Ragam | Januari-Maret 2019

Kota Terkotor di Indonesia

Kota-kota tersebut masuk kategori terkotor karena masih menggunakan pembuangan sampah yang terbuka.

Siti Sadida Hafsah

Mahasiswa Fakultas Kehutanan IPB

SETIAP tahun, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memberikan penghargaan Adipura untuk mengapresiasi pengelolaan lingkungan kota-kota di Indonesia. Untuk tahun ini penilaian terakhir dilaksanakan pada 14 Januari 2019. Dari 514 kabupaten/kota sebanyak 72 persen sudah mendapatkan penilaian. 

Ada beberapa kota yang mendapat nilai terendah, sehingga bisa dikategorikan sebagai kota terkotor. Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Rosa Vivien Ratnawati berharap bahwa kota-kota yang mendapatkan penilaian Adipura rendah bisa memperbaiki pengelolaan sampahnya.

"Hal yang menjadi tujuan utama itu bukan mendapatkan Adipura, tapi yang menjadi tujuan utama adalah target yang ada di Jakstrada (kebijakan dan strategi daerah) dan Jaktranas (kebijakan dan strategi nasional). Itu yang utama pengurangan 2025 bisa 30 persen, dan 70 persen penanganan (sampah)", kata Rosa seperti dikutip Antara.

Sepuluh kota terkotor terbagi dalam empat kategori. Kategori metropolitan didapatkan oleh Medan, sedangkan untuk kategori kota besar diraih Bandar Lampung dan Manado. Pada kategori sedang ada kota Sorong, Kupang, dan Palu. Dan kota kecil yang meraih predikat kota terkotor di antaranya Waikabubak di Sumba Barat, Waisai di Raja Ampat, Ruteng di Manggarai, Kabupaten Buol di Sulawesi Tengah, serta Bajawa di Kabupaten Ngada.

Kota-kota tersebut masuk kategori terkotor karena masih menggunakan pembuangan sampah yang terbuka. Juri juga menilai kebijakan serta strategi pengelolaan sampah rumah tangga. Antara lain penyediaan anggaran mengelola sampah rumah tangga dan sampah lingkungan. Komitmen dan partisipasi publik dalam pengelolaan sampah juga masuk penilaian untuk kategori ini.

Pemerintah pusat, kata Rosa, akan melakukan pendampingan terhadap kota-kota ini untuk memperbaiki kebijakan pengelolaan lingkungan mereka.

Sumber: Antara

Daftarkan alamat email anda untuk berlangganan GRATIS artikel terbaru kami

Bagikan

Komentar

Artikel Lain