Surat | Januari-Maret 2020

Rimbawan Salon Hingga Podcast

Surat dari pembaca.

Redaksi

Redaksi

Rimbawan Salon

Setiap membaca Forest Digest selalu mengesankan karena dikemas dengan millenial. Masih teringat ketika FD mengeluarkan artikel yang mengandung kata “rimbawan salon” yang sangat membekas dihati para rimbawan yang membacanya. Tak hanya itu, artikel yang memuat tentang fakultas saya menjadi daya tarik tersendiri. Tidak hanya menambah ilmu tentang kehutanan di luar sana, namun juga menambah pengetahuan tentang fakultas kita.

Muhammad Syarif Hidayatulloh
Ketua BEM Fakultas Kehutanan IPB 2019/2020.

Terima kasih! Kami terkejut jika frase itu membekas. Semoga kita terhindar dari julukuan-julukan semacam itu.

Kinerja Rimbawan

Isi konten dari Forest Digest sangat informatif bagi rimbawan saat ini sehingga masalah umum kehutanan saat ini di dapat dipahami secara baik. Tidak hanya baik bagi rimbawan saja tapi bagi masyarakat umum juga. Kalau bisa, ke depan tulisan-tulisan FD juga memuat konten yang tidak hanya informatif tapi juga menunjukan kinerja rimbawan saat ini sebagai bentuk apresisasi terhadap mereka yang berjuang menjaga kelestarian hutan.

Lorenzo Elton Meo
Ketua Rimbawan Pecinta Alam (Rimpala) IPB

Siap. Laksanakan!

Isu Hangat

Menurut gua Forest Digest bermanfaat banget. Gua dapat banget informasi yang hangat terkait isu-isu kehutanan yang ada sekarang. Info-info dari FD terkadang banyak yang belum diketahui tapi penting banget makanya gua senang kalo liat konten FD dan didukung dengan pengemasan beritanya yang keren.

Yoga Himawan Putra
Ketua Forest Management Student Club IPB

Terima kasih! Sukses untuk Anda.

Informatif

Forest Digest sangat up to date mengenai kondisi terkini dunia kehutanan dan lingkungan. Baik dalam lingkup nasional dan internasional semua berita dikemas secara kreatif dan sangat informatif. Semoga FD terus menginspirasi dan semakin maju!

Kevin Arian Sanjaya
Ketua Himpunan Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Hutan

Terima kasih. Sukses untuk Anda.

Forest Digest tersedia dalam bentuk podcast di Spotify.

Podcast

Menurutku, Forest Digest bagus. Aku lebih tahu tentang majalahnya yang dikemas secara kreatif, beda denagn majalah lain, opininya lebih bebas dan segar buat pembaca-pembaca khususnya mahasiswa. Akun Instagramnya juga aktif membahas isu-isu terkini tentang sektor kehutanan dan lingkungan. Saran kedepannya untuk dibuat konten digitalnya mungkin bisa ditambah seperti podcast tentang opini orang-orang yang concern tentang kehutanan masa kini buat pencerdasan ke publik bahwa kehutanan itu banyak yang dikaji.

Muh. Yosrilrafiq Irwansyah
Presiden IFSA LC-IPB 2019/2020

Terima kasih atas saran Anda. Podcast sudah ada, tetapi belum rutin.

Daftarkan alamat email anda untuk berlangganan GRATIS artikel terbaru kami

Bagikan

Komentar

Artikel Lain

  • Laporan Utama

    Perhutanan Sosial 4.0

    Perhutanan sosial memasuki fase ketiga: menjadi solusi konflik tenurial, meningkatkan taraf hidup petani di sekitar hutan, dan tercapai kelestarian ekologi. Prinsip dasarnya adalah mengubah orientasi pemberian akses terhadap hutan, dari paradigma bisnis kepada korporasi selama 1970-2000, menjadi orientasi kepada masyarakat yang secara empiris terbukti lebih mampu menjaga rimba secara berkelanjutan. Dengan targetnya seluas 13,8 juta hektare, perhutanan sosial masih tertatih-tatih sebagai andalan mengentaskan kemiskinan dan menumbuhkan ekonomi masyarakat kecil: hanya mengejar target realisasi pemberian izin, prinsip pelibatan masyarakat yang belum ajek, hingga lambatnya mesin birokrasi yang belum simultan mendorong tercapainya tiga tujuan itu.

  • Laporan Utama

    Otokritik Kemitraan Konservasi

    Kurang jelasnya aturan mengenai mitra konservasi juga bisa menjadi pemicu konflik. Padahal, kemitraan konservasi menjadi salah satu cara menyelesaikan konflik masyarakat di kawasan hutan.

  • Laporan Utama

    Atas Nama Keadilan Akses Terhadap Hutan

    Infografik: sebaran dan capaian perhutanan sosial 2019.

  • Laporan Utama

    Konflik Padam Setelah Izin Datang

    Masyarakat lima desa di Mesuji, Sumatera Selatan, tak lagi bersitegang setelah mendapat izin menggarap karet di kawasan hutan Inhutani III. Tak lagi curiga kepada pemerintah.

  • Laporan Utama

    Dari Pohon Turun ke Karbon

    Beberapa skema perhutanan sosial terbukti mengurangi emisi karena hutannya mampu menyerap emisi gas rumah kaca secara signifikan. Belum masif dikembangkan dalam perdagangan karbon.

  • Laporan Utama

    Agroforestri Sawit: Mungkinkah?

    Sebuah tawaran solusi menyelesaikan konflik lahan di kawasan hutan, terutama areal hutan yang ditanami sawit.

  • Laporan Utama

    Agroforestri Paling Cocok untuk Perhutanan Sosial

    Agroforestri telah dipraktikkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan, pakan ternak dan kayu bakar.  

  • Laporan Utama

    Jadi Petani Asyik Lagi

    Anak muda Garut kembali ke kampung menjadi petani. Lebih menjanjikan dibanding merantau.

  • Laporan Utama

    Dari Problem ke Terobosan

    Sejumlah problem perhutanan sosial sehingga realisasi pemberian akses kepada masyarakat mengelola hutan di sekitar tempat tinggalnya menjadi tersendat. Perlu beberapa terobosan yang lebih masif.

  • Laporan Utama

    Milenial dalam Perhutanan Sosial

    Perlu regenerasi baru petani hutan sehingga perhutanan sosial perlu menggandeng milenial. Rata-rata petani hutan berusia 57 tahun.