Laporan Utama | Agustus-Oktober 2016

Mari Berwisata...

Ekowisata kian digandrungi para pelancon. Promosi melestarikan alam mulai menyadarkan banyak orang akan pentingnya upaya pelestarian. Dan upaya tersebut bertemu dengan hasrat orang untuk jalan-jalan dalam ekowisata. Tak mudah menggolongkan sebuah objek wisata ke dalam kategori eko. Ini beberapa di antaranya:

Libriana Arshanti

Anggota Dewan Redaksi, bekerja sebagai konsultan kehutanan dan lingkungan.

Togean
Di Kepulauan Togean, Sulawesi Tengah, tepatnya di Pulau Kadidiri, ada danau ubur-ubur yang tak menyengat. Kita bisa berenang dan menyelam bersama jutaan ubur-ubur merah di sana. Kontur dasar lautnya yang landai membuat penyelam bisa merasakan perbedaan kontur laut beserta habitatnya yang berbeda-beda secara perlahan.

Di sekitar Kadidiri banyak perkampungan suku Bajo, para pelaut asal perairan Sulu di Filipina yang menjelajah perairan Indonesia hingga Pasifik. Kecuali di Kabalutan, mereka sudah kawin-mawin dengan penduduk setempat. Di Pulau Papan, area penampungan kayu sebelum jadi desa, hidup orang Bajo yang sudah hidup di darat.

20180907220531.jpg

Atraksi mereka membopong ikan di dasar laut tanpa tabung oksigen dan pemancing gurita adalah atraksi menakjubkan yang jarang ditemukan di pantai-pantai wisata lain. Turis yang datang ke Togean umumnya datang dari Eropa. Mereka tahu informasi serba sedikit tentang pulau ini dari sehalaman informasi di Lonely Planet. Umumnya mereka menyebut Togean sebagai “pulau bulan madu”, karena tak ada sinyal dan fasilitas modern lain.

Kini ada tiga penginapan di Kadidiri. Cara mencapainya lumayan ribet. Selain dari Gorontalo dengan 12 jam, ada dari Poso dengan perjalanan darat ke Ampana, lalu naik kapal besar ke Wakai selama lima jam. Dari Wakai ke Kadidiri dijemput kapal motor penginapan, melewati pulau kecil dengan hutan masih perawan tak berpenghuni dan berpapasan dengan orang Bajo yang hendak melaut.

Derawan
Kepulauan Derawan bisa dicapai dengan pesawat dari Jakarta ke Berau di Kalimantan Timur. Ini surga snorkeling dan menyelam, habitat penyu sisik dan penyu hijau, yang menjadi teman dan observasi ketika menyelam.

Dari Bandar Udara Tanjung Redeb ke Derawan harus melalui pantai Tanjung Batu dengan mobil sewaan seharga Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu selama 1,5 jam. Dari Tanjung Batu perjalanan dilanjutkan dengan kapal motor.

Derawan sudah sangat terkenal. Selain resor di bibir pantai dan hotel, penduduk di sana juga menawarkan rumahnya untuk dijadikan tempat menginap. Jika hotel harganya Rp 600 ribu dan penginapan Rp 300-350 ribu, di rumah penduduk cukup membayar Rp 250 ribu semalam.

Saya pernah tiga hari di Derawan untuk snorkeling dan menyelam. Beruntung saya bertemu empat penyu ketika sedang menyelam. Ini momen lumayan langka karena saya kurang beruntung tak melihat penyu bertelur.

Derawan bisa dikeliling dengan joging. Di sekitarnya ada Pulau Maratua, Kakaban, dan Sangalaki. Tapi harus menyeberang dan menyewa kapal karena tak ada kapal reguler ke tiga pulau itu. Di Kakaban kita bisa berenang bersama ubur-ubur yang tak menyengat atau mengunjungi danau biru di dalam goa. Indah sekali Indonesia!

Tak seperti di daerah wisata terpencil lain, Derawan sudah dimasuki sinyal 4G. Jadi selfie bersama ubur-ubur bisa langsung diketahui dunia.

Sewa alat snorkel: Rp. 25.000 per hari
Kaki katak: Rp. 25.000 per hari
Harga standar makan: Rp. 35.000-Rp. 150.000 

Transportasi

Tanjung Batu-Derawan
-           Kapal reguler  Rp. 100.000 per orang
-           Speed boat kapasitas 4-5 orang Rp. 300.000 untuk sekali jalan

Keliling 3 pulau (Maratua, Kakaban, dan Sangalaki)
-           Speed boat kapasitas 4-5 orang dengan harga Rp. 1.600.000 /hari

Sumber dan kontak: Ibnu (085247776031)

Pulau Seribu

Pada 15 April 2016, Presiden Joko Widodo dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya melepaskan tiga elang bondol, 500 tukik, dan empat ekor penyu sisik dalam peringatan Hari Hutan Internasional di Pulau Karya, Kepulauan Seribu, Jakarta. Hewan-hewan itu akan menambah keragaman fauna di pulau yang hanya satu jam dari utara Ibu Kota itu.

