Fotografi | April-Juni 2019

Trik Memotret Lanskap

Trik memotret lanskap karena Indonesia kaya akan aneka ragam sungai. Ada yang menyebutnya nadi Tuhan.

Firli Azhar Dikdayatama

Manusia Video

SEBAGAI negara tropis yang berpulau-pulau dan menjadi rumah ribuan gunung berapi, Indonesia kaya akan aneka ragam sungai. Yang terjal, yang landai, yang curam, hingga diam-diam menghanyutkan. Belum ada data pasti jumlah persisnya, tapi yang sudah bernama sekitar 350.  Sungai disebut juga urat alam, bahkan nadi Tuhan. Sebab sungai menjadi sumber kehidupan manusia dan mahluk lain di sekitarnya. Tak hanya sebagai sumber air, tapi juga alat perhubungan—alih-alih memisahkan—hingga menentukan pola sosial dan budaya masyarakat. Charles Bishop Kuralt menyebut Indonesia sebagai salah satu negara terkaya dengan pelbagai bentuk sungai yang mempengaruhi bentang alam itu.

Trik Memotret Lanskap:

  1. Kamera

Semua jenis kamera bisa dipakai memotret lanskap.

  1. Lensa

Lensa sudut lebar (wide lens) lebih menguntungkan dalam pemotretan lanskap.

  1. Tripod

Kamera dalam kondisi statis (tidak bergoyang) saat pemotretan penting dalam menghasilkan foto dengan detail yang baik dan memadai.

  1. Waktu

Jatuhnya pencahayaan pada saat pagi dan sore akan menciptakan bayangan (shadow) dan rona (highlight) yang cukup baik bagi potret lanskap. Pencahayaan yang baik dalam kondisi cuaca cerah akan menghasilkan foto yang detail.

  1. Golden hour

Rona warna oranye keemasan tercitra secara alami saat matahari terbit di pagi hari maupun terbenam di sore hari

  1. Blue hour

Rona warna biru yang tercipta secara alami, biasanya muncul saat matahari terbenam hingga menjelang gelap malam.

  1. Diafragma

Bukaan diafragma sempit akan menghasilkan ruang tajam yang lebar sehingga seluruh bagian foto akan tampak tajam

  1. Kecepatan

Penggunaan kecepatan tinggi akan menghindari terjadinya guncangan saat shutter ditekan, sehingga ketajaman foto tetap bisa dipertahankan.

  1. Kecepatan ISO

Penggunaan ISO (International Organization for Standardization) rendah disarankan untuk mendapatkan foto yang halus dan terbebas dari noise (bintik pada permukaan foto)

  1. Komposisi

Perhatikan pengaturan komposisi obyek pada foto (three copossition rules), penempatan latar depan (foreground) – obyek interest – latar belakang (background) untuk komposisi menarik.

Foto-foto ini tayang di versi cetak edisi April-Juni 2019 dengan judul "Nadi Tuhan"

Sendirian (Foto: Asep Ayat)

Dalam Rembang Cahaya (Foto: R. Eko Tjahjono)

Bayang-bayang Penghubung (Foto: R. Eko Tjahjono)

Memancing Sendirian (Foto: Firli A. DIkdayatama)

Buang Sauh (Foto: Mashari Makky)

Di Antara Tebing (Foto: Mashari Makky)

Daftarkan alamat email anda untuk berlangganan GRATIS artikel terbaru kami

Bagikan

Artikel Terkait

Komentar

Artikel Lain