Untuk bumi yang lestari

Laporan Utama

  • Juli-September 2020

    Corona dan Ulah Kita

    Pandemi global virus corona telah menewaskan hampir 500.000 orang per 23 Juni 2020. Jumlah orang yang terinfeksi mencapai 9,3 juta. Angka ini sepertinya akan terus bertambah di tengah pelonggaran karantina wilayah untuk menyelamatkan ekonomi. Mahluk renik mahakecil itu telah membuat kita insaf agar lebih menyayangi bumi, peduli pada beban planet ini, yang terpanggang oleh naiknya suhu dan emisi. Virus-virus makin sering muncul karena mereka kehilangan inang di tubuh satwa liar yang habitatnya dibabat, ruangnya diokupasi, bahkan diburu dan dikonsumsi. Untuk kebutuhan, keinginan, dan keserakahan kita.

  • Juli-September 2020

    Flu Spanyol yang Ganas

    Pandemi virus flu paling ganas yang pernah melanda dunia pada 1918. Menyerang dalam tiga gelombang, jumlah orang terinfeksi diperkirakan mencapai 500 juta dengan kematian 50 juta orang.

  • Juli-September 2020

    Pabrik Virus dari Gua

    Kelelawar jadi sumber virus mematikan karena inang paling nyaman. Virus berpindah kepada manusia karena habitatnya menurun akibat pemanasan global.

  • Juli-September 2020

    Dari Masker Hingga Wisata Virtual

    Banyak cara yang dilakukan para rimbawan di masa pandemi. Selain tetap bekerja dengan protokol kesehatan yang ketat, mereka membantu masyarakat memperkuat ketahanan pangan.

  • Juli-September 2020

    Teladan Masyarakat Adat Mencegah Wabah

    Masyarakat adat Tebat Benawa di Sumatera Selatan mempraktikkan kearifan lokal yang berabad-abad menjadi bagian hidup mereka untuk mencegah wabah virus corona. Kendati tak ada hukum positif mereka patuh pada aturan pembatasan interaksi sosial dan menyiapkan ketahanan pangan.

  • Juli-September 2020

    Dunia Setelah Pandemi Covid-19

    Virus-virus baru muncul seiring kenaikan emisi karbon akibat pembakaran energi fosil setelah Revolusi Industri. Dunia setelah virus corona akan bertambah pekat.

  • Juli-September 2020

    Normal Baru dalam Paradigma Lingkungan

    Setelah pandemi kita akan memasuki kebiasaan baru untuk mencegah pandemi muncul kembali. Harus dimulai dari paradigma mengelola lingkungan.

  • Juli-September 2020

    Korupsi Keragaman Hayati

    Dampak penebangan liar yang paling merugikan, yang biasanya tidak dipertimbangkan, adalah mengubah iklim mikro dan meningkatkan jumlah bahan yang mudah terbakar.

  • Oktober-Desember 2020

    Karbon Kita Siapa Punya

    Pemerintah tengah menyusun rancangan Peraturan Presiden tentang nilai ekonomi karbon untuk pencapaian kontribusi yang ditetapkan secara nasional. Ekonomi karbon adalah satu cara mengurangi emisi yang hendak diturunkan sebanyak 41% pada 2030 atau 1,081 Giga ton merujuk emisi 2010. Jika nilai karbon Indonesia sebesar US$ 5 per ton setara CO2, pengurangan emisi itu bernilai US$ 5,4 miliar atau Rp 75,7 triliun. Di pasar global nilai karbon setara Rp 3.871 triliun jika merujuk pada pelepasan emisi pada 2018 sebanyak 55,3 Giga ton. Di luar soal nilainya, perdagangan karbon sebuah cara menjanjikan manajemen lingkungan lestari, untuk mencegah ancaman serius pemanasan global. Akan adilkah skema dan aturannya? Terutama mendorong agar Indonesia nol emisi suatu hari nanti.

  • Oktober-Desember 2020

    Cara Menghitung Karbon

    Cara menghitung emisi dalam perdagangan karbon.

  • Oktober-Desember 2020

    Skema Pasar Karbon

    Dua skema perdagangan karbon: wajib dan sukarela. Dari dua skema ini diturunkan lagi menjadi banyak jenisnya.

