Bintang | Juli-September 2018

Riyanni Djangkaru: Bebas Plastik

Riyanni bahkan tak punya mobil yang memproduksi asap knalpot yang menyebabkan pemanasan iklim. Jika bepergian ia selalu memakai sepeda atau angkutan umum.

Gagan Gandara

Rimbawan IPB

MANTAN presenter Jejak Petualang ini sudah lama tak bersentuhan dengan bahan-bahan yang mengandung plastik. Ke mana-mana ia selalu membawa termos baja, sedotan bambu, dan gelas kaca. Sabun cuci juga memakai sabun yang ramah lingkungan. Bahkan plastik untuk mencomot kotoran kucing pun ia pakai yang terbuat dari singkong. 

Semua itu ia lakukan untuk menjaga bumi, melestarikan lingkungan, yang sudah penuh oleh sampah plastik yang susah diurai mikroorganisme. Seperti diakuinya kepada Koran Tempo dalam edisi 4 Agustus 2018, hidup ramah lingkungan seperti itu memang merepotkan tapi menjadi terbiasa setelah melakoninya.

Mula-mula, perempuan 36 tahun yang tinggal di Bali ini memetakan apa saja sampah plastik yang dihasilkan dalam aktivitas sehari-hari. Ia menghitung, sedotan dan kantong plastik paling banyak bersentuhan dengan hidup tiap orang. Maka ia mengganti semua itu dengan yang lebih ramah alam.

Setelah memetakan ia mengenakan sanksi untuk diri dan keluarganya. Misalnya, ketika suatu kali ia memesan paket makanan kucing. Paket tersebut disertai satu bungkus plastik besar. Hukumannya adalah mengepel lantai satu rumah. “Ada juga denda harus mentraktir es krim,” kata ibu seorang putra ini.

Riyanni bahkan tak punya mobil yang memproduksi asap knalpot yang menyebabkan pemanasan iklim. Jika bepergian ia selalu memakai sepeda atau angkutan umum. “Sekarang ke mana-mana gampang, jalan kaki atau naik angkutan,” katanya.

Sumber foto: Instagram @r_djangkaru

Daftarkan alamat email anda untuk berlangganan GRATIS artikel terbaru kami

Bagikan

Komentar

Artikel Lain