Fotografi | Oktober-Desember 2019

Penajam: Rimba Penyangga Kalimantan

Sudut-sudut Penajam, calon ibu kota baru Indonesia.

R. Eko Tjahjono

Suka jalan-jalan sambil memotret

SEHARI setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan secara resmi lokasi Ibu Kota baru adalah Kota Penajam dan Kutai Kartanegara pada 26 Agustus 2019, dua kota ini langsung hidup. Di hotel-hotel, di kafe-kafe, pengunjung terlihat lebih banyak. Mereka menggunjingkan satu tema yang sama: Ibu Kota baru. Beberapa orang bahkan mengaku dari Jakarta, sebagai investor atau utusan investor yang berminat membeli lahan-lahan di dua kota itu. Kendati lokasi Ibu Kota baru konon akan memakai lahan-lahan negara, atau lahan hak guna usaha yang akan habis izinnya tahun depan, para pemodal antusias datang ke sini karena diperkirakan akan ada lonjakan penghuni jika benar Ibu Kota Indonesia resmi beroperasi 2024. Saya merekam geliat dua kota itu, juga jalur transportasi, dan hutan-hutannya yang segera tinggal cerita. Selengkapnya di sini.

Foto utama:

SABUK MANGROVE: Di sebagian besar pesisir Penajam, mangrove menjadi sabuk pantai yang masih terjaga sehingga menahan gempuran air pasang, menjadi ekosistem perairan, darat, dan udara, seperti burung air ini.

Naskah dan foto: R. Eko Tjahjono

KAPAL TUA. Beberapa kapal ferry yang tersedia terlihat cukup renta untuk melayani perjalanan menuju pelabuhan yang menjadi pintu gerbang utama Kota Penajam.

TELUK BALIKPAPAN. Butuh satu-setengah jam menunggang kapal feri atau 15 menit dengan kapal cepat untuk menyeberang ke Penajam dari Balikpapan. Ini jalur alternatif tercepat yang banyak dipilih penumpang ketimbang melintasi belantara dengan jalur melingkar.

FERI TUA. Beberapa kapal feri renta sebagai moda transportasi perjalanan menuju pelabuhan yang menjadi pintu gerbang utama Kota Penajam.

MENEMBUS BELANTARA TERSISA. Kawasan konservasi Bukit Bangkirai yang menjadi monumen hutan tropika basah Kalimantan Timur, terletak di lintasan jalur darat menuju Kota Penajam dari Balikpapan sejauh empat jam perjalanan.

MINI MARKET SEGALA ADA. Warung terapung yang tersebar di sekitar pesisir dan pelabuhan menjadi satu alternatif bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan harian.

Daftarkan alamat email anda untuk berlangganan GRATIS artikel terbaru kami

Bagikan

Komentar

Artikel Lain

  • Laporan Utama

    Insaf yang Hampir Terlambat

    Pengelolaan hutan yang mengandalkan sepenuhnya pada komoditas kayu, setelah Indonesia merdeka, menghasilkan deforestasi dan degradasi lahan yang akut dan membuat planet bumi kian memanas. Pertumbuhan penduduk dan tuntutan kebutuhan ekonomi menambah derita hutan tropis Indonesia. Setelah 34 juta hektare tutupan hutan hilang, setelah 49% habitat endemis lenyap, kini ada upaya memulihkan hutan kembali lewat restorasi ekosistem: paradigma yang tak lagi melihat hutan semata tegakan pohon. Restorasi seperti cuci dosa masa lalu, cuci piring kotor sebelum kenyang, insaf yang hampir terlambat. Setelah satu dekade, restorasi masih merangkak dengan pelbagai problem. Aturan-aturan main belum siap, regulasi masih tumpang tindih, organ-organ birokrasi di tingkat tapak belum sepenuhnya berjalan.

  • Laporan Utama

    Usaha Restorasi Belum Stabil Setelah Satu Dekade

    Usaha restorasi ekosistem setelah lebih dari satu dekade.

  • Laporan Utama

    Hablumminalam di Kalimantan

    Untuk bisa menjaga gambut agar menyerap karbon banyak, pertama-tama bekerja sama dengan masyarakat. Sebab ancaman utama gambut adalah kebakaran.

  • Laporan Utama

    Keanekaragaman Hayati di Hutan Restorasi

    Restorasi menjadi usaha memulihkan keanekaragaman hayati kawasan hutan produksi yang rusak. Terbukti secara empirik.

  • Laporan Utama

    Tenggiling di Ekosistem Riau

    Ekosistem Riau memiliki sumber daya mencengangkan. Belum banyak penelitian mengenai keanekaragaman hayati, khususnya di ekosistem hutan gambut ini.

  • Wawancara

    Restorasi Ekosistem adalah Masa Depan Kehutanan

    Wawancara dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang sedang menjabat Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari yang mengurus restorasi ekosistem. Menurut dia, restorasi adalah masa depan kehutanan dalam mengelola lingkungan.

  • Laporan Utama

    Inovasi dan Penguatan Kebijakan Restorasi Ekosistem

    Dalam kondisi kapasitas pemerintah pusat dan daerah belum cukup menjalankan pengelolaan hutan secara nasional, pelaku restorasi ekosistem hutan diharapkan bisa mengisi lemahnya kapasitas pengelolaan tersebut.

  • Laporan Utama

    Restorasi Ekosistem Sampai di Mana?

    Kebijakan restorasi saat ini sudah mendekati filosofi dan menjadi pedoman pemerintah dan pemegang izin dalam implementasi di lapangan.

  • Laporan Utama

    Pemulihan Jasa Ekosistem

    Studi di hutan pegunungan Jawa Barat telah menyingkap fakta ilmiah begitu pentingnya ekosistem hutan dalam mempertahankan, meningkatkan dan memulihkan kesehatan manusia.

  • Kolom

    Pegunungan Cycloop Menunggu Restorasi

    Status cagar alam tak membuat Cycloop terlindungi. Perladangan berpindah, pertanian, dan naiknya jumlah penduduk membuat Cycloop menjadi rusak dalam sepuluh tahun terakhir.