  • Oktober-Desember 2020

    Cara Mereka Memotong Emisi

    Teladan perdagangan karbon di banyak negara yang telah lebih dulu menerapkannya. Ekonomi maju emisi terkendali.

  • Oktober-Desember 2020

    Harga Udara Bujang Raba

    Lima desa di sekitar hutan lindung Bujang Raba, Jambi, menjadi pelopor penjualan karbon secara sukarela. Karbon menjadi tambahan hasil hutan bukan kayu.

  • Oktober-Desember 2020

    Dari Pembiayaan Hutan ke Pengelola Lingkungan

    Lembaga pembiayaan pembangunan hutan dilebur ke lembaga baru pengelola dana lingkungan hidup. Punya kewenangan lebih luas mengelola dana bergulir.

  • Oktober-Desember 2020

    Tunda Tebang Bisnis Berkembang

    Konsepnya sederhana: masyarakat diminta tak menebang pohon selama masa kredit. Nilai pinjamannya 80% dari nilai pohon yang dihitung oleh petugas BLU saat verifikasi sesuai memeriksa proposal pinjaman masyarakat yang berhimpun dalam kelompok tani.

  • Oktober-Desember 2020

    Karbon Itu Hak Negara

    Wawancara dengan Ruandha Agung Sugardiman, Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

  • Oktober-Desember 2020

    Biaya Mencegah Gelas Pecah

    Pembiayaan mitigasi perubahan iklim melalui perdagangan karbon domestik menjadi satu opsi. Perlu dilengkapi dengan instrumen yang tepat agar tercipta pasar yang kompetitif dan efisien.

  • Oktober-Desember 2020

    Masa Depan Manajemen Hutan

    Krisis iklim harus menjadi berkah dalam arti melahirkan inovasi-inovasi baru agar planet bumi dan spesies manusia terjaga. Perdagangan karbon salah satu cara menyelamatkan masa depan kita.

  • Oktober-Desember 2020

    Implementasi Pembangunan Rendah Karbon

    Salah satu agenda pembangunan dalam RPJMN 2020-2024 yang hampir kita lupa adalah ketahanan terhadap perubahan iklim. Salah satu bagian penting yang menjadi pokok pembangunan ini adalah pembangunan rendah karbon.

  • April-Juni 2020

    Cuitan Seribu Burung Kolibri

    Lebih dari satu tahun mereka turun ke jalan menuntut perubahan sistem mengelola sumber daya alam. Terinspirasi oleh Greta Thunberg dari Swedia, mereka menyerukan dunia lebih peduli pada nasib bumi. Tidak hanya rajin berdemonstrasi, para remaja ini juga melobi para pengambil keputusan di pemerintahan dan parlemen. Mereka tidak gentar meskipun sering dicaci dan menjadi sasaran kekerasan fisik maupun virtual. Mengapa anak-anak muda yang hidup di negara rendah polusi lebih cemas dengan masa depan bumi akibat pemanasan global? Laporan dari jantung markas gerakan mereka di Belgia, Swiss, dan Swedia.

  • April-Juni 2020

    Berdemo di Negeri Greta Thunberg

    Pengalaman mengikuti demonstrasi iklim di Stockholm. Greta Thunberg jadi pahlawan di negerinya, yang rapi, yang peduli pada lingkungan.

  • Januari-Maret 2020

    Pemanasan Global di Kaki Everest

    Kenaikan suhu udara akibat pemanasan global membuat hamparan es di Himalaya menyusut. Batu-batu sebesar gunung menghangat akibat suhu naik rata-rata 0,09 derajat Celsius hingga 0,12 derajat Celsius per tahun di wilayah Khumbu dan Langtang. Gletser di ketinggian 5.000-6.000 meter dari permukaan laut menyusut dua kali luas Jakarta Pusat per tahun.

  • Januari-Maret 2020

    Jejak Karbon di Everest

    Kedatangan pendaki ke Everest dan naiknya penghuni sepanjang jalur ke sana membuat jumlah karbon di Himalaya naik.

