Untuk bumi yang lestari

Kabar Baru|08 Januari 2021

Tanam Satu Pohon Beri Oksigen Ratusan Orang

Berapa pohon yang dibutuhkan untuk menyuplai oksigen agar manusia tetap bisa bernapas? Produksi oksigen satu pohon bisa menyelamatkan nyawa ratusan orang.

TIAP 10 Januari kita memperingati Hari Menanam Sejuta Pohon Sedunia. The Million Tree Initiative sebetulnya dimulai pada Mei 2006 di Los Angeles. Tujuannya untuk menghijaukan perkotaan. Gerakan itu merembet ke kota lain hingga resmi ditetapkan sebagai Hari Sejuta Pohon pada 10 Januari 2011 di London. 

Hingga 5 Desember 2020 jumlah pohon yang ditanam sebanyak 13,94 miliar pohon di seluruh permukaan bumi. Total jumlah pohon di bumi hingga 2017 diperkirakan sebanyak 3,04 triliun. Apakah pohon sebanyak itu cukup memenuhi oksigen manusia? Seharusnya lebih dari cukup karena jumlah manusia sekarang sebanyak 7,8 miliar.

Pohon menghasilkan oksigen melalui proses fotosintesis yang menyuplai energi melalui cahaya matahari, CO2, dan air yang diserap dalam tanah melalui akar. CO2 + H2O + matahari akan menghasilkan glukosa (C6H12O6) dan oksigen (O2). Glukosa adalah zat gula yang menjadi sumber pangan bagi mahluk hidup seperti manusia.

Dalam kondisi ideal, jumlah oksigen yang dilepas sama dengan jumlah karbon dioksida yang diserap. Tapi proses kimia selalu menjadi proses yang kompleks karena ada banyak faktor yang mempengaruhinya. Bahkan oksigen yang dilepas satu pohon bercampur dengan zat lain ketika dihirup manusia. Kandungan oksigen hanya 23% dalam udara yang kita hirup.

Jadi berapa banyak oksigen yang disediakan pohon untuk memenuhi kebutuhan manusia?

Menurut para penulis artikel The global oxygen budget and its future projection yang terbit di bulletin Science pada 30 September 2018, tiap orang dewasa membutuhkan 1,17 kilogram oksigen per hari atau 0,013 gram per detik. Dalam satu detik napas normal berjalan 16-18 kali. Sehingga dalam satu helaan napas normal kita butuh kira-kira 0,00081 gram oksigen.

Menghitung kebutuhan oksigen tiap orang tentu saja pekerjaan yang rumit karena ada banyak faktor yang mempengaruhi kebutuhan oksigen tiap orang: kesehatan, lingkungan, kepadatan penduduk, kualitas udara, jumlah energi, lama istirahat, suhu.

Para peneliti di Science menghasilkan angka 1,17 kilogram oksigen dengan mengasumsikannya pada orang dewasa yang bekerja selama 8 jam dan fluktuasi energi selama beraktivitas dan beristirahat dalam kurun 16 jam sehari. Sumber lain menyebutkan manusia butuh 0,864 kilogram oksigen per hari dengan suhu lingkungan 280 Celsius.

Sekarang mari menghitung kemampuan satu pohon menghasilkan oksigen. Tiap jenis pohon tentu berbeda-beda memproduksi oksigen karena fotosintesis terpengaruh oleh zat klorofil, luas permukaan daun, batang, kedalaman akar. Tapi umumnya satu pohon terdiri dari 5% daun, 15% tangkai, 60% batang, dan 20% akar. Kita ambil saja pohon sonokeling dan akasia.

Satu pohon sonokeling (Dalbergia latifolia) setinggi 10 meter bisa menghasilkan oksigen 207,33 kilogram per hari. Sementara satu pohon akasia menghasilkan oksigen 143,33 kilogram sehari. Maka, dengan asumsi kebutuhan dan produksi oksigen itu, satu pohon sonokeling sanggup menyuplai oksigen untuk 177-239 orang dan akasia 122-165 orang sehari.

Tentu oksigen tak bisa diperbandingkan dengan jumlah manusia karena ia memenuhi seluruh ruang di permukaan bumi, yang ada atau tidak ada pohon, yang dihuni atau sepi dari manusia.

Perhitungan lain agak jauh beda. Seorang penulis Science Focus menghitung jumlah oksigen dalam pohon sycamore(Platanus occidentali), pohon besar seperti sonokeling yang tumbuh di benua Amerika, dengan menghitung kandungan karbonnya. Pohon sycamore setinggi 12 meter memiliki berat 2 ton.

Jika pohon itu tumbuh 5% per tahun, total massa kayunya 1 ton. Di antara berat itu sebanyak 38 kilogram adalah karbon. Dalam fotosintesis, 1 molekul glukosa dihasilkan dari 6 molekul CO2 dan 6 molekul air yang menghasilkan 6 molekul oksigen. Maka tiap satu atom karbon dalam glukosa yang tersimpan dalam batang terdapat 1 molekul oksigen.

Singkatnya, sebatang pohon sycamore setinggi 12 meter mempunyai 100 kilogram oksigen per tahun atau 2.000 kilogram dalam seluruh pohon itu. Artinya, pohon tersebut selama 20 tahun hidupnya menyuplai 0,274 kilogram oksigen per hari.

Menurut penulis ini, kebutuhan udara tiap orang dewasa setahun sebanyak 9,5 ton. Karena kandungan oksigen hanya 23% dalam udara, dan sepertiganya lagi diekstraksi, kebutuhan oksigen orang dewasa sebanyak 740 kilogram setahun atau 2,02 kilogram per hari. Maka, berbanding terbalik dengan perhitungan di atas, satu orang manusia butuh oksigen dari 7-8 pohon sycamore.

Produksi oksigen oleh pelbagai pohon dalam kilogram/hari.

Berapa pun jumlahnya, menanam pohon akan baik bagi lingkungan dan mahluk hidup di bumi. Dalam fotosintesis, penyerapan CO2  amat berguna bagi bumi karena gas ini merupakan bagian dari emisi rumah kaca yang mengotori atmosfer. Pohon penyerap CO2 terbanyak adalah trembesi.

Meski begitu, agar produksi oksigen, gula, dan serapan emisinya maksimal, pohon mesti ditanam secara variatif. Pohon yang seragam dalam satu luasan akan menghasilkan oksigen sedikit karena mereka berebut CO2 karena kemampuan menyerapnya sama dalam satu petak.

Keragaman pohon akan menghasilkan keragaman hayati sehingga proses secara alamiah menjadi lebih kuat. Karena itu, sebaik-baiknya hutan adalah hutan alam primer, yang beraneka rupa, yang masih utuh sebelum terjamah manusia.

Redaksi

Bagikan

Komentar

Artikel Lain