Buku | Oktober-Desember 2018

Rumus Ekonomi Perubahan Iklim

Buku yang mengantarkan William Nordhaus meraih Nobel Ekonomi 2018. Ia membuat model matematika mencegah perubahan iklim yang menghancurkan bumi dan cara efektif mengendalikan emisi karbon.

Libriana Arshanti

Anggota Dewan Redaksi, bekerja sebagai konsultan kehutanan dan lingkungan.

BAGI William Dawbney Nordhaus perubahan iklim seperti dadu. Kita sedang mengadu nasib dalam putaran kasino-cuaca yang tak kita tahu kapan berhenti. Ketidakpastian membuat manusia meraba-raba dampak terburuk perubahan iklim bahkan ada yang menyangsikannya. Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahkan menuduh perubahan iklim adalah hoaks yang dibuat pemerintah Cina. 

Selama menjadi profesor ekonomi di Yale University, Nordhaus memfokuskan penelitiannya pada perubahan iklim ini, meski ia seorang ekonom, bukan ahli lingkungan. Ia mencoba mendekati isu ini dengan sebuah model matematika-ekonomi yang, misalnya, bisa menghitung harga karbon yang menjadi pokok dalam global warming. Permodelan itu ia tuangkan dalam buku ini, The Climate Casino: Risk, Uncertainty, and Economics for a Warming World. 

Dalam buku tersebut, ilmuwan kelahiran Albuquerque, New Mexico, Amerika Serikat pada 1941 ini menjelaskan perubahan iklim kemungkinan bisa terjadi serta peluang yang mungkin bisa kita lakukan untuk menghindarinya.

Bagian awal buku ini menguraikan semua permodelan untuk menggambarkan perubahan iklim dan pemanasan global yang sudah dan sedang terjadi. Semua model memberikan hitungan matematika yang serupa walaupun memiliki variabel pembentuk yang berbeda-beda. Menurut Nordhaus bukan suhu yang semakin panas yang seharusnya kita khawatirkan sebagai ukuran pemanasan global, melainkan kadar karbon dioksida di udara. Karena itu untuk memperlambat laju pemanasan global kadar CO2 itu mesti dimanipulasi untuk memperlambat peningkatan suhu bumi secara global. 

Ilustrasi permodelan ekonomi di buku ini cukup lengkap. Semua variabel mendapat pengujian untuk melihat pemicu kadar CO2 meningkat lebih cepat. Begitu pula sebaliknya, variabel mana yang harus dihilangkan untuk menurunkan kadar CO2 di udara. 

Penghitungan Nordhaus menunjukan bahwa CO2 meningkat tanpa terkendali setelah melewati titik tertentu, sehingga tanpa manusia melakukan kegiatan yang menghasilkan karbon dioksida pun jumlahnya di udara tetap akan naik. Hal ini karena benda-benda yang sudah ada secara diam-diam tetap melepaskan energi dan karbon ke udara. 

Setelah menjelaskan bagaimana karbon bisa terus bertambah, buku ini menguraikan dalam bentuk permodelan ekonomi lain akibat yang akan terjadi pada dunia sampai tahun 2100. Tidak hanya faktor kesehatan manusia dan keragaman hayati yang akan terganggu akibat pemanasan global, namun sampai pada prediksi penyimpangan perilaku cuaca dan bencana alam. Tanda-tandanya sudah kita rasakan hari ini.

20190104161659.png

Menyadari bahwa perubahan iklim sangat sulit dikendalikan, untuk mencegahnya Nordhaus menyodorkan beberapa model. Permodelan yang dibuat oleh Nordhaus mungkin bisa digunakan untuk menghitung biaya yang dilepaskan atau didapatkan dari karbon di negara mana pun. 

