Ragam | Oktober-Desember 2019

Hutan untuk Pemulihan Kesehatan

Hutan sebagai alat terapi kesehatan. Ekosistemnya bisa menurunkan stres.

Redaksi

Redaksi

SELAIN sumber memenuhi kebutuhan hidup, hutan juga bermanfaat bagi kesehatan manusia. Hutan menyimpan berbagai tanaman yang dapat digunakan sebagai obat-obatan untuk penyembuhan dari segala penyakit. Hutan sesungguhnya hampir seperti rumah sakit. Hutan dapat menjadi tempat untuk proses penyembuhan atau pemulihan kesehatan manusia menjadi lebih baik. Dengan hanya mengunjungi hutan, kita memperoleh manfaat kesehatan.

Di Jepang ada istilah shinrin-yoku, yang diterjemahkan menjadi “mandi hutan” atau healing forest. Heal merupakan konsep yang tidak hanya menyembuhkan luka atau penyakit, melainkan juga sembuh secara raga, pikiran, dan jiwa. Dengan hanya berjalan kaki maupun duduk tenang, yoga, meditasi, berkemah, piknik, meminum teh atau kopi bersama, dan masih banyak lagi yang dapat dilakukan untuk upaya pemulihan kesehatan di dalam hutan. apa negara di Eropa.

Kriteria healing forest masih belum banyak dikaji oleh akademisi maupun praktisi. Menurut Dr. Qing Li, seorang pakar ahli dalam forest bathing, mandi di hutan ini adalah kita memasuki kawasan hutan kemudian membiarkan hutan terhubung dengan semua indra kita seperti indra penciuman, pengecap, penglihatan, pendengaran, perabaan, dan gerakan.

Berdasarkan indera-indera tersebut, menurut Li, kriteria healing forest antara lain kondisi mikroklimat yang nyaman, tingkat kebisingan yang rendah, kelerengan yang datar, pemandangan indah, kerapatan pohon, dan jenis vegetasi. Karena itu penting menjaga hutan karena ia akan menyembuhkan jiwa dan raga kita.

Megatrikania Kendali

Alumni Program Studi Rekayasa Kehutanan & Magister Biomanajemen Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati ITB.

Daftarkan alamat email anda untuk berlangganan GRATIS artikel terbaru kami

Bagikan

Komentar

Artikel Lain

  • Laporan Utama

    Insaf yang Hampir Terlambat

    Pengelolaan hutan yang mengandalkan sepenuhnya pada komoditas kayu, setelah Indonesia merdeka, menghasilkan deforestasi dan degradasi lahan yang akut dan membuat planet bumi kian memanas. Pertumbuhan penduduk dan tuntutan kebutuhan ekonomi menambah derita hutan tropis Indonesia. Setelah 34 juta hektare tutupan hutan hilang, setelah 49% habitat endemis lenyap, kini ada upaya memulihkan hutan kembali lewat restorasi ekosistem: paradigma yang tak lagi melihat hutan semata tegakan pohon. Restorasi seperti cuci dosa masa lalu, cuci piring kotor sebelum kenyang, insaf yang hampir terlambat. Setelah satu dekade, restorasi masih merangkak dengan pelbagai problem. Aturan-aturan main belum siap, regulasi masih tumpang tindih, organ-organ birokrasi di tingkat tapak belum sepenuhnya berjalan.

  • Laporan Utama

    Usaha Restorasi Belum Stabil Setelah Satu Dekade

    Usaha restorasi ekosistem setelah lebih dari satu dekade.

  • Laporan Utama

    Hablumminalam di Kalimantan

    Untuk bisa menjaga gambut agar menyerap karbon banyak, pertama-tama bekerja sama dengan masyarakat. Sebab ancaman utama gambut adalah kebakaran.

  • Laporan Utama

    Keanekaragaman Hayati di Hutan Restorasi

    Restorasi menjadi usaha memulihkan keanekaragaman hayati kawasan hutan produksi yang rusak. Terbukti secara empirik.

  • Laporan Utama

    Tenggiling di Ekosistem Riau

    Ekosistem Riau memiliki sumber daya mencengangkan. Belum banyak penelitian mengenai keanekaragaman hayati, khususnya di ekosistem hutan gambut ini.

  • Wawancara

    Restorasi Ekosistem adalah Masa Depan Kehutanan

    Wawancara dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang sedang menjabat Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari yang mengurus restorasi ekosistem. Menurut dia, restorasi adalah masa depan kehutanan dalam mengelola lingkungan.

  • Laporan Utama

    Inovasi dan Penguatan Kebijakan Restorasi Ekosistem

    Dalam kondisi kapasitas pemerintah pusat dan daerah belum cukup menjalankan pengelolaan hutan secara nasional, pelaku restorasi ekosistem hutan diharapkan bisa mengisi lemahnya kapasitas pengelolaan tersebut.

  • Laporan Utama

    Restorasi Ekosistem Sampai di Mana?

    Kebijakan restorasi saat ini sudah mendekati filosofi dan menjadi pedoman pemerintah dan pemegang izin dalam implementasi di lapangan.

  • Laporan Utama

    Pemulihan Jasa Ekosistem

    Studi di hutan pegunungan Jawa Barat telah menyingkap fakta ilmiah begitu pentingnya ekosistem hutan dalam mempertahankan, meningkatkan dan memulihkan kesehatan manusia.

  • Kolom

    Pegunungan Cycloop Menunggu Restorasi

    Status cagar alam tak membuat Cycloop terlindungi. Perladangan berpindah, pertanian, dan naiknya jumlah penduduk membuat Cycloop menjadi rusak dalam sepuluh tahun terakhir.