Untuk bumi yang lestari

Laporan Khusus

  • Guyah Karena Runtah

    April-Juni 2022

    Jakarta belum punya solusi jitu mengurangi, mengolah, hingga mencegah sampah tak menjadi gunung runtah di Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. Pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) baru mau akan dibangun. Kapasitas PLTSa Merah Putih di Bantargebang terlalu sedikit, tak signifikan mengurangi metana—gas rumah kaca yang 25 kali menyebabkan pemanasan global dibanding karbon dioksida. Tanpa solusi di hulu, Jakarta akan tenggelam oleh sampahnya sendiri.

  • Main-main dengan Sampah

    April-Juni 2022

    Bantargebang memicu konflik sampah dua kota. Belum ada rencana memindahkannya

  • Benang Kusut Menangani Sampah

    April-Juni 2022

    Indonesia belum punya cetak biru mengelola sampah. Penuturan Reza Cordova, peneliti sampah Badan Riset dan Inovasi Nasional, kepada Forest Digest.

  • Lega Napas Karena Bank Sampah

    April-Juni 2022

    Bank sampah satu solusi yang dikembangkan Jakarta menangani sampah di hulu. Belum maksimal.

  • Penghubung Petani dan Pasar

    Juli-September 2021

    Skema baru memasarkan komoditas petani hutan: membawa pasar mendekat ke pusat-pusat produksi di desa-desa hutan. Market access player menjanjikan sebagai penghubung petani ke pasar komoditas.

  • Demi Keadilan Harga Kayu

    Juli-September 2021

    PT Insan Bumiraya Inisiatif (IBI) menjembatani kayu petani dari hutan rakyat dan perhutanan sosial ke industri. Memotong tiga lapis rantai pasok.

  • Potensi Kenari di Pasar Luar Negeri

    Juli-September 2021

    Kenari menjadi komoditas khas Pulau Makian di Maluku. Timurasa membantu akses pasar melalui teknologi dan pemberdayaan masyarakat.

  • Bisnis Wangi Emas Petani

    Juli-September 2021

    Melalui CV Nares Essential Oil, Khafidz Nasrullah menghubungkan komoditas minyak asiri di desa-desa ke pasar besar dunia. Berangkat dari nol.

  • Tabungan Kayu dalam Aplikasi

    Juli-September 2021

    PT Sosial Bisnis Indonesia (SOBI) memangkas rantai pasok penjualan kayu hutan rakyat. Aplikasi membuat transaksi menjadi transparan dan petani bisa merencanakan panen pohon.

  • Mimpi-Mimpi Bambu Lestari 

    Juli-September 2021

    Yayasan Bambu Lestari mendorong masyarakat di Nusa Tenggara Timur membudidayakan bambu yang melimpah. Harganya lebih mahal dibanding ulin.

  • Kalibrasi Lidah Pangan Lokal

    Juli-September 2021

    Melalui Sekolah Pangan, Javara menggerakkan anak muda di pelosok Nusantara mengolah pangan lokal hingga memasarkannya. Mandiri secara ekonomi.

  • Yang Muda Yang Lebih Peduli

    April-Juni 2021

    Fans K-Pop mendirikan Kpop4Planet untuk menggalang dukungan terhadap pencegahan krisis iklim. Harapan baru mencegah pemanasan global lebih efektif.

  • Kerajaan K-Pop

    April-Juni 2021

    Kekuatan K-Pop dan fansnya yang menjadi fenomena global.

  • Konversi Jejak Karbon KPop

    April-Juni 2021

    Peran penggemar K-Pop di ranah lingkungan dan kemanusiaan bukan hal baru. Penggemar Seo Taiji and Boys pada 2012 mengumpulkan donasi US$ 35.000 untuk World Land Trust.

  • Para Penjaga Desa Hutan

    Januari-Maret 2021

    Forest Digest memilih lima tokoh yang menopang usaha-usaha restorasi ekosistem di tingkat tapak. Inisiatif-inisiatif masyarakat desa yang bisa menjadi model manajemen hutan masa depan.

  • Menebus Utang untuk Anak-Cucu

    Januari-Maret 2021

    Desakan industri kelapa sawit mendorong penduduk berinisiatif mendirikan hutan desa. Mereka jadi sadar hutan adalah harta terakhir yang mereka punya.

