Untuk bumi yang lestari

Kolom|April-Juni 2020

Kota Sebagai Teater Semesta

Kota adalah sebuah rendezvous. Membangunnya dengan sistem tertutup hanya akan menciptakan sekat yang membelah manusia ke dalam segregasi kebudayaan sehingga tak menciptakan sebuah ruang yang hidup, sebuah teater.

KOTA adalah sebuah sistem ruang kehidupan yang terbuka. Namun kini oleh kekuasaan ekonomi dan birokrasi, kota sering dipandang dan diperlakukan sebagai sistem yang tertutup. Pandangan dan perlakuan ini melupakan hakikat kota sebagai kota manusia: city-citizen-civility.

Dengan cara pandang seperti itu, kota pun dibangun dengan istilah yang kaku semacam “perencanaan kota”. Kekakuan....

Klik Login jika Anda pernah membeli artikel ini.
Dukung kami dengan menjadi Pelanggan melalui tombol Daftar dan Deposit.
 
 
 

Sosiolog Universitas Negeri Jakarta

Bagikan

Komentar

Artikel Lain