  • Oktober-Desember 2019

    Perhutanan Sosial 4.0

    Perhutanan sosial memasuki fase ketiga: menjadi solusi konflik tenurial, meningkatkan taraf hidup petani di sekitar hutan, dan tercapai kelestarian ekologi. Prinsip dasarnya adalah mengubah orientasi pemberian akses terhadap hutan, dari paradigma bisnis kepada korporasi selama 1970-2000, menjadi orientasi kepada masyarakat yang secara empiris terbukti lebih mampu menjaga rimba secara berkelanjutan. Dengan targetnya seluas 13,8 juta hektare, perhutanan sosial masih tertatih-tatih sebagai andalan mengentaskan kemiskinan dan menumbuhkan ekonomi masyarakat kecil: hanya mengejar target realisasi pemberian izin, prinsip pelibatan masyarakat yang belum ajek, hingga lambatnya mesin birokrasi yang belum simultan mendorong tercapainya tiga tujuan itu.

  • Oktober-Desember 2019

    Otokritik Kemitraan Konservasi

    Kurang jelasnya aturan mengenai mitra konservasi juga bisa menjadi pemicu konflik. Padahal, kemitraan konservasi menjadi salah satu cara menyelesaikan konflik masyarakat di kawasan hutan.

  • Oktober-Desember 2019

    Atas Nama Keadilan Akses Terhadap Hutan

    Infografik: sebaran dan capaian perhutanan sosial 2019.

  • Oktober-Desember 2019

    Konflik Padam Setelah Izin Datang

    Masyarakat lima desa di Mesuji, Sumatera Selatan, tak lagi bersitegang setelah mendapat izin menggarap karet di kawasan hutan Inhutani III. Tak lagi curiga kepada pemerintah.

  • Oktober-Desember 2019

    Dari Pohon Turun ke Karbon

    Beberapa skema perhutanan sosial terbukti mengurangi emisi karena hutannya mampu menyerap emisi gas rumah kaca secara signifikan. Belum masif dikembangkan dalam perdagangan karbon.

  • Oktober-Desember 2019

    Agroforestri Sawit: Mungkinkah?

    Sebuah tawaran solusi menyelesaikan konflik lahan di kawasan hutan, terutama areal hutan yang ditanami sawit.

  • Oktober-Desember 2019

    Agroforestri Paling Cocok untuk Perhutanan Sosial

    Agroforestri telah dipraktikkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan, pakan ternak dan kayu bakar.  

  • Oktober-Desember 2019

    Jadi Petani Asyik Lagi

    Anak muda Garut kembali ke kampung menjadi petani. Lebih menjanjikan dibanding merantau.

  • Oktober-Desember 2019

    Dari Problem ke Terobosan

    Sejumlah problem perhutanan sosial sehingga realisasi pemberian akses kepada masyarakat mengelola hutan di sekitar tempat tinggalnya menjadi tersendat. Perlu beberapa terobosan yang lebih masif.

  • Oktober-Desember 2019

    Milenial dalam Perhutanan Sosial

    Perlu regenerasi baru petani hutan sehingga perhutanan sosial perlu menggandeng milenial. Rata-rata petani hutan berusia 57 tahun.

  • Oktober-Desember 2019

    Gairah Baru dari Bulukumba

    Pemerintah membuat cara baru meluaskan realisasi perhutanan sosial. Menggandeng kabupaten dan generasi milenial melakukan pendampingan petani hutan.

  • Oktober-Desember 2019

    Rona Kuning di Jalan Nanjing

    Cina menerapkan perhutanan sosial sejak Revolusi 1949. Perencanaannya detail.

  • Oktober-Desember 2019

    Tiga Tahap Wana Lestari

    Hutan sosial bisa sukses jika setiap komponen bekerja bersama. Juga kesadaran masyarakat akan fungsi hutan bagi hidup mereka. Cerita dari kelompok Wana Lestari di Lampung Barat.

  • Oktober-Desember 2019

    Gambut yang Belum Bersambut

    Belum banyak perhutanan sosial di kawasan gambut. Pemerintah baru menerbitkan aturannya.

  • Oktober-Desember 2019

    Hutan Sosial yang Ideal

    Enam syarat mencapai perhutanan sosial yang ideal. Setelah urusan legalitas selesai.

  • Oktober-Desember 2019

    Perhutanan Sosial Harus Dikeroyok

    Wawancara dengan Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bambang Supriyanto.