Kekurangan dari model-model yang dibuat Nordhaus adalah semua variabelnya memakai ukuran tingkat dan standar hidup di Amerika. Nordhaus mengakui standar itu sebagai kelemahannya. Demikian pula proses menciptakan inovasi untuk memperlambat pemanasan global. Harganya tetap mahal dan tak ekonomis. 

Banyak ahli yang berkomentar terhadap temuan Nordhaus. Komentar paling umum menyangkut kerangka biaya dan manfaat yang tak sepadan. Biaya yang dikeluarkan untuk mitigasi karbon tidak bisa dibandingkan dengan kerusakan iklim yang ditimbulkannya. Masih agak sulit  memperkirakan biaya beralih ke energi terbarukan, walaupun masuk akal.  

Demikian halnya dengan pertanyaan tentang perbandingan biaya atas terjadinya peristiwa kepunahan massal di bumi. Bagaimana menghitung jutaan orang yang meninggal, sakit, atau mengungsi akibat perubahan iklim. Berapa banyak nilai yang hancur akibat hilangnya komunitas bersejarah, kota, dan bahkan negara? Nordhaus mengakui para ekonom tidak memiliki jawaban yang kredibel untuk pertanyaan-pertanyaan ini.

 “Kita semua  memasuki kasino iklim dan sedang memutar sebuah dadu yang mungkin saja menjadi sebuah penentuan terjadinya pemanasan global. Peringatan ini keluar dari pemikiran seorang ekonomis bernama William Nordhaus.  Namun dalam buku ini dia optimis bahwa masih ada waktu untuk kembali dan memutar balikan keadaan  keluar dari permainan.”

Pengaruh dari semakin meningkatnya kadar karbon dioksida di udara juga telah menurunkan pemasukan negara Amerika. Sektor yang terkena dampak langsung paling besar dan tingkat penurunan pendapatannya paling tinggi adalah pertanian, kehutanan, dan perikanan. Pemanasan global telah menimbulkan hama dan kematian satwa di Amerika. 

Buku ini menawarkan beberapa strategi yang disertai penghitungan atas keuntungan dan kerugian yang mungkin terjadi. Strategi itu tidak hanya bagaimana mengurangi pelepasan emisi CO2 ke udara namun juga mempercepat emisi terserap kembali. 

Pada bagian akhir, Nordhaus menawarkan strategi kebijakan politik yang mendorong teknologi rendah karbon yang paling mungkin diterapkan. Titik tekannya tetap pada biaya yang timbul jika kebijakan itu diterapkan atau tak diindahkan. Model-model ekonomi yang dia buat telah bisa mendekati hasil-hasil yang spesifik sehingga para pemangku kebijakan langsung diberikan pilihan yang rasional.

Salah satu saran paling jelas dari Nordhaus adalah penggunaan pajak karbon. Menurut dia, carbon tax jauh lebih efektif dibanding kebijakan apa pun jika tujuannya menekan emisi gas rumah kaca. Dengan pajak, kita akan bisa mengendalikan pemakaian energi sekaligus mendapatkan uang untuk mengubah teknologi menjadi ramah lingkungan.

Jepang, yang ambisius menurunkan emisi karbon pada 2050, memakai pajak karbon untuk menekan penduduk dan perusahan beralih ke teknologi ramah lingkungan. Mereka yang bersedia mengurangi emisi mendapat insentif, sebaliknya mereka yang bandel harus membayar lebih. Pajak adalah instrumen yang efektif mencegah perubahan iklim.

Baca ceritanya di sini: Cinta Istri Menghidupkan Teluk Mati

Membaca buku ini kita bisa paham mengapa panitia Nobel memilihnya untuk ekonomi tahun ini. Ikhtiar Nordhaus layak diapresiasi mengingat usahanya sangat bermanfaat bagi manusia hari ini. Permodelan perubahan iklim yang dibuatnya sangat sederhana dan bisa diterapkan. Sama seperti buku ini, yang disusun dan diarahkan kepada siapa saja.

