Bintang | April-Juni 2018

Valerina Daniel: Agar Anak Mencintai Lingkungan

Ia merangsang mereka menangkap isu lingkungan dan memancingnya agar bisa menjelaskan kembali dengan bahasa mereka.

Gagan Gandara

Rimbawan IPB

SEBAGAI Duta Lingkungan sejak 2015, Valerina Daniel punya cara unik menanamkan cinta lingkungan kepada masyarakat, terutama anak-anak. Ia menulis buku serial Empat Sahabat Super yang tokohnya adalah hewan-hewan khas dan endemis Indonesia seperti orang utan, harimau, komodo, dan cenderawasih. 

Empat satwa langka Indonesia itu menjadi karakter tokoh 20 buku seri tersebut. Dalam lima buku terakhir, Valerina mengajak anak sulungnya, Keisha Andryananto, 9 tahun, ikut menulis. “Buku membuat anak-anak lebih mudah menangkap isu karena mereka diharuskan membaca sejak di sekolah dan rumah,” kata pembawa acara di televisi ini kepada Astari Pinasthika Sarosa dari Tempo seperti dimuat situs Tempo.co edisi 22 Januari 2018.

Lima buku yang ditulis bersama Keisha berjudul Menolong Tarsius, Menangkap Pemburu Gajah, Menyelamatkan Orang utan, Membebaskan Penyu, dan Menyelamatkan Macan Tutul.

Penjelasan perempuan 39 tahun ini soal lingkungan sebisa mungkin dengan bahas anak-anak. Ia merangsang mereka menangkap isu lingkungan dan memancingnya agar bisa menjelaskan kembali dengan bahasa mereka. Buku serial Empat Sahabat Super tersedia di toko buku dalam bentuk cetak dan digital. Edisi cetak dibanderol Rp 65.000 dan edisi digital Rp 55.250 per eksemplar. Valerina berharap buku-buku ini menjadi bagian penting edukasi lingkungan kepada publik.

Daftarkan alamat email anda untuk berlangganan GRATIS artikel terbaru kami

Bagikan

Komentar

Artikel Lain

  • Surat dari Darmaga

    Satu Menu Ekoturisme

    Membandingkan pengelolaan Taman Nasional Banff di Kanada dengan Taman Nasional Kerinci Seblat di Sumatera. Banyak persamaan, tak sedikit perbedaan.

  • Surat dari Darmaga

    Secangkir Kopi Ekoturisme

    Seperti secangkir kopi yang enak, menggarap ekoturisme butuh proses yang panjang. Dari bahan berkualitas baik hingga barista dan manajer kafe yang cekatan.

  • Kabar Baru

    Perempuan Adat yang Terdesak

    Alih fungsi lahan adat membuat perempuan adat kehilangan pekerjaan berbasis lahan. Akibat kurang perlindungan.

  • Kabar Baru

    Cetak Sawah di Rawa Gambut. Untuk Apa?

    Menanam tanaman pangan di rawa gambut selain tak cocok juga berbahaya bagi lingkungan. Perlu ditimbang ulang.

  • Sudut Pandang

    Problem Sawah di Rawa Gambut

    Memaksakan menanam padi di rawa gambut, selain riskan gagal, pemerintah juga terus-menerus terkena bias beras dalam ketahanan pangan.

  • Laporan Utama

    Cuitan Seribu Burung Kolibri

    Lebih dari satu tahun mereka turun ke jalan menuntut perubahan sistem mengelola sumber daya alam. Terinspirasi oleh Greta Thunberg dari Swedia, mereka menyerukan dunia lebih peduli pada nasib bumi. Tidak hanya rajin berdemonstrasi, para remaja ini juga melobi para pengambil keputusan di pemerintahan dan parlemen. Mereka tidak gentar meskipun sering dicaci dan menjadi sasaran kekerasan fisik maupun virtual. Mengapa anak-anak muda yang hidup di negara rendah polusi lebih cemas dengan masa depan bumi akibat pemanasan global? Laporan dari jantung markas gerakan mereka di Belgia, Swiss, dan Swedia.

  • Kabar Baru

    Risiko Hibah Norwegia dalam Mencegah Pemanasan Global

    Pemerintah Norwegia mengucurkan hibah Rp 813 miliar. Indonesia makin terikat pada target program menurunkan emisi dalam mitigasi pemanasan global.

  • Kabar Baru

    Benarkah Menanam Pohon Tak Mencegah Pemanasan Global?

    Ada studi terbaru yang menyebutkan menanam pohon tak banyak berguna mencegah pemanasan global. Apa itu pengertian pemanasan global?

  • Surat dari Darmaga

    Masa Depan Pembangunan Papua

    Jika aktor-aktor pembangunan Papua tidak berubah dalam melihatnya sebagai ekoregion, wilayah ini akan jalan di tempat. Masa depan pembangunan Papua tak akan ke mana-mana, sementara kredibilitas negara akan semakin melorot.

  • Surat dari Darmaga

    New Normal: Saatnya Ramah Lingkungan

    Era new normal atau normal baru setelah pandemi virus corona, seharusnya mendorong kita lebih peduli lingkungan. Virus muncul karena alam tak seimbang.