Libriana Arshanti

  • Laporan Khusus

    Dari Ekowisata Sampai Wanamina

    Ada pelbagai jenis multiusaha kehutanan yang sudah berjalan di luar hutan produksi. Bisa ditiru.

  • Laporan Khusus

    Sertifikasi Hutan: Demi Pasar dan Lingkungan

    Sertifikasi hutan dituntut oleh pasar demi menjaga lingkungan dan menjamin legalitasnya. Belum menyentuh keperluan masyarakat.

  • Reportase

    Elang Jawa Kembali ke Sarangnya

    Elang Jawa kembali ke sarang mereka di Desa Cibulao. Setelah penduduk membangun kembali hutan yang rusak.

  • Laporan Utama

    Perhutanan Sosial 4.0

    Perhutanan sosial memasuki fase ketiga: menjadi solusi konflik tenurial, meningkatkan taraf hidup petani di sekitar hutan, dan tercapai kelestarian ekologi. Prinsip dasarnya adalah mengubah orientasi pemberian akses terhadap hutan, dari paradigma bisnis kepada korporasi selama 1970-2000, menjadi orientasi kepada masyarakat yang secara empiris terbukti lebih mampu menjaga rimba secara berkelanjutan. Dengan targetnya seluas 13,8 juta hektare, perhutanan sosial masih tertatih-tatih sebagai andalan mengentaskan kemiskinan dan menumbuhkan ekonomi masyarakat kecil: hanya mengejar target realisasi pemberian izin, prinsip pelibatan masyarakat yang belum ajek, hingga lambatnya mesin birokrasi yang belum simultan mendorong tercapainya tiga tujuan itu.

  • Laporan Utama

    Insaf yang Hampir Terlambat

    Pengelolaan hutan yang mengandalkan sepenuhnya pada komoditas kayu, setelah Indonesia merdeka, menghasilkan deforestasi dan degradasi lahan yang akut dan membuat planet bumi kian memanas. Pertumbuhan penduduk dan tuntutan kebutuhan ekonomi menambah derita hutan tropis Indonesia. Setelah 34 juta hektare tutupan hutan hilang, setelah 49% habitat endemis lenyap, kini ada upaya memulihkan hutan kembali lewat restorasi ekosistem: paradigma yang tak lagi melihat hutan semata tegakan pohon. Restorasi seperti cuci dosa masa lalu, cuci piring kotor sebelum kenyang, insaf yang hampir terlambat. Setelah satu dekade, restorasi masih merangkak dengan pelbagai problem. Aturan-aturan main belum siap, regulasi masih tumpang tindih, organ-organ birokrasi di tingkat tapak belum sepenuhnya berjalan.

  • Laporan Utama

    Citarum Belum Harum

    Banyak program memperbaiki sungai Citarum, sungai terpanjang di Jawa Barat, yang dijuluki sungai terkotor di kolong langit. Tiap gubernur punya program sendiri dengan anggaran tak sedikit. Ada Citarum Bergetar, Citarum Lestari, Citarum Bestari. Semuanya gagal. Kini muncul Citarum Harum. Kali ini perbaikan lebih masif dan bergaung karena kebijakannya langsung di tangan presiden. Tahun pertama Citarum Harum perbaikan sungai yang berakhir di Muara Gembong Bekasi ini belum terlalu signifikan, tapi menjanjikan. Salah satunya karena vetiver tanaman penyerap limbah beracun. Perlu pola pikir menyeluruh di semua lapisan masyarakat.

  • Laporan Utama

    Citarum, oh, Citarum

    Citarum dalam angka. Untung ada vetiver.

  • Buku

    Milenial dan Problem Lingkungan

    Bagaimana milenial melihat masalah hutan dan lingkungan? Buku ini mengulasnya dari cara pandang generasi ini.

  • Laporan Utama

    Negosiasi Alot di Katowice

    Para negosiator perubahan iklim berembuk di Polandia. Tarik menarik kepentingan negara maju dan berkembang.