  • Demi Masa Depan Anak-anak

    Januari-Maret 2021

    Tanpa dukungan biaya pemerintah ia menggerakkan posyandu untuk membantu persalinan para ibu. Juga mendirikan dapur umum untuk menyuplai makanan bergizi bagi anak-anak dan lanjut usia.

  • Tanpa Bakar Tanpa Kimia

    Januari-Maret 2021

    Ia berkebun tanpa memakai api seperti lazim dilakukan penduduk lain. Juga tak memakai pestisida untuk membunuh hama. Lebih mudah, murah, dan hasil berlimpah.

  • Pantang Pulang Sebelum Terang

    Januari-Maret 2021

    Tiap-tiap desa di tepi sungai Mentaya dan Katingan membentuk regu siaga api. Trauma dengan kebakaran hebat 2015.

  • Cerita Manis Gula Kelapa

    Januari-Maret 2021

    Bertahun-tahun ia membalak kayu di hutan. Selain penghasilan kecil dan risiko ditangkap polisi, hidup Ian tak berubah bertahun-tahun. Penghasilannya berlimpah setelah beralih mengolah gula kelapa. Nyaris tanpa modal.

  • Masa Depan Restorasi Ekosistem

    Januari-Maret 2021

    Kemudahan perizinan berusaha dalam UU Cipta Kerja bisa jadi momentum yang tepat untuk mendorong usaha-usaha restorasi. Dengan potensinya yang besar, usaha restorasi memungkinkan membuka lapangan kerja yang banyak.

  • Kecemasan Terbesar Seorang Dokter

    Juli-September 2020

    Ia sangat khawatir menjadi pembawa virus ke dalam rumah dan menulari anggota keluarga serta tetangga. Serangan virus corona begitu nyata dan dahsyat.

  • Takut, Pengap, Tapi Tidak Boleh Stres

    Juli-September 2020

    Menahan pipis, tidak makan dan minum, serta pengap karena delapan jam memakai baju pelindung diri, para bidang bekerja merawat pasien covid-19 dengan risiko tertular juga. Tugas mereka tak hanya memantau pasien tapi juga menghibur mereka agar tetap bersemangat sembuh.

  • Corona Virus Bandel

    Juli-September 2020

    Gejala virus corona berbeda-beda pada tiap orang. Tapi ketika kita menyepelekan dan imunitas tubuh turun, ia akan menyerang secara masif.

  • Bom Konflik Masyarakat Adat

    Oktober-Desember 2020

    RUU Masyarakat Hukum Adat mengutamakan pengakuan legal formal ketimbang perlindungan. Meneguhkan dominasi negara.

  • Akar Masalah Kriminalisasi Masyarakat Adat

    Oktober-Desember 2020

    Akar kriminalisasi ada pada konstitusi kita. Hadirnya otoritas kelembagaan pemerintah pada praktiknya membatasi keleluasaan hubungan masyarakat hukum adat dengan hak atas sumber daya alam di sekitarnya.

  • Saatnya Multiusaha di Hutan Produksi

    April-Juni 2020

    Degradasi lahan dan deforestasi terus terjadi. Desakan manusia kepada alam makin keras akibat rebutan sumber daya seiring makin banyaknya jumlah orang di muka bumi. Hutan diokupasi, lahan dikonversi, agar punya nilai yang lebih menguntungkan. Dari 125 juta hektare hutan Indonesia, 35 juta hektare tak lagi berhutan. Multiusaha adalah jawaban atas problem rumit sektor kehutanan, sebagai cara baru mengelola hutan Indonesia. Ia akan menahan laju konversi karena meningkatkan nilai lahan hutan secara ekonomi. Ia menjawab isu kelestarian karena bertumpu pada teknik agroforestri yang ekologis. Ia juga membangkitkan bisnis kehutanan yang lesu sehingga sektor ini selalu dianggap beban pembangunan. Tapi problemnya tak sedikit jika tak didukung kebijakan dan kelembagaan yang efektif.

  • Multiusaha di KPH

    April-Juni 2020

    Bersama petani, KPH Lakitan-Bukit Cogong mengembangkan pelbagai produk hasil hutan bukan kayu. Karet, madu, kopi yang dipasarkan hingga ke luar negeri.

  • Multiusaha: Agar Hutan Berseri Kembali

    April-Juni 2020

    Pemerintah hendak menerapkan konsep multiusaha di hutan produksi. Membangunkan industri kehutanan.