Selain hewan udara, terumbu karang di beberapa pulau juga masih terpelihara. Beberapa pulau lain menjadi tempat pemancingan yang terkenal. Karena kabupaten sendiri, tiap pulau banyak penghuninya. Pulau Panggang belum terlalu terkenal sebagai tujuan wisata. Baru tiga tahun belakangan orang mengunjunginya untuk snorkeling dan memancing.

20180907220544.jpg

Pulau seluas 9 hektare ini dihuni 1.200 penduduk. Tak seperti pulau lain, di sini Bahasa Indonesia diucapakn dengan logat Sulawesi karena nenek moyang penduduknya dari Mandar. Ke pulau ini tak ada akses langsung dari Jakarta. Harus singgah di Pulau Pramuka sebelum melanjutkan dengan kapal kecil selama setengah jam. Karena belum terkenal, penduduk tak menyediakan penginapan, juga alat sewa snorkeling, sehingga pelancong harus menyiapkannya sejak dari Pramuka.

Di sebut Pulau Panggang karena suhunya 31 derajat Celcius, juga karang gosong di sana, yang dipercaya sebagai tempat membakar bajak laut yang tertangkap ketika hendak merampok pulau. Cerita lokal ini membuat pulau ini dikunjungi para peziarah, karena ada makam yang dipercaya sebagai “Pendekar Darah Putih”, nenek moyang orang Pulau Panggang.

Daftarkan alamat email anda untuk berlangganan GRATIS artikel terbaru kami

Bagikan

Komentar

Artikel Lain

  • Laporan Utama

    Insaf yang Hampir Terlambat

    Pengelolaan hutan yang mengandalkan sepenuhnya pada komoditas kayu, setelah Indonesia merdeka, menghasilkan deforestasi dan degradasi lahan yang akut dan membuat planet bumi kian memanas. Pertumbuhan penduduk dan tuntutan kebutuhan ekonomi menambah derita hutan tropis Indonesia. Setelah 34 juta hektare tutupan hutan hilang, setelah 49% habitat endemis lenyap, kini ada upaya memulihkan hutan kembali lewat restorasi ekosistem: paradigma yang tak lagi melihat hutan semata tegakan pohon. Restorasi seperti cuci dosa masa lalu, cuci piring kotor sebelum kenyang, insaf yang hampir terlambat. Setelah satu dekade, restorasi masih merangkak dengan pelbagai problem. Aturan-aturan main belum siap, regulasi masih tumpang tindih, organ-organ birokrasi di tingkat tapak belum sepenuhnya berjalan.

  • Laporan Utama

    Usaha Restorasi Belum Stabil Setelah Satu Dekade

    Usaha restorasi ekosistem setelah lebih dari satu dekade.

  • Laporan Utama

    Hablumminalam di Kalimantan

    Untuk bisa menjaga gambut agar menyerap karbon banyak, pertama-tama bekerja sama dengan masyarakat. Sebab ancaman utama gambut adalah kebakaran.

  • Laporan Utama

    Keanekaragaman Hayati di Hutan Restorasi

    Restorasi menjadi usaha memulihkan keanekaragaman hayati kawasan hutan produksi yang rusak. Terbukti secara empirik.

  • Laporan Utama

    Tenggiling di Ekosistem Riau

    Ekosistem Riau memiliki sumber daya mencengangkan. Belum banyak penelitian mengenai keanekaragaman hayati, khususnya di ekosistem hutan gambut ini.

  • Wawancara

    Restorasi Ekosistem adalah Masa Depan Kehutanan

    Wawancara dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang sedang menjabat Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari yang mengurus restorasi ekosistem. Menurut dia, restorasi adalah masa depan kehutanan dalam mengelola lingkungan.

  • Laporan Utama

    Inovasi dan Penguatan Kebijakan Restorasi Ekosistem

    Dalam kondisi kapasitas pemerintah pusat dan daerah belum cukup menjalankan pengelolaan hutan secara nasional, pelaku restorasi ekosistem hutan diharapkan bisa mengisi lemahnya kapasitas pengelolaan tersebut.

  • Laporan Utama

    Restorasi Ekosistem Sampai di Mana?

    Kebijakan restorasi saat ini sudah mendekati filosofi dan menjadi pedoman pemerintah dan pemegang izin dalam implementasi di lapangan.

  • Laporan Utama

    Pemulihan Jasa Ekosistem

    Studi di hutan pegunungan Jawa Barat telah menyingkap fakta ilmiah begitu pentingnya ekosistem hutan dalam mempertahankan, meningkatkan dan memulihkan kesehatan manusia.

  • Kolom

    Pegunungan Cycloop Menunggu Restorasi

    Status cagar alam tak membuat Cycloop terlindungi. Perladangan berpindah, pertanian, dan naiknya jumlah penduduk membuat Cycloop menjadi rusak dalam sepuluh tahun terakhir.