  • Oktober-Desember 2019

    Segunung Utang Janji Jokowi

    Meski sudah ada peraturan daerah dan/atau surat keputusan kepala daerah, toh kelembagaan pusat masih merasa perlu untuk melakukan verifikasi ulang. Akibatnya jelas: terhambatnya laju pengakuan hak masyarakat adat dan pemborosan.

  • Oktober-Desember 2019

    Solusi Konflik Sawit Rakyat di Kawasan Hutan

    Momentum Inpres Moratorium Sawit, perhutanan sosial dan reforma agraria sangat layak dimanfaatkan sebagai upaya penyelesaian penguasaan lahan oleh perkebunan sawit rakyat dalam kawasan hutan.

  • Oktober-Desember 2019

    Kemitraan Konservasi dalam Kontroversi

    Tantangan besar terkait dengan tuntutan reforma agraria di kawasan konservasi adalah ketentuan tentang pola penyelesaian permasalaham penguasaan lahan di kawasan yang ditunjuk  sebagai kawasan hutan dengan fungsi konservasi melalui resletement.

  • Oktober-Desember 2019

    Alam Terkembang di Ranah Minang

    Dukungan pemerintah daerah amat vital dalam kesuksesan sebuah hutan sosial. Bisa ditiru provinsi lain.

  • Oktober-Desember 2019

    Masa Depan Perhutanan Sosial

    Memasuki periode 2020-2024, perhutanan sosial sudah mesti menaruh porsi pada kualitas dan outcome yakni pemberdayaan serta menjadi mekanisme penyelesaian konflik yang efektif.

  • Juli-September 2019

    Insaf yang Hampir Terlambat

    Pengelolaan hutan yang mengandalkan sepenuhnya pada komoditas kayu, setelah Indonesia merdeka, menghasilkan deforestasi dan degradasi lahan yang akut dan membuat planet bumi kian memanas. Pertumbuhan penduduk dan tuntutan kebutuhan ekonomi menambah derita hutan tropis Indonesia. Setelah 34 juta hektare tutupan hutan hilang, setelah 49% habitat endemis lenyap, kini ada upaya memulihkan hutan kembali lewat restorasi ekosistem: paradigma yang tak lagi melihat hutan semata tegakan pohon. Restorasi seperti cuci dosa masa lalu, cuci piring kotor sebelum kenyang, insaf yang hampir terlambat. Setelah satu dekade, restorasi masih merangkak dengan pelbagai problem. Aturan-aturan main belum siap, regulasi masih tumpang tindih, organ-organ birokrasi di tingkat tapak belum sepenuhnya berjalan.

  • Juli-September 2019

    Usaha Restorasi Belum Stabil Setelah Satu Dekade

    Usaha restorasi ekosistem setelah lebih dari satu dekade.

  • Juli-September 2019

    Hablumminalam di Kalimantan

    Untuk bisa menjaga gambut agar menyerap karbon banyak, pertama-tama bekerja sama dengan masyarakat. Sebab ancaman utama gambut adalah kebakaran.

  • Juli-September 2019

    Keanekaragaman Hayati di Hutan Restorasi

    Restorasi menjadi usaha memulihkan keanekaragaman hayati kawasan hutan produksi yang rusak. Terbukti secara empirik.

  • Juli-September 2019

    Tenggiling di Ekosistem Riau

    Ekosistem Riau memiliki sumber daya mencengangkan. Belum banyak penelitian mengenai keanekaragaman hayati, khususnya di ekosistem hutan gambut ini.

  • Juli-September 2019

    Inovasi dan Penguatan Kebijakan Restorasi Ekosistem

    Dalam kondisi kapasitas pemerintah pusat dan daerah belum cukup menjalankan pengelolaan hutan secara nasional, pelaku restorasi ekosistem hutan diharapkan bisa mengisi lemahnya kapasitas pengelolaan tersebut.

  • Juli-September 2019

    Restorasi Ekosistem Sampai di Mana?

    Kebijakan restorasi saat ini sudah mendekati filosofi dan menjadi pedoman pemerintah dan pemegang izin dalam implementasi di lapangan.

  • Juli-September 2019

    Pemulihan Jasa Ekosistem

    Studi di hutan pegunungan Jawa Barat telah menyingkap fakta ilmiah begitu pentingnya ekosistem hutan dalam mempertahankan, meningkatkan dan memulihkan kesehatan manusia.

