Kabar Rimbawan | Januari-Maret 2019

Pembekalan Calon Rimbawan

Ada 59 alumni IPB yang lulus dan diwisuda akhir tahun lalu diterima di KLHK.

Razi Aulia Rahman

Anggota redaksi, bekerja di perusahaan konsultan kehutanan.

MENTAS dari universitas dan mengabdi di pemerintahan adalah siklus yang telah jadi umum bagi para rimbawan Institut Pertanian Bogor. Tapi, bagi mereka yang mengalaminya, menjadi istimewa ketika mendapat tugas riil menjaga hutan Indonesia di wilayah mereka bekerja di pelosok-pelosok Nusantara.

Maka sebelum tiap-tiap orang bekerja sesuai penugasannya, para alumni Fakultas Kehutanan IPB merasa perlu berbagi pengalaman dengan adik-adik kelas mereka yang kini satu korps itu. Pada Ahad, 17 Februari 2019, di Kampus Fahutan Dramaga, digelar pembekalan untuk calon aparatur sipil negara yang bertugas di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Ada 59 alumni IPB yang lulus dan diwisuda akhir tahun lalu diterima di KLHK. Mereka akan bertugas di pelosok Sumatera, Maluku, Papua, Kalimantan, Sulawesi. “Sebelum pergi kami ingin berbagi pengalaman dengan mereka supaya mereka lebih siap ketika bertugas di lapangan,” kata Bambang Supriyanto, Ketua Himpunan Alumni Fahutan IPB, yang kini menjabat Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan KLHK.

Bambang mengamanatkan bahwa para rimbawan IPB harus seperti kompas penunjuk arah. Mereka harus melihat Barat dan Timur, yakni teman seiring, kolega dalam pekerjaan, hingga lingkungan. Hormat kepada kolega, menghargai sesama, akan menyelamatkan kita saat bekerja. “Juga harus melihat ke Utara, yakni pimpinan kita dan ke Selatan yakni bawahan kita,” katanya.

Dekan Fakultas Kehutanan IPB Rinekso Soekmadi berwasiat agar tiap-tiap rimbawan mempertahankan prinsip 5C + 1I, yakni critical thinking atau berpikir kritis, complex problem solving atau pemecah masalah yang kompleks, punya communication skills yang bagus, selalu creative dan innovative, mengutamakan collaboration, dan meneguhkan integrity. “Insya Allah dengan prinsip ini kita bisa bermanfaat untuk lingkungan dan sesama manusia,” katanya.

Selain keduanya, pembicara lain adalah Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Inovasi KLHK Agus Justianto, mantan Sekretaris Jenderal KLHK Boen Purnama. Dipandu moderator Kepala Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum Arief Mahmud, mereka berbagi cerita, pengalaman, nasihat, kepada para rimbawan yang akan memasuki dunia nyata sebagai aparatur negara. Acara berlangsung santai karena para pembicara menyampaikan pengalaman dengan lucu dan segar. Banyak cerita nyata yang mereka kisahkan membawa inspirasi bagi peserta maupun alumni yang hadir dalam acara tersebut.

Bagi HAE, acara ini sudah digelar dua kali. Bambang Supriyanto mengatakan, tradisi ini perlu diteruskan sebab, “Selain mengeratkan kekeluargaan juga memantapkan semboyan kita, care and respect.” Ia berjanji acara-acara seperti ini akan diteruskan dengan menghadirkan pembicara-pembicara yang relevan di bidang mereka.

Foto: Pembekalan calon rimbawan lulusan IPB di Ruang Sidang Sylva kampus Fakultas Kehutanan IPB Dramaga, Bogor.

Daftarkan alamat email anda untuk berlangganan GRATIS artikel terbaru kami

Bagikan

Komentar

Artikel Lain