Teknologi | Juli-September 2018

Menaikkan Air Tanpa Listrik

Pompa air tanpa listrik sehingga ramah lingkungan. Mampu menaikkan air ke tempat yang lebih tinggi.

Satrio Cahyo Nugroho

Petani dan forester

MULANYA ada teman yang meminta dibuatkan pompa air tanpa listrik pada 2007. Bambang Erbata Kalingga lalu mempelajari teknik membuatnya tapi tak terlalu fokus menguliknya karena sedang mengerjakan proyek lain. Baru pada 2010 ia intens mempelajari pompa air yang memanfaatkan tenaga air ini. Artinya, Bambang hendak membuat pompa air yang seluruh tenaganya diambil dari aliran air itu sendiri.

Bambang, 48 tahun, sudah lama bergelut dalam teknologi ramah lingkungan. Ia paham, aliran air punya potensi dan tenaga yang besar sehingga tak perlu sumber energi lain untuk menggerakkannya. Karena tekun menciptakan teknologi-teknologi tanpa bahan bakar itu, lulusan Politeknik Mekanika Institut Teknologi Bandung ini terpilih dalam Anugerah Telkomsel 2016 sebagai pegiat pertanian organik dan energi ramah lingkungan.

Dari bengkelnya di Buaran Machine Werk, Jakarta Timur, Bambang kemudian menghasilkan pompa tanpa listrik ini. Di dunia teknologi, teknik yang disebut ram pump ini tak sama sekali baru. Nama lainnya pompa hidrolik (hydram) yag pertama kali dibuat oleh ilmuwan Inggris, John Whitehurst, pada 1775 dan berjalan secara manual.

Mesin otomatis kemudian dikembangkan oleh Joseph Michel Montgolfier dari Prancis tahun 1796 lalu dipatenkan setahun kemudian oleh Matthew Boulton di Inggris. Pierce tahun 1816 menambahkan katup udara (sniffer valve). James Easton, pemilik Green & Carter di Inggris, pada 1820 pertama kali memproduksi hydram atau pompa hidrolik dalam skala besar untuk tujuan komersial.

Menurut Bambang, ram pump sangat cocok dengan Indonesia yang mengandalkan komoditas pertanian pada sawah tadah hujan. Sehingga, teknologi ini berguna bagi petani ketika musim kemarau. Karena tak perlu bahan bakar atau listrik, ram pump pun menjadi murah. “Sangat cocok untuk pertanian di daerah perbukitan,” kata Bambang.

Ram pump adalah pompa air yang didesain sanggup memindahkan air dari tempat rendah ke tempat yang lebih tinggi dengan menggunakan aliran air atau memanfaatkan energi air dalam jumlah yang besar. Kunci lain adalah memakai energi gravitasi yang menghasilkan tekanan air untuk mengalirkan air ke tempat lebih tinggi. Air didorong agar bisa naik oleh energi air yang turun dengan energi yang lebih besar ketimbang energi yang menahannya.

Dengan aliran air yang terus menerus itu, pompa ini akan beroperasi secara terus menerus juga, tanpa energi dari luar alatnya. Seperti kata Bambang, ram pump sangat cocok untuk pertanian di bukit atau lembah karena bisa menaikkan air dari sungai ke lahan lahan yang lebih tinggi.

Menurut Bambang, konstruksi dan perakitan ram pump sangat mudah, bahkan perawatan pun tidak sulit, nyaris tak perlu sentuhan baru ketika sudah dipakai. Karena tak ada bahan bakar, teknologi ini bebas polusi dan bisa dipakai selama 24 jam.

Bambang mengakui investasi untuk membuat ram pump agak mahal, namun bisa menghemat ongkos opeasional petani jika sudah dipakai dan sistem operasinya sudah berjalan. Para petani tidak memerlukan banyak tenaga untuk mengambil dan mengalirkan air dari sungai.

Bagian-bagian utama ram pump:

1. Saluran Pembuangan

Merupakan katup pengatur air sehingga air dalam pompa memiliki ketinggian tertentu agar tekanannya tetap.

2. Pipa Penghubung

Berfungsi menghubungkan air dari sumbernya ke pompa

3. Sumber air

Dari tempat yang agak tinggi dibanding letak pompa sebagai sumber air untuk dialirkan ke tempat yang lebih tinggi.

4. Saringan

Berfungsi menyaring kotoran dan sampah yang bisa mempengaruhi kerja pompa karena menghambat tekanan air.

5. Hydram

Tubuh pompa yang menampung air.

6. Katup Air

Untuk mengatur volume air yang masuk ke dalam pipa dan saluran pembuangan agar tekanan tetap atau bisa diatur sesuai kebutuhan.

7. Penampung Air

Bak penampung air dalam pompa hydram.

8. Pipa Penyalur

Dari pompa hydram ke lokasi yang diinginkan.

9. Katup

Pengatur air dari pompa ke pipa penyalur.

@ForestDigest

Cara kerja:

Energi ram pump untuk mengangkat air dari tempat rendah ke tempat tinggi berasal dari jatuhnya air karena gravitasi. Air dari sumber/bak penampungan masuk melalui drive pipe ke ram pump hingga memenuhi ruangannya dan sebagian keluar melalui impuls valve sehingga membuat valve juga berfungsi menjadi tertutup.

Air masuk ke tabung vaccum dan delivery pipe (dalam kondisi normal) sampai ketinggian sejajar dengan sumber air. Di sini akan berlaku hukum bejana berhubungan yang mendorong air ke ruang yang belum terisi, yakni lubang sniffer.

Dengan menekan impuls valve sekali saja, air akan keluar melaluinya dan lubang sniffer akan berhenti mengeluarkan air. Udara masuk ke dalam sehingga mengisi seluruh rongga yang ada. Karena tekanan yang terus menerus dari drive pipe, impulse valve bergerak menutup air yang keluar. Ini menghasilkan tekanan balik ke drive pipe dan sebagian gaya dorong air ke tabung vaccum melalui delivery valve.

Tekanan udara yang berada di tabung vaccum akan terus meningkat karena air yang masuk secara terus menerus. Tekanan udara ini akan mendorong air ke delivery pipe dan membuat delivery valve tertutup. Tekanan balik ke drive pipe menyebabkan tekanan dalam ruang dalam ram pump terus menurun dan membuat impulse valve terbuka dengan sendirinya. Proses ini berulang secara terus menerus hingga air air ke permukaan yang lebih tinggi.

Daftarkan alamat email anda untuk berlangganan GRATIS artikel terbaru kami

Bagikan

Komentar

Artikel Lain