Kabar Rimbawan | April-Juni 2019

Kopi Oey Berikan Beasiswa untuk Mahasiswa Fakultas Kehutanan IPB

Mereka juga diajari cara berbisnis kedai kopi.

Drajad Kurniadi

Rimbawan pemerhati ilmu kebijakan hutan

Kopi Oey Indonesia telah lima tahun menjalin kerja sama dengan Himpunan Alumni Fakultas Kehutanan Indonesia (HAE-IPB) dalam wujud gerai Kopi Oey di Gedung Alumni IPB. Pada Februari 2019, HAE-IPB melakukan penandatanganan perpanjangan kontrak franchise dengan PT Kopitiam Indonesia untuk masa berlaku 2029.

Menandai kerja sama baru itu, HAE IPB menggelar Kopi Oey peduli berupa beasiswa untuk lima orang. Tiap mahasiswa akan mendapat Rp 300 ribu per bulan selama satu tahun. “Uangnya langsung ditransfer ke rekening Dekanat Fahutan,” kata Yulita Vitalis, pengelola Kopi Oey IPB pada 4 April 2019.

Lima mahasiswa tersebut dipilih oleh Dekanat karena prestasinya. Mereka adalah Imelda Sanatha, Eggy Nugraha, Suti Melinda, Revan Rismanda dan I Putu Wita Wardana.  Pemilihan ke-5 orang mahasiswa ini dilakukan setelah melalui proses seleksi yang dilakukan oleh Tim Dekanat Fahutan IPB.

HAE Peduli juga menggelar kursus singkat bisnis kopi dan praktik seduh kopi manual. Bekerja sama dengan tim pengajar dari Kopi Oey pusat, kelas singkat diikuti 20 orang mahasiswa IPB selama tiga jam.  Acara akan digelar tiap tiga bulan.

Mahasiswa Fakultas Kehutanan IPB sedang belajar menyeduh kopi secara manual di Kopi Oey Gedung Alumni IPB di Bogor, 4 April 2019.

Para penerima beasiswa Kopi Oey berpose di depan kedai Kopi Oey Gedung Alumni IPB Bogor, 4 April 2019.

Materi kursus terbagi yaitu kelas teori tentang rencana bisnis kopi, pemilihan lokasi, hingga penyusunan bujet. Sementara kelas praktik seduh manual memakai V60 french press. Mereka juga diajari membedakan cita rasa kopi berdasarkan jenisnya dari arabika atau robusta.

Daftarkan alamat email anda untuk berlangganan GRATIS artikel terbaru kami

Bagikan

Komentar

Artikel Lain

  • Laporan Utama

    Citarum Belum Harum

    Banyak program memperbaiki sungai Citarum, sungai terpanjang di Jawa Barat, yang dijuluki sungai terkotor di kolong langit. Tiap gubernur punya program sendiri dengan anggaran tak sedikit. Ada Citarum Bergetar, Citarum Lestari, Citarum Bestari. Semuanya gagal. Kini muncul Citarum Harum. Kali ini perbaikan lebih masif dan bergaung karena kebijakannya langsung di tangan presiden. Tahun pertama Citarum Harum perbaikan sungai yang berakhir di Muara Gembong Bekasi ini belum terlalu signifikan, tapi menjanjikan. Perlu pola pikir menyeluruh di semua lapisan masyarakat.

  • Laporan Utama

    Perang Melawan Kerusakan Citarum

    Perbaikan Citarum dari hulu ke hilir. Butuh komitmen kuat.

  • Laporan Utama

    Menengok Mastaka Citarum

    Situ Cisanti, kilometer 0 sungai Citarum, kini bersih dari sampah dan eceng gondok. Tujuh mata air mengalir deras.

  • Laporan Utama

    Nyi Santi dari Bumi Pohaci

    Irma Hutabarat menekuni vetiver untuk menyelamatkan sungai yang porak poranda. Citarum membuatnya jatuh cinta.

  • Laporan Utama

    Citarum, oh, Citarum

    Citarum dalam angka.

  • Laporan Utama

    Merusak Lingkungan Belum Jadi Pidana

    Wawancara dengan Taruna Jaya, Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Citarum-Ciliwung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

  • Laporan Utama

    Mengatasi Tuna Daya Mengelola Citarum

    Petani di bagian hulu DAS Citarum perlu didorong dalam konteks transformasi komoditas yang lebih menguntungkan secara finansial, yaitu mengganti tanaman hortikultura menjadi kopi dan pohon buah.

  • Laporan Utama

    Perhutanan Sosial untuk Perbaikan Hulu Sungai

    Perhutanan sosial merupakan sistem pengelolaan hutan lestari sehingga program ini dapat mendukung pemulihan kondisi DAS Citarum melalui pelaksanaan perhutanan sosial di Wilayah Kerja Perum Perhutani di Provinsi Jawa Barat.

  • Laporan Utama

    Sungai Itu Seperti Tubuh Kita

    Jika wilayah DAS terbagi ke dalam wilayah hulu (atas), tengah dan hilir (bawah), maka tubuh manusia pun terdiri dari bagian atas, tengah dan bawah.

  • Laporan Utama

    Solusi untuk Citarum

    Slogan mempertahankan Citarum bebas limbah dan kotoran wajib dilaksanakan mulai dari setiap RT, RW, desa dan kecamatan yang berinteraksi dengan Citarum. Bentuk forum Kiai Peduli Citarum.