Penjelasan Nordhaus sangat sederhana dan mudah dicerna. Bagi pembaca yang awam ilmu ekonomi ada penjelasan setiap istilah teknis yang tak terhindarkan dipakai Nordhaus. Hanya saja, penjelasan itu ditaruh di catatan pendamping di bagian akhir, bukan catatan kaki di tiap halaman kata tersebut. Agak merepotkan tapi layak dibaca, sebagai pengingat bumi makin tua dan kita bisa terperangkap di dalamnya.

The Climate Casino : Risk, Uncertainty, and Economics for a Warming World
Penulis           : William Nordhaus
Penerbit         : Yale University Press
Tahun Terbit : 2013
Tebal             : 378 Halaman

Daftarkan alamat email anda untuk berlangganan GRATIS artikel terbaru kami

Bagikan

Komentar

Artikel Lain

  • Laporan Utama

    Perhutanan Sosial 4.0

    Perhutanan sosial memasuki fase ketiga: menjadi solusi konflik tenurial, meningkatkan taraf hidup petani di sekitar hutan, dan tercapai kelestarian ekologi. Prinsip dasarnya adalah mengubah orientasi pemberian akses terhadap hutan, dari paradigma bisnis kepada korporasi selama 1970-2000, menjadi orientasi kepada masyarakat yang secara empiris terbukti lebih mampu menjaga rimba secara berkelanjutan. Dengan targetnya seluas 13,8 juta hektare, perhutanan sosial masih tertatih-tatih sebagai andalan mengentaskan kemiskinan dan menumbuhkan ekonomi masyarakat kecil: hanya mengejar target realisasi pemberian izin, prinsip pelibatan masyarakat yang belum ajek, hingga lambatnya mesin birokrasi yang belum simultan mendorong tercapainya tiga tujuan itu.

  • Laporan Utama

    Otokritik Kemitraan Konservasi

    Kurang jelasnya aturan mengenai mitra konservasi juga bisa menjadi pemicu konflik. Padahal, kemitraan konservasi menjadi salah satu cara menyelesaikan konflik masyarakat di kawasan hutan.

  • Laporan Utama

    Atas Nama Keadilan Akses Terhadap Hutan

    Infografik: sebaran dan capaian perhutanan sosial 2019.

  • Laporan Utama

    Konflik Padam Setelah Izin Datang

    Masyarakat lima desa di Mesuji, Sumatera Selatan, tak lagi bersitegang setelah mendapat izin menggarap karet di kawasan hutan Inhutani III. Tak lagi curiga kepada pemerintah.

  • Laporan Utama

    Dari Pohon Turun ke Karbon

    Beberapa skema perhutanan sosial terbukti mengurangi emisi karena hutannya mampu menyerap emisi gas rumah kaca secara signifikan. Belum masif dikembangkan dalam perdagangan karbon.

  • Laporan Utama

    Agroforestri Sawit: Mungkinkah?

    Sebuah tawaran solusi menyelesaikan konflik lahan di kawasan hutan, terutama areal hutan yang ditanami sawit.

  • Laporan Utama

    Agroforestri Paling Cocok untuk Perhutanan Sosial

    Agroforestri telah dipraktikkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan, pakan ternak dan kayu bakar.  

  • Laporan Utama

    Jadi Petani Asyik Lagi

    Anak muda Garut kembali ke kampung menjadi petani. Lebih menjanjikan dibanding merantau.

  • Laporan Utama

    Dari Problem ke Terobosan

    Sejumlah problem perhutanan sosial sehingga realisasi pemberian akses kepada masyarakat mengelola hutan di sekitar tempat tinggalnya menjadi tersendat. Perlu beberapa terobosan yang lebih masif.

  • Laporan Utama

    Milenial dalam Perhutanan Sosial

    Perlu regenerasi baru petani hutan sehingga perhutanan sosial perlu menggandeng milenial. Rata-rata petani hutan berusia 57 tahun.