Bintang | April-Juni 2019

Merawat Keunikan Alam Indonesia

Nugie: Kita harus mengubah gaya konsumtif kita kepada alam.

Dewi Rahayu Purwa Ningrum

Alumni Fakultas Kehutanan IPB

BERGELUT dengan isu lingkungan hidup sejak 1998, Agustinus Gusti Nugroho tak merasakan perubahan berarti yang mengarah ke arah lebih baik. Bagi personel band The Dance Company yang akrab di sapa Nugie ini, pengelolaan lingkungan hidup masih jauh dari harapan pengelolaan lestari. Bencana lingkungan di mana-mana menunjukkan manusia kurang arif kepada alam. 

Nugie punya konsep “re-think”, yakni berpikir ulang hubungan kita dengan alam. Seperti apa konsepnya? Simak wawancara dengan penyanyi 47 yang melahirkan album keren trilogi Bumi, Air, Udara pada 1995 hingga 1998 itu dengan Dewi Rahayu Purwa Ningrum dari Forest Digest melalui telepon pada Mei 2019.

Apa yang dimaksud dengan “re-think” itu?

Ya, berpikir ulang kembali, apa yang kita lakukan akan selalu berdampak kepada alam. Sehingga seharusnya setiap langkah kita bisa bermanfaat bagi kelestarian lingkungan, bisa menjadi aksi bagi perbaikan lingkungan. Jadi, kita menyadari bahwa alam itu penting buat hidup kita dan kesadaran itu datang dari hati nurani. Sekarang orang makin sadar dengan lingkungan dengan makin banyak orang yang mempraktikkan hidup hijau.

Apa hasil dari “re-think” itu?

Keseimbangan lingkungan. Kehidupan manusia dan alam saling berdampingan, bukan manusia yang menang atas alam. Keseimbangan lingkungan bisa dicapai dengan inovasi. Kita harus mengubah gaya konsumtif kita kepada alam.



Agustinus Gusti Nugroho alias Nugie

Sejak bergelut dengan isu lingkungan, Anda merasa ada yang berubah?

Sejak 1998 sampai dengan sekarang, jujur, saya merasa kelestarian lingkungan hidup masih cukup jauh dari harapan. Alam itu membutuhkan pembatasan berevolusi dan memperbaiki dirinya, tapi kebutuhan manusia tidak bisa menunggu evolusi itu. Jalan tengahnya inovasi.

Kesimpulan itu dari pengamatan atau membaca?

Rumah saya dekat sungai Pesanggrahan yang kerap meluap dan banjir. Ini menunjukkan kita belum optimal menjaga kelestarian sungai. Seharusnya kita merawatnya. Masyarakat hulu harus menjaga kelestarian hulu sungai dan memanfaatkan sumber daya alam secukupnya. Sementara yang di kota mendukung hasil usaha mereka. Jika hulunya terjaga, di hilir akan aman.

Apa yang bisa kita lakukan memperbaikinya?

Aksi dan inovasi. Saya berusaha hidup minim sampah dan minim emisi. Karena saya ingin mengurangi dampak perubahan iklim, saya menggunakan sepeda dan angkutan publik. Saya memang sering dianggap militan dalam soal itu.

Anda menolak kemajuan?

Tidak. Saya hanya ingin merawat keunikan lokasi dan alam Indonesia yang berbeda-beda.

Daftarkan alamat email anda untuk berlangganan GRATIS artikel terbaru kami

Bagikan

Komentar

Artikel Lain

  • Laporan Utama

    Citarum Belum Harum

    Banyak program memperbaiki sungai Citarum, sungai terpanjang di Jawa Barat, yang dijuluki sungai terkotor di kolong langit. Tiap gubernur punya program sendiri dengan anggaran tak sedikit. Ada Citarum Bergetar, Citarum Lestari, Citarum Bestari. Semuanya gagal. Kini muncul Citarum Harum. Kali ini perbaikan lebih masif dan bergaung karena kebijakannya langsung di tangan presiden. Tahun pertama Citarum Harum perbaikan sungai yang berakhir di Muara Gembong Bekasi ini belum terlalu signifikan, tapi menjanjikan. Perlu pola pikir menyeluruh di semua lapisan masyarakat.

  • Laporan Utama

    Perang Melawan Kerusakan Citarum

    Perbaikan Citarum dari hulu ke hilir. Butuh komitmen kuat.

  • Laporan Utama

    Menengok Mastaka Citarum

    Situ Cisanti, kilometer 0 sungai Citarum, kini bersih dari sampah dan eceng gondok. Tujuh mata air mengalir deras.

  • Laporan Utama

    Nyi Santi dari Bumi Pohaci

    Irma Hutabarat menekuni vetiver untuk menyelamatkan sungai yang porak poranda. Citarum membuatnya jatuh cinta.

  • Laporan Utama

    Citarum, oh, Citarum

    Citarum dalam angka.

  • Laporan Utama

    Merusak Lingkungan Belum Jadi Pidana

    Wawancara dengan Taruna Jaya, Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Citarum-Ciliwung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

  • Laporan Utama

    Mengatasi Tuna Daya Mengelola Citarum

    Petani di bagian hulu DAS Citarum perlu didorong dalam konteks transformasi komoditas yang lebih menguntungkan secara finansial, yaitu mengganti tanaman hortikultura menjadi kopi dan pohon buah.

  • Laporan Utama

    Perhutanan Sosial untuk Perbaikan Hulu Sungai

    Perhutanan sosial merupakan sistem pengelolaan hutan lestari sehingga program ini dapat mendukung pemulihan kondisi DAS Citarum melalui pelaksanaan perhutanan sosial di Wilayah Kerja Perum Perhutani di Provinsi Jawa Barat.

  • Laporan Utama

    Sungai Itu Seperti Tubuh Kita

    Jika wilayah DAS terbagi ke dalam wilayah hulu (atas), tengah dan hilir (bawah), maka tubuh manusia pun terdiri dari bagian atas, tengah dan bawah.

  • Laporan Utama

    Solusi untuk Citarum

    Slogan mempertahankan Citarum bebas limbah dan kotoran wajib dilaksanakan mulai dari setiap RT, RW, desa dan kecamatan yang berinteraksi dengan Citarum. Bentuk forum Kiai Peduli Citarum.