dan menanaminya dengan ikan. Menguntungkan secara ekonomi bagi keluarga.

  • Oktober-Desember 2018

    Ironi Rumah Orang Tua

    Hutan Indonesia seperti rumah. Satwa yang menghuninya ibarat orang tua. Kini rumah itu menuju kekosongan karena penghuninya tak lagi hidup di dalamnya. Mereka punah atau terdesak oleh kebutuhan dan nafsu mamalia lain yang bisa berpikir untuk berkembang biak: manusia. Perlu perubahan paradigma menyelamatkan agar rumah orang tua itu tak jadi suwung.

  • Oktober-Desember 2018

    Nasib Burung dalam Tangkar

    Pegiat konservasi dan pehobi burung kicau berdebat soal perlindungan lima jenis burung. Nilai bisnisnya sangat besar.

  • Oktober-Desember 2018

    Satwa Kita dalam Angka

    Jumlahnya kian memprihatinkan.

  • Oktober-Desember 2018

    Derita Satwa Nusa Tenggara

    Satwa endemik Nusa Tenggara Timur kian tergerus karena habitatnya yang hancur. Perlu dikelola dengan paradigma konservasi.

  • Oktober-Desember 2018

    Melindungi Satwa, Melindungi Mama Kita

    Bagi masyarakat Papua melindungi alam seperti menjaga ibu mereka sendiri. Satwa adalah bagian dari mama yang sakral.

  • Oktober-Desember 2018

    Melestarikan Burung Secara Liar

    Biarkan burung-burung hidup dan berkeliaran di alam bebas. Menikmati suara cantik mereka lebih indah di alam liar ketimbang terkurung di sangkar.

  • Oktober-Desember 2018

    Pemanfaatan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar

    Ada banyak ragam pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar.

  • Oktober-Desember 2018

    Tantangan Konservasi Orangutan

    Penelitian dan pemanfaatan orangutan dan habitatnya merupakan tantangan tersendiri selain masih rendahnya minat mahasiswa Indonesia meneliti orangutan. Pendanaan merupakan tantangan lain yang tak kalah krusial.

  • Oktober-Desember 2018

    Strategi Mengurangi Konflik Harimau dan Manusia

    Deforestasi adalah akar utama konflik manusia dengan harimau. Setidaknya sekitar 7,54 juta hektare lahan hutan primer di Sumatra hilang selama 1990-2010 atau sekitar 0,38 juta hektar per tahun.

  • Oktober-Desember 2018

    Ekowisata Gajah Danau Toba

    Gajah jinak yang menjadi obyek wisata di KHDTK Aek Nauli merupakan hasil domestikasi dari gajah tangkapan yang dijinakkan, dilatih, dan dikembangbiakkan (ditangkarkan).

  • Oktober-Desember 2018

    Kolaborasi Mengonservasi Orangutan Tapanuli

    Adanya Forum Bersama juga diharapkan dapat  mengurangi beban pembiayaan yang semula hanya ditanggung oleh pemerintah menjadi tanggungjawab multi pihak. Oleh karena pelaksanaan konservasi merupakan kewajiban para pihak.

  • November-Januari 2017

    Kayu yang Kalah Bersaing

    Perhutanan sosial di Konawe berhenti justru ketika dimandirikan. Perlu lebih profesional dan dukungan pemerintah.

  • Mei-Juli 2017

    Kayu Putih untuk Lahan Marjinal

    Kayu putih bisa tumbuh di mana saja, di tanah subur maupun miskin hara. Cocok untuk rehabilitasi dan reklamasi bekas tambang dengan pertumbuhan lebih bagus. Nilai bisnisnya juga besar.

  • Mei-Juli 2017

    Potensi Minyak Atsiri di Luar Negeri

    Terdapat puluhan jenis tanaman atsiri yang bisa dibudidayakan di Indonesia dan memiliki besaran pasar yang signifikan baik dalam maupun luar negeri. Sebagian besar tanaman atsiri tersebut bisa digolongkan sebagai HHBK.

  • Mei-Juli 2017

    Prospek Hasil Hutan Bukan Kayu

    Indonesia memiliki hasil hutan bukan kayu yang melimpah sehingga punya prospek cerah karena minat pasar internasional naik signifikan. Setelah pembangunan berorientasi kayu, saatnya menengok selain pohon.

  • Juli-September 2018

    Fahutan yang Asyik

    "Bagaimana rasanya menjadi alumni mahasiswa Kehutanan?"

  • Juli-September 2018

    Langkah 49 Tanpa Getar

    Bina Corps Rimbawan 2013 tak seseram yang dibayangkan. Seru-seruan lomba make-up.

  • Juli-September 2018

    Berbagi Bolu Hingga Botak Lucu

    Cerita angkatan 48 soal masa orientasi.

  • Juli-September 2018

    ASIK Sebagai Kepribadian

     Tak ada cerita. Ini pendapat angkatan 46 atas yal-yel ASIK yang kita kenal.

  • Juli-September 2018

    Kegantengan Naik 100% Setelah BCR

    Menjadi senior itu ternyata susah. Bangga setelah lulus masa orientasi.

  • Juli-September 2018

    Angkatan "Pemberontak" dan Kritis

    “Ada cinta yang silang sengkarut. Subsidi silang antar mahasiswa agar bisa bertahan kuliah. E44 adalah sekelumit kisah panjang tentang cinta, kesetiakawanan dan tenggang rasa, kesahajaan, dan kebebasan”.

