Untuk bumi yang lestari

Kolom|Juli-September 2020

Reforma Agraria Setelah Pandemi Corona

Keberhasilan reforma agraria tidak hanya akan diukur pada berapa luas tanah yang diredistribusikan atau berapa banyak sertifikat atau izin yang dikeluarkan dalam perhutanan sosial, tapi seberapa berdaya dan sejahtera masyarakat penerimanya.

PANDEMI virus corona covid-19 memukul telak ekonomi negara dan rakyat Indonesia. Pandemi telah mengubah rencana pembangunan hingga semua kementerian/lembaga pemerintah mengubah fokus program, kegiatan, dan alokasi anggarannya. Pandemi muncul saat pemerintah merampungkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dan melaksanakan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2020.Klik Login jika Anda pernah membeli artikel ini.
Dukung kami dengan menjadi Pelanggan melalui tombol Daftar dan Deposit.

 
 
 

Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden, dan Majelis Pakar Konsorsium Pembaruan Agraria. Penulis mendapatkan gelar sarjana sosial Antropologi FISIP Universitas Padjadjaran Bandung dan magister sains Sosiologi Pedesaan IPB University.

Bagikan

Terpopuler

Artikel Terkait

Komentar

Artikel Lain