  • Posisi Masyarakat dalam Multiusaha Kehutanan

    April-Juni 2020

    Masyarakat sekitar hutan harus menjadi subjek dalam multiusaha. Agar nilai ekonomi hutan tak semata dilihat dari nilai nominal kontribusi kepada kas negara.

  • Multiusaha di Kawasan Restorasi

    April-Juni 2020

    Kebijakan multiusaha segera disahkan. Praktiknya sudah banyak dilakukan pemegang konsesi restorasi ekosistem.

  • Potensi Wisata Desa di Sekitar Merapi

    April-Juni 2020

    Potensi wisata Desa Ciluntang. Desa ini bisa menjadi perantara sebelum wisatawan naik ke Gunung Merapi.

  • Dari Ekowisata Sampai Wanamina

    April-Juni 2020

    Ada pelbagai jenis multiusaha kehutanan yang sudah berjalan di luar hutan produksi. Bisa ditiru.

  • Multiusaha Sebagai Solusi Konflik di Kawasan Hutan

    April-Juni 2020

    Praktik multiusaha di lahan konsesi kehutanan. Melibatkan masyarakat sehingga konflik mereda.

  • Cara Mencegah Banjir Jakarta

    Januari-Maret 2020

    Normalisasi atau naturalisasi sama pentingnya untuk merawat sungai dan mencegah banjir di Jakarta serta kota-kota sekitarnya. Perlu kombinasi keduanya.

  • Kesaksian Korban Banjir Jakarta

    Januari-Maret 2020

    “Air Seperti Gelombang, Langsung Menghantam”

  • Vetiver: Akar Wangi Pencegah Longsor

    Januari-Maret 2020

    Tanaman vetiver begitu perkasa menyerap limbah beracun. Cocok untuk mitigasi bencana sebagai pencegah longsor dan banjir.

  • Solusi Menangani Banjir Jakarta

    Januari-Maret 2020

    Bukan Ciliwung yang jadi penyebab utama banjir ibu kota. Bagaimana solusi menangani banjir Jakarta?.

  • Quo Vadis Sertifikasi Hutan Indonesia

    Januari-Maret 2020

    Sertifikasi produk hasil hutan adalah jawaban terhadap kecemasan akan punahnya ekosistem planet ini. Keserakahan dan kebutuhan manusia harus dikendalikan karena, seperti kata Mahatma Gandhi, semesta sangat cukup memenuhi kebutuhan kita, tapi tak akan sanggup melayani keserakahan manusia. Banyak inisiatif sertifikasi untuk produk alam berkelanjutan yang muncul dalam 30 tahun terakhir. Tapi justru ia mandek ketika negara lain meniru praktik terbaik yang kita punya.

  • Sertifikasi Hutan: Demi Pasar dan Lingkungan

    Januari-Maret 2020

    Sertifikasi hutan dituntut oleh pasar demi menjaga lingkungan dan menjamin legalitasnya. Belum menyentuh keperluan masyarakat.

  • Sertifikasi Hutan: Seberapa Penting?

    Januari-Maret 2020

    Forest Stewardship Council merupakan sertifikasi hutan dan hasil hutan berskala internasional. Meningkatkan manfaat ekonomi petani.

  • Nasib Sertifikasi Hutan Indonesia

    Januari-Maret 2020

    Sertifikasi hutan dan hasilnya mandek setelah tiga dekade. Apa yang harus kita perbuat?

  • Pariwisata yang Ramah Lingkungan

    Januari-Maret 2020

    Sektor pariwisata juga wajib ramah lingkungan karena mengikuti standar pengelolaan lingkungan lestari. Meluncur tahun ini.

  • SVLK: Tulang Punggung Perdagangan Kayu

    Januari-Maret 2020

    Sertifikat legalitas kayu, SVLK, adalah tulang punggung dalam perdagangan kayu. Seharusnya ekspor Indonesia meningkat.

  • Saatnya Menengok Bambu

    Januari-Maret 2020

    Nilai perdagangan bambu paling besar dibanding produk hasil hutan lainnya. Nilai tambah bambu Indonesia masih rendah karena terbentur standardisasi.

  • Omnibus Law dan Nasib Demokrasi

    Januari-Maret 2020

    Omnibus law adalah cara parlemen dan pemerintah potong kompas memperbaiki tumpang tindih aturan. Lima hal harus diperhatikan agar risiko penerapannya tak terlalu besar.