  • April-Juni 2019

    Citarum Belum Harum

    Banyak program memperbaiki sungai Citarum, sungai terpanjang di Jawa Barat, yang dijuluki sungai terkotor di kolong langit. Tiap gubernur punya program sendiri dengan anggaran tak sedikit. Ada Citarum Bergetar, Citarum Lestari, Citarum Bestari. Semuanya gagal. Kini muncul Citarum Harum. Kali ini perbaikan lebih masif dan bergaung karena kebijakannya langsung di tangan presiden. Tahun pertama Citarum Harum perbaikan sungai yang berakhir di Muara Gembong Bekasi ini belum terlalu signifikan, tapi menjanjikan. Salah satunya karena vetiver tanaman penyerap limbah beracun. Perlu pola pikir menyeluruh di semua lapisan masyarakat.

  • April-Juni 2019

    Perang Melawan Kerusakan Citarum

    Perbaikan Citarum dari hulu ke hilir. Butuh komitmen kuat agar vetiver kian perkasa menyerap limbah.

  • April-Juni 2019

    Menengok Mastaka Citarum

    Situ Cisanti, kilometer 0 sungai Citarum, kini bersih dari sampah dan eceng gondok berkat vetiver. Tujuh mata air mengalir deras.

  • April-Juni 2019

    Nyi Santi dari Bumi Pohaci

    Irma Hutabarat menekuni vetiver untuk menyelamatkan sungai yang porak poranda. Citarum membuatnya jatuh cinta.

  • April-Juni 2019

    Citarum, oh, Citarum

    Citarum dalam angka. Untung ada vetiver.

  • April-Juni 2019

    Merusak Lingkungan Belum Jadi Pidana

    Wawancara dengan Taruna Jaya, Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Citarum-Ciliwung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

  • April-Juni 2019

    Mengatasi Tuna Daya Mengelola Citarum

    Petani di bagian hulu DAS Citarum perlu didorong dalam konteks transformasi komoditas yang lebih menguntungkan secara finansial, yaitu mengganti tanaman hortikultura menjadi kopi dan pohon buah.

  • April-Juni 2019

    Perhutanan Sosial untuk Perbaikan Hulu Sungai

    Perhutanan sosial merupakan sistem pengelolaan hutan lestari sehingga program ini dapat mendukung pemulihan kondisi DAS Citarum melalui pelaksanaan perhutanan sosial di Wilayah Kerja Perum Perhutani di Provinsi Jawa Barat.

  • April-Juni 2019

    Sungai Itu Seperti Tubuh Kita

    Jika wilayah DAS terbagi ke dalam wilayah hulu (atas), tengah dan hilir (bawah), maka tubuh manusia pun terdiri dari bagian atas, tengah dan bawah.

  • April-Juni 2019

    Solusi untuk Citarum

    Slogan mempertahankan Citarum bebas limbah dan kotoran wajib dilaksanakan mulai dari setiap RT, RW, desa dan kecamatan yang berinteraksi dengan Citarum. Bentuk forum Kiai Peduli Citarum.

  • Januari-Maret 2019

    Bumi yang Memanas

    Perubahan iklim adalah badai, curah hujan yang berubah, banjir, suhu air laut yang menghangat, salju yang ekstrem. Pelbagai bencana itu sederet bukti semesta sedang berubah. Penyebabnya aktivitas manusia. Negara-negara maju dan berkembang berembuk membuat prakarsa dan tindakan untuk menyelamatkan bumi yang bergolak. Kebijakan politik dan ikhtiar-ikhtiar kecil akan mengurangi kerusakan bumi kian parah.

  • Januari-Maret 2019

    Negosiasi Alot di Katowice

    Para negosiator perubahan iklim berembuk di Polandia. Tarik menarik kepentingan negara maju dan berkembang.

  • Januari-Maret 2019

    Perubahan Iklim di Sekitar Kita

    Pemanasan suhu bumi secara global mengubah arah angin dan curah hujan. Sudah terjadi pada hidup kita sehari-hari.

  • Januari-Maret 2019

    Lima Agenda Membangun Desa Peduli Iklim Dunia

    Pembangunan desa bisa menjadi titik tolak pencegahan bencana. Juga pengendalian iklim dunia akibat pemanasan global.

