Untuk bumi yang lestari

Laporan Khusus|April-Juni 2020

Saatnya Multiusaha di Hutan Produksi

Degradasi lahan dan deforestasi terus terjadi. Desakan manusia kepada alam makin keras akibat rebutan sumber daya seiring makin banyaknya jumlah orang di muka bumi. Hutan diokupasi, lahan dikonversi, agar punya nilai yang lebih menguntungkan. Dari 125 juta hektare hutan Indonesia, 35 juta hektare tak lagi berhutan. Multiusaha adalah jawaban atas problem rumit sektor kehutanan, sebagai cara baru mengelola hutan Indonesia. Ia akan menahan laju konversi karena meningkatkan nilai lahan hutan secara ekonomi. Ia menjawab isu kelestarian karena bertumpu pada teknik agroforestri yang ekologis. Ia juga membangkitkan bisnis kehutanan yang lesu sehingga sektor ini selalu dianggap beban pembangunan. Tapi problemnya tak sedikit jika tak didukung kebijakan dan kelembagaan yang efektif.

PANDEMI virus corona covid-19 yang bermula di Wuhan, Tiongkok, pada Desember 2019, mulai merambah Indonesia pada Maret 2020 dan lebih dari 180 negara di dunia. Kejadian ini seharusnya menggugah kesadaran kita terhadap pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem. Sebab, kelestarian adalah hal yang tak bisa ditawar, tapi ekonomi layak diperjuangkan di tengah bisnis kehutanan yang lesu dan konversi huta....

Klik Login jika Anda pernah membeli artikel ini.
Dukung kami dengan menjadi Pelanggan melalui tombol Daftar dan Deposit.
 
 
 

Guru Besar Fakultas Kehutanan IPB University

Bagikan

Komentar

Artikel Lain