Surat | April-Juni 2019

Dear Redaksi Forest Digest

Setelah terbit 10 edisi, berikut ini beberapa kesan dan pesan para pembaca Forest Digest. Terima kasih untuk semua komentar yang masuk.

Redaksi

Redaksi

Dibaca semua kalangan gak cuma mahasiswa/alumni Fahutan IPB. Go @forestdigest!

Arina Fitri
Mahasiswa Fakultas Kehutanan IPB angkatan 2000 (E-37)

Menurut saya, majalah Forest Digest sangat menarik karena menyajikan kilas kondisi hutan dan alam dari seluruh pelosok Indonesia. Sukses terus untuk Forest Digest dan selalu menginspirasi. 

Wahyudi Fauzi Tanjung
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kehutanan IPB

Majalah Forest Digest adalah salah satu media kreatif yang selalu memuat informasi menarik mengenai dunia kehutanan dan kegiatan-kegiatan para sivitasnya. Tulisan dan tampilannya memberikan sentuhan yang unik dan sangat menarik untuk dibaca pada waktu luang, di sela-sela kesibukan kampus.

Guruh Sukarno Putra
Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Kehutanan IPB

Forest Digest berbeda dengan majalah pada umumnya. Majalah ini banyak menjelaskan sejarah dan informasi menarik bidang kehutanan. Bahasa dan tampilan yang segar membuat pembaca menjadi tertarik. Selain itu, adanya Forest Digest membuat saya merasa bangga menjadi mahasiswa Fakultas Kehutanan.

Bayu Wilantara
Ketua Forest Management Student’s Club Fakultas Kehutanan IPB

Berbicara Forest Digest, bicara dunia kehutanan. Salah satu media yang memuat informasi-informasi, isu-isu, serta sejarah kehutanan, khususnya kehutanan yang ada IPB. Jarang ada media yang bergerak di bidang ini. Ini sangat mengedukasi kami tentang lingkup kehutanan. Selain itu, Forest Digest juga sarana mengenang masa-masa alumni saat masih berada di bangku perkuliahan. Semoga Forest Digest terus berkembang dan sukses.

Pandu Andhika Prakasa
Ketua Himpunan Mahasiswa Hasil Hutan Fakultas Kehutanan IPB

Majalah Forest Digest sangat membuka wawasan, terutama untuk kami mahasiswa kehutanan. Penulisan yang menarik membuat kami membaca majalah Forest Digest dengan nyaman. Majalah Forest Digest juga membuat program kerja mahasiswa menjadi lebih dikenal oleh masyarakat luas. Sampul yang bagus juga menjadi daya tarik untuk pembaca. 

Rizki Anaphalis Tadjudin
Ketua Himpunan Mahasiswa Konservasi Sumber Daya Hutan dan Ekowisata Fakultas Kehutanan IPB)

Menurut saya, majalah Forest Digest bukan hanya sekadar majalah yang fokus pada tema  kehutanan saja melainkan ada makna tersirat di setiap artikelnya. Teringat oleh saya ketika membaca edisi HAPKA yang mengungkap berbagai fakta mengenai sejarah kehutanan dan sivitasnya. Selain itu, pada beberapa artikel yang membahas perihal perubahan iklim menyadarkan kita apa yang telah kita berbuat pada bumi yang kita pijak. Sukses selalu Forest Digest. Semangat menebar informasi karena hal-hal besar lahir dari hal-hal yang kecil.

Nevky Emiraj Saputra
Ketua Tree Grower Community Fakultas Kehutanan IPB

Majalah Forest Digest adalah sebuah media informasi terpercaya di lingkup kehutanan dan lingkungan. Berita, artikel, maupun cerita di dalamnya mampu menguak lingkungan dari berbagai sudut pandang. Isi majalahnya sangat mudah dicerna oleh semua kalangan dan dikemas dengan tampilan yang menarik membuat pembaca nyaman berlama-lama untuk membacanya. Sebuah kebanggaan bagi mahasiswa dan alumni kehutanan IPB memiliki media informasi ini.

Azhar Fakhri
Ketua Rimbawan Pencinta Alam Fakultas Kehutanan IPB, R-XXI/008

Daftarkan alamat email anda untuk berlangganan GRATIS artikel terbaru kami

Bagikan

Komentar

Artikel Lain

  • Laporan Utama

    Perhutanan Sosial 4.0

    Perhutanan sosial memasuki fase ketiga: menjadi solusi konflik tenurial, meningkatkan taraf hidup petani di sekitar hutan, dan tercapai kelestarian ekologi. Prinsip dasarnya adalah mengubah orientasi pemberian akses terhadap hutan, dari paradigma bisnis kepada korporasi selama 1970-2000, menjadi orientasi kepada masyarakat yang secara empiris terbukti lebih mampu menjaga rimba secara berkelanjutan. Dengan targetnya seluas 13,8 juta hektare, perhutanan sosial masih tertatih-tatih sebagai andalan mengentaskan kemiskinan dan menumbuhkan ekonomi masyarakat kecil: hanya mengejar target realisasi pemberian izin, prinsip pelibatan masyarakat yang belum ajek, hingga lambatnya mesin birokrasi yang belum simultan mendorong tercapainya tiga tujuan itu.

  • Laporan Utama

    Otokritik Kemitraan Konservasi

    Kurang jelasnya aturan mengenai mitra konservasi juga bisa menjadi pemicu konflik. Padahal, kemitraan konservasi menjadi salah satu cara menyelesaikan konflik masyarakat di kawasan hutan.

  • Laporan Utama

    Atas Nama Keadilan Akses Terhadap Hutan

    Infografik: sebaran dan capaian perhutanan sosial 2019.

  • Laporan Utama

    Konflik Padam Setelah Izin Datang

    Masyarakat lima desa di Mesuji, Sumatera Selatan, tak lagi bersitegang setelah mendapat izin menggarap karet di kawasan hutan Inhutani III. Tak lagi curiga kepada pemerintah.

  • Laporan Utama

    Dari Pohon Turun ke Karbon

    Beberapa skema perhutanan sosial terbukti mengurangi emisi karena hutannya mampu menyerap emisi gas rumah kaca secara signifikan. Belum masif dikembangkan dalam perdagangan karbon.

  • Laporan Utama

    Agroforestri Sawit: Mungkinkah?

    Sebuah tawaran solusi menyelesaikan konflik lahan di kawasan hutan, terutama areal hutan yang ditanami sawit.

  • Laporan Utama

    Agroforestri Paling Cocok untuk Perhutanan Sosial

    Agroforestri telah dipraktikkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan, pakan ternak dan kayu bakar.  

  • Laporan Utama

    Jadi Petani Asyik Lagi

    Anak muda Garut kembali ke kampung menjadi petani. Lebih menjanjikan dibanding merantau.

  • Laporan Utama

    Dari Problem ke Terobosan

    Sejumlah problem perhutanan sosial sehingga realisasi pemberian akses kepada masyarakat mengelola hutan di sekitar tempat tinggalnya menjadi tersendat. Perlu beberapa terobosan yang lebih masif.

  • Laporan Utama

    Milenial dalam Perhutanan Sosial

    Perlu regenerasi baru petani hutan sehingga perhutanan sosial perlu menggandeng milenial. Rata-rata petani hutan berusia 57 tahun.