Salam Ketua | April-Juni 2018

Menjelang Hapka

Selama Ramadan, kami pengurus Himpunan Alumni telah membuat sebuah kegiatan yang sungguh sangat mulia, yakni memberikan sumbangan kepada alumni dan keluarga alumni kita yang membutuhkan.

M. Awriya Ibrahim

Ketua Himpunan Alumni Fakultas Kehutanan IPB periode 2015-2018

MESKI sudah lewat, izinkan saya menghaturkan minal aidzin wal faidzin taqaballahu minna wa minkum, siyamana wa siyamakum. Mohon maaf lahir batin di bulan Syawal ini. Sekaligus saya juga ingin menghaturkan permohonan maaf karena edisi Forest Digest nomor 7 ini terlambat terbit.

Kesibukan para anggota redaksi rupanya terlalu menyita waktu sehingga beberapa liputan, ditambah libur panjang Lebaran, luput memenuhi tenggat. Semoga ke depan kami lebih bisa memenuhi janji terbit tiga bulanan.

Saya juga ingin melaporkan, selama Ramadan, kami pengurus Himpunan Alumni telah membuat sebuah kegiatan yang sungguh sangat mulia, yakni memberikan sumbangan kepada alumni dan keluarga alumni kita yang membutuhkan. Alhamdulillah, acara berjalan lancar  dan membuktikan semangat care and respect kita semakin menebal. Terima kasih kepada seluruh alumni yang sudah berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Tak terasa sebentar lagi kita akan memasuki bulan September. Dan September tahun ini alumni Fakultas Kehutanan IPB punya hari besar, yakni Hari Pulang Kampus ke-17. Acara rutin empat tahunan ini adalah forum pertemuan seluruh rimbawan IPB se-Indonesia. Kami selalu merindukan momen HAPKA karena sekaligus menjadi ajang reuni, temu kangen seluruh alumni.

Melalui lembar yang baik ini saya ingin menghimbau kepada seluruh alumni Fahutan IPB di seluruh Indonesia agar bersama-sama menyukseskan acara ini. Saya sudah membentuk panitia untuk acara yang akan menjadi forum pertanggungjawaban saya sebagai Ketua Alumni Fahutan dalam periode ini. Acara puncak HAPKA XVII pada 8-9 September 2018 adalah musyawarah besar pemilihan Ketua Himpunan Alumni Fakultas Kehutanan IPB.

Forest Digest merencanakan edisi khusus menyambut HAPKA yang akan berisi tentang profil kita semua sebagai alumni, cerita masa lalu belajar di Fahutan, cerita para senior, kisah para junior, dan perubahan-perubahan Fahutan dari waktu ke waktu. Intinya, edisi khusus HAPKA ini berisi kenangan kita akan kampus tercinta Fahutan IPB.

Redaksi akan menyiapkan edisi ini secara khusus dan mudah-mudahan edisi tersebut bisa beredar saat acara HAPKA serta menjadi edisi yang layak koleksi, walau pun semua edisi, menurut saya, layak disimpan. Sehingga edisi ini akan menjadi edisi yang merekam perjalanan kita di Fahutan sampai kini menjadi alumni.

Saya mengimbau kepada para alumni menerima para reporter Forest Digest yang akan datang mewawancarai Akang dan Teteh yang terpilih sebagai narasumber. Para ketua angkatan mohon menyiapkan foto-foto untuk dimuat di majalah ini. Sekali lagi, saya mengingatkan, majalah ini ada untuk kita dan oleh kita.

Salam Rimbawan.

Daftarkan alamat email anda untuk berlangganan GRATIS artikel terbaru kami

Bagikan

Komentar

Artikel Lain

  • Laporan Utama

    Citarum Belum Harum

    Banyak program memperbaiki sungai Citarum, sungai terpanjang di Jawa Barat, yang dijuluki sungai terkotor di kolong langit. Tiap gubernur punya program sendiri dengan anggaran tak sedikit. Ada Citarum Bergetar, Citarum Lestari, Citarum Bestari. Semuanya gagal. Kini muncul Citarum Harum. Kali ini perbaikan lebih masif dan bergaung karena kebijakannya langsung di tangan presiden. Tahun pertama Citarum Harum perbaikan sungai yang berakhir di Muara Gembong Bekasi ini belum terlalu signifikan, tapi menjanjikan. Perlu pola pikir menyeluruh di semua lapisan masyarakat.

  • Laporan Utama

    Perang Melawan Kerusakan Citarum

    Perbaikan Citarum dari hulu ke hilir. Butuh komitmen kuat.

  • Laporan Utama

    Menengok Mastaka Citarum

    Situ Cisanti, kilometer 0 sungai Citarum, kini bersih dari sampah dan eceng gondok. Tujuh mata air mengalir deras.

  • Laporan Utama

    Nyi Santi dari Bumi Pohaci

    Irma Hutabarat menekuni vetiver untuk menyelamatkan sungai yang porak poranda. Citarum membuatnya jatuh cinta.

  • Laporan Utama

    Citarum, oh, Citarum

    Citarum dalam angka.

  • Laporan Utama

    Merusak Lingkungan Belum Jadi Pidana

    Wawancara dengan Taruna Jaya, Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Citarum-Ciliwung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

  • Laporan Utama

    Mengatasi Tuna Daya Mengelola Citarum

    Petani di bagian hulu DAS Citarum perlu didorong dalam konteks transformasi komoditas yang lebih menguntungkan secara finansial, yaitu mengganti tanaman hortikultura menjadi kopi dan pohon buah.

  • Laporan Utama

    Perhutanan Sosial untuk Perbaikan Hulu Sungai

    Perhutanan sosial merupakan sistem pengelolaan hutan lestari sehingga program ini dapat mendukung pemulihan kondisi DAS Citarum melalui pelaksanaan perhutanan sosial di Wilayah Kerja Perum Perhutani di Provinsi Jawa Barat.

  • Laporan Utama

    Sungai Itu Seperti Tubuh Kita

    Jika wilayah DAS terbagi ke dalam wilayah hulu (atas), tengah dan hilir (bawah), maka tubuh manusia pun terdiri dari bagian atas, tengah dan bawah.

  • Laporan Utama

    Solusi untuk Citarum

    Slogan mempertahankan Citarum bebas limbah dan kotoran wajib dilaksanakan mulai dari setiap RT, RW, desa dan kecamatan yang berinteraksi dengan Citarum. Bentuk forum Kiai Peduli Citarum.