Kabar Rimbawan | April-Juni 2019

Pengukuhan Tiga Komisariat Daerah Rimbawan IPB

Tiga pengurus komda dikukuhkan: Lampung, Jambi, NTT.

Drajad Kurniadi

Rimbawan pemerhati ilmu kebijakan hutan

KETUA Himpunan Alumni Fakultas Kehutanan IPB Bambang Supriyanto mengukuhkan pengurus tiga komisariat daerah sepanjang April-Mei 2019. Tiga komisariat itu adalah Jambi, Lampung, dan Nusa Tenggara Timur. Pengukuhan komisariat Jambi berlangsung di Taman Hutan Kota Muhammad Sabki pada 6 April 2019.

Rapat kerja komisariat Jambi dihadiri sekitar 70 orang. Dekan Fakultas Kehutanan IPB yang menjadi Ketua Dewan Pengawas DPP HA-E IPB), Rinekso Soekmadi, hadir dalam pengukuhan itu. Rapat mendata jumlah alumni di Jambi sebanyak 130 orang. Ketua komisariat terpilih adalah

Bambang Yulisman (E-36) dengan wakil Dedi Haryadi (E-17), dan sekretaris Imas Aidaningsih (E-29) serta Bendahara Sri Rahayu (E-45).

Sementara di Lampung pengukuhan di Eclat Sky Garden Cafe pada 1 Mei 2019. Selain rapat kerja memilih ketua, silaturahmi alumni juga diskusi membahas isu kehutanan mutakhir. Para alumni yang bekerja di pelbagai instansi itu antusias mengikuti diskusi dan pemilihan pengurus. Terpilih Ketua Wiyogo Suprianto (E-18), Sekretaris Budi Satria (E-30), Bendahara Helly Fitriyanty (E-36). Bambang meminta pengurus baru segera menyusun kabinet dan program kerja, terutama acara Forester Camp sebagai program terdekat.

Silaturahmi Ketua Alumni Fahutan IPB Bambang Supriyanto dengan alumni Fakultas Kehutanan IPB di Eclat Sky Garden Cafe Lampung, 1 Mei 2019.

Ketua Alumni Fakultas Kehutanan IPB Bambang Supriyanto (kiri) menyalami Ketua Alumni Fahutan IPB Komisariat NTT terpilih, Pina Ekalipta (Angkatan 28), 26 April 2019.

Di NTT, musyawarah wilayah berlangsung pada 25 April 2019 di Kupang selama dua hari. Hari pertama diisi diskusi bertema “Eksistensi dan Peran HA-E IPB dalam Mendukung Pembangunan NTT sebagai Provinsi Ekowisata Berbasis Kemitraan Masyarakat”. Hari kedua pengukuhan pengurus dengan menetapkan Pina Ekalipta (E-28) sebagai ketua, sekretaris Sulistyanto (E-35), dan bendahara Lucy Jenuyanti (E-32).

Daftarkan alamat email anda untuk berlangganan GRATIS artikel terbaru kami

Bagikan

Komentar

Artikel Lain

  • Laporan Utama

    Citarum Belum Harum

    Banyak program memperbaiki sungai Citarum, sungai terpanjang di Jawa Barat, yang dijuluki sungai terkotor di kolong langit. Tiap gubernur punya program sendiri dengan anggaran tak sedikit. Ada Citarum Bergetar, Citarum Lestari, Citarum Bestari. Semuanya gagal. Kini muncul Citarum Harum. Kali ini perbaikan lebih masif dan bergaung karena kebijakannya langsung di tangan presiden. Tahun pertama Citarum Harum perbaikan sungai yang berakhir di Muara Gembong Bekasi ini belum terlalu signifikan, tapi menjanjikan. Perlu pola pikir menyeluruh di semua lapisan masyarakat.

  • Laporan Utama

    Perang Melawan Kerusakan Citarum

    Perbaikan Citarum dari hulu ke hilir. Butuh komitmen kuat.

  • Laporan Utama

    Menengok Mastaka Citarum

    Situ Cisanti, kilometer 0 sungai Citarum, kini bersih dari sampah dan eceng gondok. Tujuh mata air mengalir deras.

  • Laporan Utama

    Nyi Santi dari Bumi Pohaci

    Irma Hutabarat menekuni vetiver untuk menyelamatkan sungai yang porak poranda. Citarum membuatnya jatuh cinta.

  • Laporan Utama

    Citarum, oh, Citarum

    Citarum dalam angka.

  • Laporan Utama

    Merusak Lingkungan Belum Jadi Pidana

    Wawancara dengan Taruna Jaya, Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Citarum-Ciliwung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

  • Laporan Utama

    Mengatasi Tuna Daya Mengelola Citarum

    Petani di bagian hulu DAS Citarum perlu didorong dalam konteks transformasi komoditas yang lebih menguntungkan secara finansial, yaitu mengganti tanaman hortikultura menjadi kopi dan pohon buah.

  • Laporan Utama

    Perhutanan Sosial untuk Perbaikan Hulu Sungai

    Perhutanan sosial merupakan sistem pengelolaan hutan lestari sehingga program ini dapat mendukung pemulihan kondisi DAS Citarum melalui pelaksanaan perhutanan sosial di Wilayah Kerja Perum Perhutani di Provinsi Jawa Barat.

  • Laporan Utama

    Sungai Itu Seperti Tubuh Kita

    Jika wilayah DAS terbagi ke dalam wilayah hulu (atas), tengah dan hilir (bawah), maka tubuh manusia pun terdiri dari bagian atas, tengah dan bawah.

  • Laporan Utama

    Solusi untuk Citarum

    Slogan mempertahankan Citarum bebas limbah dan kotoran wajib dilaksanakan mulai dari setiap RT, RW, desa dan kecamatan yang berinteraksi dengan Citarum. Bentuk forum Kiai Peduli Citarum.