  • Januari-Maret 2019

    Kapasitas Mitigasi Pemanasan Global

    Kesepakatan Paris belum menjamin pencapaian target pengendalian perubahan iklim global. Mitigasi dan adaptasi menjadi isu serius dan mendesak.

  • Januari-Maret 2019

    Hidup Tanpa Plastik

    Beberapa kota menerapkan larangan kantong plastik bagi peritel modern. Industri mengikuti.

  • Januari-Maret 2019

    Insentif Hutan untuk Menyerap Emisi Karbon

    Tiga upaya memaksimalkan hutan tumbuh secara alami untuk menyerap emisi karbon dan gas rumah kaca. Sudah berada di jalan yang benar.

  • Januari-Maret 2019

    Pendanaan untuk Menurunkan Efek Gas Rumah Kaca

    Pendanaan untuk mengurangi dampak pemanasan global sebagai kepanjangan negosiasi di Paris dan Polandia. Perlu kerja sama yang kuat antar negara maju dan berkembang.

  • Januari-Maret 2019

    Solusi Menangani Perubahan Iklim

    Kerjasama global menjadi tulang punggung keberhasilan mencegah perubahan iklim. Tak kalah penting peran individu sejak dari rumah.

  • Januari-Maret 2019

    Insentif Mengurangi Emisi Berbasis Kinerja

    Pemerintah menyiapkan insentif pelaksanaan pengurangan emisi berbasis kinerja. Perlu aturan dan skema turunan yang lebih teknis.

  • Januari-Maret 2019

    Sekolah-Sekolah Peduli Lingkungan

    Sekolah adalah satu tiang utama merawat lingkungan, ketika anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu di lembaga pendidikan ini setiap hari. Sekolah juga yang membentuk pola pikir mereka terhadap apa saja.

  • Januari-Maret 2019

    Nyamuk pun Tak Bersarang di Ciasin

    Selokan ikan di Desa Bendungan di Bogor bersih dari sampah. Desa ramah lingkungan berkat kesadaran penduduknya mencegah sampah masuk sungai. Panen ikan juga melimpah.

  • Oktober-Desember 2018

    Ironi Rumah Orang Tua

    Hutan Indonesia seperti rumah. Satwa yang menghuninya ibarat orang tua. Kini rumah itu menuju kekosongan karena penghuninya tak lagi hidup di dalamnya. Mereka punah atau terdesak oleh kebutuhan dan nafsu mamalia lain yang bisa berpikir untuk berkembang biak: manusia. Perlu perubahan paradigma menyelamatkan agar rumah orang tua itu tak jadi suwung.

  • Oktober-Desember 2018

    Nasib Burung dalam Tangkar

    Pegiat konservasi dan pehobi burung kicau berdebat soal perlindungan lima jenis burung. Nilai bisnisnya sangat besar.

  • Oktober-Desember 2018

    Satwa Kita dalam Angka

    Jumlahnya kian memprihatinkan.

  • Oktober-Desember 2018

    Derita Satwa Nusa Tenggara

    Satwa endemik Nusa Tenggara Timur kian tergerus karena habitatnya yang hancur. Perlu dikelola dengan paradigma konservasi.

  • Oktober-Desember 2018

    Melindungi Satwa, Melindungi Mama Kita

    Bagi masyarakat Papua melindungi alam seperti menjaga ibu mereka sendiri. Satwa adalah bagian dari mama yang sakral.

  • Oktober-Desember 2018

    Melestarikan Burung Secara Liar

    Biarkan burung-burung hidup dan berkeliaran di alam bebas. Menikmati suara cantik mereka lebih indah di alam liar ketimbang terkurung di sangkar.

  • Oktober-Desember 2018

    Pemanfaatan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar

    Ada banyak ragam pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar.

  • Oktober-Desember 2018

    Tantangan Konservasi Orangutan

    Penelitian dan pemanfaatan orangutan dan habitatnya merupakan tantangan tersendiri selain masih rendahnya minat mahasiswa Indonesia meneliti orangutan. Pendanaan merupakan tantangan lain yang tak kalah krusial.

