Laporan Utama | Juli-September 2019

Pemulihan Jasa Ekosistem

Studi di hutan pegunungan Jawa Barat telah menyingkap fakta ilmiah begitu pentingnya ekosistem hutan dalam mempertahankan, meningkatkan dan memulihkan kesehatan manusia.

Hikmat Ramdan

Dosen Program Studi Rekayasa Kehutanan Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung

MANUSIA adalah makhluk ekologis yang butuh ekosistem. Proses ekologis yang kompleks dalam ekosistem menciptakan beragam jasa ekosistem (ecosystem services).

Satu ekosistem (alami) bisa menyediakan beberapa jasa ekosistem, misalnya air, udara bersih, biodiversitas, keindahan alam dan sebagainya. Sehingga, manfaat dan nilai berbagai jasa ekosistem tersebut sangat penting sebagai bagian dari penyangga kehidupan. Bahkan tiga hal strategis ketahanan suatu bangsa, yaitu pangan, air dan energi (food, water, and energy) terkait juga dengan keutuhan ekosistem sebagai penyedia jasa ekosistemnya (ecosystem services provider).

Air menjadi salah satu contoh begitu pentingnya jasa ekosistem bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Jasa ekosistem hutan seperti halnya air berperan sangat vital dalam proses kehidupan makhluk hidup yang tidak mungkin bisa digantikan oleh komoditas lain.

Selain tidak bisa disubstitusi oleh komoditas lain, air sejauh ini tidak bisa dibuat manusia sehingga tidak ada air buatan atau air sintetis. Kuantitas, kualitas dan kontinuitas air hanya akan diperoleh dari siklus hidrologis melalui ruang ekologis yang masih baik struktur dan fungsi ekologisnya. Selain air, tentunya banyak sekali jasa ekosistem (hutan) lainnya yang mempengaruhi kehidupan manusia.

Studi saya (2018-2019) tentang healing forest di hutan pegunungan Jawa Barat telah menyingkap fakta ilmiah begitu pentingnya ekosistem hutan dalam mempertahankan, meningkatkan dan memulihkan kesehatan manusia. Sehingga tidaklah mengherankan orang-orang yang lebih lama berinteraksi di dalam ekosistem hutan yang masih baik, memiliki kualitas kesehatan yang lebih baik.

Relasi ekosistem dan jasa ekosistem adalah keniscayaan. Tidak akan ada jasa ekosistem jika ekosistemnya rusak atau mengalami degradasi. Hanya kondisi ekosistem yang masih baik yang mampu menyediakan jasa ekosistem. Sebaliknya, jika ekosistem rusak atau terkena degradasi maka jasa ekosistemnya pun akan rusak, berkurang bahkan bisa hilang (punah). Kerusakan atau degradasi ekosistem inilah yang berdampak buruk terhadap kuantitas, kualitas dan kontinuitas jasa ekosistem.

Urutan sistem penyediaan jasa ekosistem dimulai dari struktur ekosistem yang akan mempengaruhi fungsi ekologis yang dihasilkan, selanjutnya dari fungsi-fungsi ekologis inilah akan menentukan jasa (services) dan manfaat (benefits) yang disediakan ekosistem.

Jika struktur ekosistem berubah, maka fungsi ekologisnya pun berubah sehingga jasa (services) dan manfaat (benefits) yang disediakan ekosistem pun berubah. Makin buruk ekosistem, maka fungsi ekologis, jasa dan manfaat ekosistem makin berkurang. Oleh karena itu perubahan struktur ekosistem menjadi pangkal perubahan proses ekologis yang berujung pada perubahan jasa (services) dan manfaat (benefits) dari ekosistem tersebut.

Berubahnya struktur ekosistem selain oleh proses alami, juga banyak disebabkan oleh kegiatan intervensi manusia terhadap ekosistem. Berbagai sistem produksi yang dikembangkan dan berbasis lahan di berbagai bidang (misalnya kehutanan, pertanian, industri, infrastruktur fisik dan sebagainya) berkontribusi terhadap perubahan lanskap ekosistem.

Perubahan ekosistem secara langsung akan mengubah jasa ekosistem di dalamnya. Bahkan dalam kondisi yang tidak memperhatikan prinsip-prinsip keberlanjutan (principle of sustainability), kerusakan atau degradasi ekosistem telah menghilangkan jasa ekosistem yang sebelumnya ada.

Kerusakan, degradasi atau kehilangan jasa ekosistem akibat rusaknya ekosistem bisa menjadi gerbang kehancuran kehidupan masyarakat berikut lingkungan hidupnya. Oleh karena itu memulihkan ekosistem (ecosystem recovery) agar fungsi ekologisnya berjalan kembali harus dilakukan.

Dalam banyak kasus pemulihan ekosistem secara struktural ke bentuk sediakala sangat sulit, tetapi secara fungsional jasa ekosistem yang hilang bisa dipulihkan melalui rekayasa lingkungan. Misalkan lanskap ekosistem hutan yang salah satu fungsinya adalah penyedia jasa ekosistem air akan berubah kondisinya jika lanskapnya digunakan untuk galian tambang.