  • Buku

    Buku Pintar Istilah-Istilah Kehutanan

    Buku yang mempermudah pemahaman terhadap istilah-istilah teknis di bidang kehutanan. Akan ideal jika tersedia dalam dua bahasa: Indonesia-Inggris.

  • Laporan Utama

    Nasib Burung dalam Tangkar

    Pegiat konservasi dan pehobi burung kicau berdebat soal perlindungan lima jenis burung. Nilai bisnisnya sangat besar.

  • Buku

    Rumus Ekonomi Perubahan Iklim

    Buku yang mengantarkan William Nordhaus meraih Nobel Ekonomi 2018. Ia membuat model matematika mencegah perubahan iklim yang menghancurkan bumi dan cara efektif mengendalikan emisi karbon.

  • Reportase

    Kopi dan Konservasi adalah Sejoli

    Di Kampung Cibulao, Puncak, masyarakat menanam kopi untuk merevitalisasi mata air Ciliwung. Ekonomi dan ekologi bisa serasi.

  • Kabar Alumni

    Berbagi Bersama Yayasan HAE-IPB

    Antusiasme alumni Fakultas Kehutanan terlihat dari sumbangan yang masuk. Dari target Rp 50 juta, terkumpul Rp. 226.298.609 dalam waktu tiga pekan.

  • Kabar Alumni

    Taman Hutan Kampus Kehutanan

    Jika pohon-pohon di arboretum ditanam para dosen dan mahasiswa Fakultas Kehutanan, pohon di hutan lanskap yang kini meneduhi plaza yang luas dan jalan-jalan di sekitarnya itu ditanam para alumninya.

  • Laporan Utama

    Mari Berwisata...

    Ekowisata kian digandrungi para pelancon. Promosi melestarikan alam mulai menyadarkan banyak orang akan pentingnya upaya pelestarian. Dan upaya tersebut bertemu dengan hasrat orang untuk jalan-jalan dalam ekowisata. Tak mudah menggolongkan sebuah objek wisata ke dalam kategori eko. Ini beberapa di antaranya:

  • Kabar Alumni

    Rimbawan IPB Peduli

    Menanam pohon, menanam harapan, juga peduli korban banjir Garut.

  • Buku

    Dasar Pikir Menata Hutan

    Salah kaprah kebijakan mengelola hutan dimulai dari sesat pikir meletakkan dasar-dasarnya. Buku dari bahan kuliah ini jadi panduan dasar bagaimana membuat kebijakan mengelola rimba.

  • Buku

    Kebajikan dari Alam

    Dua buku tentang kearifan mengelola lingkungan. Otokritik yang perlu didengar.

  • Laporan Utama

    Dari Kuis Ketok ke Kuis Tetot

    Meja-meja rusak karena diketok saat ujian. Bikin kaget.

  • Buku

    Nyanyian Meratus yang Kian Pupus

    Sebuah buku yang memotret perubahan suku Dayak di pegunungan Meratus. Potret dari sudut pandang modern.

  • Perjalanan

    Bhineka Tunggal Papua

    Papua: erotisme yang misterius. Perpaduan antara lautan, daratan, dan langit biru di ujung timur Indonesia.

  • Buku

    Trilogi Surga Dunia

    Rekaman kekayaan alam Indonesia yang tak tepermanai. Ada di sekitar kita.

  • Buku

    Kearifan Orang Tradisional vs Modern

    Jared Diamond meneliti komunitas tradisional di dunia. Ia menganalisisnya untuk memetakan hidup orang di zaman modern.

  • Laporan Utama

    Di Balik Sampul Forest Digest Edisi Khusus Hapka 2018

    Sampul yang coba menangkap masa lalu dan masa kini, kenangan dan harapan yang akan datang.

  • Kabar Alumni

    Rimbawan Menjadi Relawan Gempa Lombok

    Para rimbawan IPB di Lombok bahu-membahu membantu para korban gempa.