  • Juli-September 2018

    Budak Bageur Tukang Nongkrong

    Transisi kuliah ke kurikulum baru mayor-minor. Banyak mata kuliah yang belum diambil sudah hilang dan ikut kuliah penyetaraan.

  • Juli-September 2018

    Generasi Milenial Fahutan

    Angkatan yang masuk ketika abad berganti. Kuliah memakai telepon seluler.

  • Juli-September 2018

    Cerita di Era Reformasi

    Angkatan 34 ini kuliah ketika ekonomi sedang sulit. Saksi sejarah tumbangnya rezim Soeharto.

  • Juli-September 2018

    Antara Cijulang dan Nusakambangan

    Angkatan 33 mempersembahkan tulisan ini untuk mengenang Dani dan Heri, teman terbaik yang kami sayangi.

  • Juli-September 2018

    Ragam Cerita Para Gondewa

    Kisah angkatan 32. Punya panggilan sayang untuk dosen Tatang Tiryana.

  • Juli-September 2018

    Bajiguran: Don't Crack Under Pressure

    Bajiguran angkatan 31 menjadi pengalaman paling mengesankan. Mengamalkan nilai-nilai Ospek dalam acara penutupan masa orientasi.

  • Juli-September 2018

    Cinta yang Tak Terceritakan

    Angkatan 30 ini membebaskan teman di “penjara” sampai gerakan sosial membantu sesama.

  • Juli-September 2018

    Warna-Warna Puber Kedua

    Angkatan ini sedang berada dalam puncak karier memimpin organisasi tempat mereka bekerja. Selalu serius.

  • Juli-September 2018

    Tersesat di Jalan yang Benar

    Beberapa catatan kenangan kuliah di Fahutan. Kreativitas tak berbatas: dari catatan kuliah hingga mendirikan radio gelap.

  • Juli-September 2018

    Piknik Bersama Lagi Setelah 25 Tahun

    Angkatan 27 punya slogan P4: Pahutan Pamili Poreper Paham. Hobi piknik bareng sejak kuliah.

  • Juli-September 2018

    Seperti Kondom, Kami Saling Melindungi

    Angkatan 25, angkatan pertama yang bergelar S.Hut karena Ir dihapuskan. Jumlah laki-laki dan perempuan nyaris sama.

  • Juli-September 2018

    Kenangan Lama di Dramaga Plaza

    Angkatan ini punya prinsip: jika tak dilarang, lakukanlah.

  • Juli-September 2018

    Fahutan Bikin Saya Hobi Naik Gunung

    Acap praktik di hutan membuat keterusan jadi hobi. Kompak sampai kawinan. Kisah angkatan 17.

  • Juli-September 2018

    Gemuruh Angkatan 1980

    Inisiator pendirian Himpunan Mahasiswa Hasil Hutan yang memelopori pendirian rumah limbah.

  • Juli-September 2018

    Rimbawan 79 dan Osma

    Rimbawan 79 berbicara tentang perploncoan, hikmahnya, dan relevansinya dengan kondisi saat ini.

  • Juli-September 2018

    Selamat dari Sergapan Maling

    Pengalaman tinggal di asrama putri Dramaga dari angkatan 13. Dikunci di dalam kamar oleh senior dan disantroni maling.

  • Juli-September 2018

    Transisi Sarjana dari Enam ke Empat Tahun

    Cerita angkatan 11 ketika Fakultas Kehutanan menjadi fakultas favorit ketiga pertengahan 1970-an. Banyak yang nilainya A, alias alhamdulillah lulus.

  • Juli-September 2018

    Mimpi-Mimpi Menjadi Sarjana Kehutanan

    Kuliah dan ospek telah menempa mereka menjadi rimbawan. Persaudaraan dan kedekatan tak menjadi alas mengejar karier setelah lulus.

  • Juli-September 2018

    Shinting Tapi Romantis

    Angkatan 7 ini menjadi inisiator pendirian Forest Management Student Club. Tingkat persiapan seperti “the killing field”.

  • Juli-September 2018

    Angkatan Miskin Wanita

    Hanya ada tiga perempuan di angkatan ini. Sebanyak 70 persen “lulus dipercepat”.

  • Juli-September 2018

    Lahir di Tahun Politik

    Angkatan ini menjadi mahasiswa ketika politik sedang memanas menjelang pergantian rezim Orde Lama ke Orde Baru. Kompak dengan kejahilan-kejahilan tak terperi.

  • Juli-September 2018

    Angkatan Pra-Rimbawan

    Menjadi panitia Ospek dua fakultas selain mahasiswa Kehutanan. Karena kekurangan air di asrama banyak yang terkena “kupret”.

  • Juli-September 2018

    Kompak Seperti Suara Ompreng

    Angkatan pertama Fakultas Kehutanan atau E-1 ini menjadi mahasiswa perintis Fakultas Kehutanan IPB. Kenakalan-kenakalan filosofis.

  • Juli-September 2018

    Belajar Kepada Dosen Belanda

    Mereka mahasiswa angkatan minus 15 hingga minus 1, sebelum IPB berdiri. Sudah ada plonco untuk pembinaan korps.