Fungsi hidrologis yang rusak harus dipulihkan dengan intervensi teknologi/rekayasa lingkungan yang memungkinkan jasa ekosistem airnya berfungsi kembali. Selain teknik revegetasi, juga dirancang rekayasa lanskap yang memungkinkan curahan air tersimpan baik misalnya dibangunnya danau buatan. Oleh karenanya kegiatan RE setidaknya harus mampu mengembalikan jasa ekosistem yang pernah terganggu, rusak atau hilang.

Upaya restorasi terkait pemulihan jasa ekosistem harus dimulai dengan menginventarisasi dan mengidentifikasi jenis-jenis jasa ekosistem yang pernah ada sebelumnya. Walaupun RE tidak akan mampu memulihkan semua jenis ekosistem yang pernah ada sebelumnya, tetapi jenis jasa ekosistem terpenting dari jasa-jasa ekosistem yang pernah ada harus diprioritaskan pemulihannya.

Dengan teridentifikasinya jasa ekosistem yang akan dipulihkan, maka ruang ekologis bisa ditentukan batas wilayahnya serta pemilihan teknologi restorasi yang tepat. Juga rekayasa sosial (social engineering) bagi masyarakat yang terkena dampak kegiatan restorasi. Restorasi tanpa rekayasa sosial terhadap masyarakatnya berpotensi gagal. 

Bogor, 7 Juli 2019

Daftarkan alamat email anda untuk berlangganan GRATIS artikel terbaru kami

Bagikan

Komentar

Artikel Lain

  • Laporan Utama

    Insaf yang Hampir Terlambat

    Pengelolaan hutan yang mengandalkan sepenuhnya pada komoditas kayu, setelah Indonesia merdeka, menghasilkan deforestasi dan degradasi lahan yang akut dan membuat planet bumi kian memanas. Pertumbuhan penduduk dan tuntutan kebutuhan ekonomi menambah derita hutan tropis Indonesia. Setelah 34 juta hektare tutupan hutan hilang, setelah 49% habitat endemis lenyap, kini ada upaya memulihkan hutan kembali lewat restorasi ekosistem: paradigma yang tak lagi melihat hutan semata tegakan pohon. Restorasi seperti cuci dosa masa lalu, cuci piring kotor sebelum kenyang, insaf yang hampir terlambat. Setelah satu dekade, restorasi masih merangkak dengan pelbagai problem. Aturan-aturan main belum siap, regulasi masih tumpang tindih, organ-organ birokrasi di tingkat tapak belum sepenuhnya berjalan.

  • Laporan Utama

    Usaha Restorasi Belum Stabil Setelah Satu Dekade

    Usaha restorasi ekosistem setelah lebih dari satu dekade.

  • Laporan Utama

    Hablumminalam di Kalimantan

    Untuk bisa menjaga gambut agar menyerap karbon banyak, pertama-tama bekerja sama dengan masyarakat. Sebab ancaman utama gambut adalah kebakaran.

  • Laporan Utama

    Keanekaragaman Hayati di Hutan Restorasi

    Restorasi menjadi usaha memulihkan keanekaragaman hayati kawasan hutan produksi yang rusak. Terbukti secara empirik.

  • Laporan Utama

    Tenggiling di Ekosistem Riau

    Ekosistem Riau memiliki sumber daya mencengangkan. Belum banyak penelitian mengenai keanekaragaman hayati, khususnya di ekosistem hutan gambut ini.

  • Wawancara

    Restorasi Ekosistem adalah Masa Depan Kehutanan

    Wawancara dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang sedang menjabat Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari yang mengurus restorasi ekosistem. Menurut dia, restorasi adalah masa depan kehutanan dalam mengelola lingkungan.

  • Laporan Utama

    Inovasi dan Penguatan Kebijakan Restorasi Ekosistem

    Dalam kondisi kapasitas pemerintah pusat dan daerah belum cukup menjalankan pengelolaan hutan secara nasional, pelaku restorasi ekosistem hutan diharapkan bisa mengisi lemahnya kapasitas pengelolaan tersebut.

  • Laporan Utama

    Restorasi Ekosistem Sampai di Mana?

    Kebijakan restorasi saat ini sudah mendekati filosofi dan menjadi pedoman pemerintah dan pemegang izin dalam implementasi di lapangan.

  • Kolom

    Pegunungan Cycloop Menunggu Restorasi

    Status cagar alam tak membuat Cycloop terlindungi. Perladangan berpindah, pertanian, dan naiknya jumlah penduduk membuat Cycloop menjadi rusak dalam sepuluh tahun terakhir.

  • Kolom

    Pasar Karbon Perhutanan Sosial

    Perhutanan sosial memiliki peran strategis bagi keberlanjutan penghidupan masyarakat, pengelolaan hutan lestari, dan pencapaian target pengurangan emisi nasional.