Buku | Januari-Maret 2019

Buku Pintar Istilah-Istilah Kehutanan

Buku yang mempermudah pemahaman terhadap istilah-istilah teknis di bidang kehutanan. Akan ideal jika tersedia dalam dua bahasa: Indonesia-Inggris.

Libriana Arshanti

Anggota Dewan Redaksi, bekerja sebagai konsultan kehutanan dan lingkungan.

SEWAKTU mulai belajar ilmu kehutanan di kampus Institut Pertanian Bogor pada 1996, saya tak kunjung paham dengan istilah-istilah baru yang saya dengar waktu itu. Kartografi, silvikultur, kehutanan masyarakat, agroforestri, ekowisata. Belum lagi istilah yang muncul diambil dari bahasa hukum peraturan dan perundangan.

Untuk mengingatnya, saya catat tiap kali mendengar istilah baru dari dosen maupun teman atau ketika mengikuti seminar. Catatan-catatan itu kemudian membantu saya memahami paradigma dan ilmu kehutanan secara lebih cepat. Betapa ilmu pengetahuan ternyata dibuka dan tersampaikan dengan pemahaman bahasa lebih dulu.

Sialnya, istilah-istilah yang saya catat itu tak berusia panjang. Baru saja memahami tentang hak pengusahaan hutan (HPH), muncul nama baru Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK). Dahulu ada Hutan Tanaman Industri (HTI) saat ini hanya disebutkan Hutan Tanaman saja. Apakah hutan bukan tanaman atau tanaman itu bukan hutan? Sebab tanaman itu kata benda bentukan, bukan kata benda dasar. Ia akan rancu jika digandengkan dengan kata benda lain. Mengapa bukan “hutan tanam” saja yang mengacu pada hutan yang dibuat manusia, untuk membedakan dengan hutan alam?

Problem manusia memang dimulai dari problem bahasa. Sebab ia menjadi alat komunikasi kita. Jika kita gagal memakainya, gagal pula komunikasi manusia. Untuk menyatukan makna itu kita menyepakati nama benda-benda dengan bahasa. Setelah itu kita membuat istilah jika sebuah makna dan pengertian tak cukup diserap oleh hanya satu kata. Karena itu kita perlu kamus agar hal-ihwal mudah diingat dan dipelajari.

Maka Kamus Kehutanan yang disusun Bambang Winarto ini menjadi penting dan relevan agar kita satu pemahaman dalam melihat persoalan hutan, kehutanan, dan lingkungan. Seperti disebutkan dalam pengantarnya, Bambang membuat kamus ini untuk “menyamakan definisi tentang kehutanan terutama bagi mahasiswa kehutanan, penyelenggara kegiatan kehutanan, masyarakat penggiat lingkungan, dan sebagai acuan dalam pembakuan istilah-istilah kehutanan.

Buku yang terbit pada 2018 ini sudah mengakomodasi perubahan istilah sesuai peraturan kehutanan yang terakhir. Penjelasan definisi dari istilah kehutanan dalam kamus ini juga sudah mencantumkan Peraturan Kehutanan yang menyebutkan istilah-istilah tersebut. Sehingga kita tak perlu membuka lembar-lembar peraturan untuk memastikan pengertian sebuah istilah.

Salah satu contohnya ada di nomor 185 tentang “batas hutan”. Kamus Kehutanan mendefinisikan frasa atau istilah ini dengan pengertian “batas kawasan hutan maupun batas fungsi hutan dan batas areal suatu hak pengusahaan yang ditetapkan oleh menteri.” Bambang mengambil pengertian ini mengacu kepada Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 333/1999.

Ada banyak istilah-istilah lain yang dicantumkan dalam kamus setebal 357 halaman ini. Totalnya ada 3.535 lema istilah kehutanan yang terbagi dalam dua bagian. Bagian pertama adalah definisi arti dan pada bagian dua adalah singkatan-singkatan yang digunakan dalam bidang kehutanan. Sayangnya, pada bagian dua Bambang tak menuliskan di halaman mana saja singkatan dan istilah yang ia kutip itu bisa ditemukan.

Problem lain adalah kamus ini masih menghimpun istilah dalam bahasa Indonesia. Mengingat dunia kehutanan sudah menjadi isu global, istilah-istilah tersebut perlu diterjemahkan atau dicari padanannya dalam istilah bahasa Inggris. Sehingga akan afdal jika Kamus Kehutanan tersedia dalam dwibahasa, apalagi jika disediakan secara online dalam bentuk aplikasi di telepon pintar.

Informasi Buku :

Judul Buku         : KAMUS KEHUTANAN
Penulis               : Bambang Winarto
Penerbit              : Himpunan Alumni Fahutan IPB (HAE) IPB bekerja sama dengan PT. Penerbit IPB Press
Tahun Terbit      : 2018
Jumlah Halaman :357 halaman

 

Daftarkan alamat email anda untuk berlangganan GRATIS artikel terbaru kami

Bagikan

Artikel Terkait

Komentar

Artikel Lain