  • Oktober-Desember 2018

    Strategi Mengurangi Konflik Harimau dan Manusia

    Deforestasi adalah akar utama konflik manusia dengan harimau. Setidaknya sekitar 7,54 juta hektare lahan hutan primer di Sumatra hilang selama 1990-2010 atau sekitar 0,38 juta hektar per tahun.

  • Oktober-Desember 2018

    Ekowisata Gajah Danau Toba

    Gajah jinak yang menjadi obyek wisata di KHDTK Aek Nauli merupakan hasil domestikasi dari gajah tangkapan yang dijinakkan, dilatih, dan dikembangbiakkan (ditangkarkan).

  • Oktober-Desember 2018

    Kolaborasi Mengonservasi Orangutan Tapanuli

    Adanya Forum Bersama juga diharapkan dapat  mengurangi beban pembiayaan yang semula hanya ditanggung oleh pemerintah menjadi tanggungjawab multi pihak. Oleh karena pelaksanaan konservasi merupakan kewajiban para pihak.

  • November-Januari 2017

    Kayu yang Kalah Bersaing

    Perhutanan sosial di Konawe berhenti justru ketika dimandirikan. Perlu lebih profesional dan dukungan pemerintah.

  • Mei-Juli 2017

    Kayu Putih untuk Lahan Marjinal

    Kayu putih bisa tumbuh di mana saja, di tanah subur maupun miskin hara. Cocok untuk rehabilitasi dan reklamasi bekas tambang dengan pertumbuhan lebih bagus. Nilai bisnisnya juga besar.

  • Mei-Juli 2017

    Potensi Minyak Atsiri di Luar Negeri

    Terdapat puluhan jenis tanaman atsiri yang bisa dibudidayakan di Indonesia dan memiliki besaran pasar yang signifikan baik dalam maupun luar negeri. Sebagian besar tanaman atsiri tersebut bisa digolongkan sebagai HHBK.

  • Mei-Juli 2017

    Prospek Hasil Hutan Bukan Kayu

    Indonesia memiliki hasil hutan bukan kayu yang melimpah sehingga punya prospek cerah karena minat pasar internasional naik signifikan. Setelah pembangunan berorientasi kayu, saatnya menengok selain pohon.

  • Juli-September 2018

    Fahutan yang Asyik

    "Bagaimana rasanya menjadi alumni mahasiswa Kehutanan?"

  • Juli-September 2018

    Langkah 49 Tanpa Getar

    Bina Corps Rimbawan 2013 tak seseram yang dibayangkan. Seru-seruan lomba make-up.

  • Juli-September 2018

    Berbagi Bolu Hingga Botak Lucu

    Cerita angkatan 48 soal masa orientasi.

  • Juli-September 2018

    ASIK Sebagai Kepribadian

     Tak ada cerita. Ini pendapat angkatan 46 atas yal-yel ASIK yang kita kenal.

  • Juli-September 2018

    Kegantengan Naik 100% Setelah BCR

    Menjadi senior itu ternyata susah. Bangga setelah lulus masa orientasi.

  • Juli-September 2018

    Angkatan "Pemberontak" dan Kritis

    “Ada cinta yang silang sengkarut. Subsidi silang antar mahasiswa agar bisa bertahan kuliah. E44 adalah sekelumit kisah panjang tentang cinta, kesetiakawanan dan tenggang rasa, kesahajaan, dan kebebasan”.

  • Juli-September 2018

    Budak Bageur Tukang Nongkrong

    Transisi kuliah ke kurikulum baru mayor-minor. Banyak mata kuliah yang belum diambil sudah hilang dan ikut kuliah penyetaraan.

  • Juli-September 2018

    Generasi Milenial Fahutan

    Angkatan yang masuk ketika abad berganti. Kuliah memakai telepon seluler.

  • Juli-September 2018

    Cerita di Era Reformasi

    Angkatan 34 ini kuliah ketika ekonomi sedang sulit. Saksi sejarah tumbangnya rezim Soeharto.

  • Juli-September 2018

    Antara Cijulang dan Nusakambangan

    Angkatan 33 mempersembahkan tulisan ini untuk mengenang Dani dan Heri, teman terbaik yang kami sayangi.

  • Juli-September 2018

    Ragam Cerita Para Gondewa

    Kisah angkatan 32. Punya panggilan sayang untuk dosen Tatang Tiryana.