Untuk bumi yang lestari

Kolom|Agustus-Oktober 2016

Buruk Muka Gambut Dibelah

Moratorium hutan primer dan gambut yang digulirkan pemerintah sejak 2011 harus betul-betul dilaksanakan.

DULU tak ada yang melirik lahan gambut. Orang bahkan memplesetkan wetland (lahan basah) menjadi waste land (tanah tak berguna). Gambut diidentikkan dengan keangkeran, sarang penyakit, tanah menganggur. Dekade 1970-1980 Indonesia sedang menikmati anugerah Tuhan berupa hutan tropis dengan mengeksploitasi kayu lalu mengekspornya. Gambut, siapa peduli?

Hingga kemudian Orde Baru membuat ....

Klik Login jika Anda pernah membeli artikel ini.
Dukung kami dengan menjadi Pelanggan melalui tombol Daftar dan Deposit.
 
 
 

Koordinator Program di Wetlands Conservation and Restoration Indonesia

Bagikan

Komentar

Artikel Lain