Fotografi | Juli-September 2019

Teknik Memotret Potret

Pada dasarnya memotret potret (potrait) yang perlu diperhatikan aperture, shutter speed, komposisi, fokus objek, pencahayaan, dan persiapan peralatan.

Asep Ayat

Pemerhati burung liar di Burung Indonesia

FOTO potret cukup populer di kalangan para fotografer. Pada masanya sejumlah media besar dunia memakai teknik ini untuk menampilkan wajah tokoh di sampul majalah atau koran. Sampai-sampai Presiden Amerika Donald Trump bertanya kepada fotografer Time apakah jika dipotret dengan teknik seerti itu pori-pori wajahnya akan terlihat di sampul majalah?

Pada dasarnya memotret portrait yang perlu diperhatikan aperture, shutter speed, komposisi, fokus objek, pencahayaan, dan menyiapkan peralatan.

Trik Memotret Potret (skala foto profil):

  1. Kamera: semua jenis kamera.
  2. Lensa: gunakan lensa yang memiliki focal length panjang agar depth of field lebih tercipta.
  3. Lokasi: disarankan nyaman, bisa dengan latar belakang polos (tidak bertekstur) atau alam.
  4. Pencahayaan: gunakan lighting/flash tambahan dengan pencahayaan dari sudut pandang berbeda agar memberikan kesan dimensi. Misalnya, pencahayaan arah samping akan menonjolkan sisi detail pada objek.
  5. Exposure Compensation: agar wajah dari objek akan lebih terang (overexposure).
  6. Diafragma: disarankan diafragma lebar untuk mendapatkan depth of field yang dangkal (sekitar f2.8 – f/5.6) dikombinasikan dengan zoom in di daerah bulu mata guna melihat ketajaman foto.
  7. Shutter speed: apabila menggunakan handheld, gunakan shutter speed sekitar 1/100-1/250 detik.
  8. ISO: penggunaan iso disarankan 100- 400), bila dalam kondisi low light (baik indoor atau outdoor) bisa menaikkan ISO ke 800, 1600 atau bahkan 3200.
  9. Headroom: jangan terlalu banyak headroom di bagian atas kepala objek.
  10. Eye level: posisikan kamera berada pada eye level dari objek. Perhatikan mata dari objek karena kebanyakan orang akan lebih fokus melihat mata objek pada foto potret.
  11. Dressing: usahakan objek menggunakan pakaian yang berhubungan dengan karakter atau profesinya.
  12. Interaksi: buat objek senyaman mungkin agar ekspresi dan momen objek mudah untuk dipotret.
  13. Candid: jika objek terkesan terintimidasi, fotolah objek dengan aktivitas atau kegiatan yang menggambarkan profesi atau karakteristik dari objek.
  14. Framing: teknik framing juga dinilai cukup bermanfaat untuk mendapatkan komposisi foto potret yang pas.

Menatap 1 Foto: Asep Ayat)

Tersenyum (Foto: Firli Azhar)

Bermain (Foto: Asep Ayat)

Potret (Foto: Firli Azhar)

Daftarkan alamat email anda untuk berlangganan GRATIS artikel terbaru kami

Bagikan

Komentar

Artikel Lain

  • Laporan Utama

    Citarum Belum Harum

    Banyak program memperbaiki sungai Citarum, sungai terpanjang di Jawa Barat, yang dijuluki sungai terkotor di kolong langit. Tiap gubernur punya program sendiri dengan anggaran tak sedikit. Ada Citarum Bergetar, Citarum Lestari, Citarum Bestari. Semuanya gagal. Kini muncul Citarum Harum. Kali ini perbaikan lebih masif dan bergaung karena kebijakannya langsung di tangan presiden. Tahun pertama Citarum Harum perbaikan sungai yang berakhir di Muara Gembong Bekasi ini belum terlalu signifikan, tapi menjanjikan. Perlu pola pikir menyeluruh di semua lapisan masyarakat.

  • Laporan Utama

    Perang Melawan Kerusakan Citarum

    Perbaikan Citarum dari hulu ke hilir. Butuh komitmen kuat.

  • Laporan Utama

    Menengok Mastaka Citarum

    Situ Cisanti, kilometer 0 sungai Citarum, kini bersih dari sampah dan eceng gondok. Tujuh mata air mengalir deras.

  • Laporan Utama

    Nyi Santi dari Bumi Pohaci

    Irma Hutabarat menekuni vetiver untuk menyelamatkan sungai yang porak poranda. Citarum membuatnya jatuh cinta.

  • Laporan Utama

    Citarum, oh, Citarum

    Citarum dalam angka.

  • Laporan Utama

    Merusak Lingkungan Belum Jadi Pidana

    Wawancara dengan Taruna Jaya, Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Citarum-Ciliwung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

  • Laporan Utama

    Mengatasi Tuna Daya Mengelola Citarum

    Petani di bagian hulu DAS Citarum perlu didorong dalam konteks transformasi komoditas yang lebih menguntungkan secara finansial, yaitu mengganti tanaman hortikultura menjadi kopi dan pohon buah.

  • Laporan Utama

    Perhutanan Sosial untuk Perbaikan Hulu Sungai

    Perhutanan sosial merupakan sistem pengelolaan hutan lestari sehingga program ini dapat mendukung pemulihan kondisi DAS Citarum melalui pelaksanaan perhutanan sosial di Wilayah Kerja Perum Perhutani di Provinsi Jawa Barat.

  • Laporan Utama

    Sungai Itu Seperti Tubuh Kita

    Jika wilayah DAS terbagi ke dalam wilayah hulu (atas), tengah dan hilir (bawah), maka tubuh manusia pun terdiri dari bagian atas, tengah dan bawah.

  • Laporan Utama

    Solusi untuk Citarum

    Slogan mempertahankan Citarum bebas limbah dan kotoran wajib dilaksanakan mulai dari setiap RT, RW, desa dan kecamatan yang berinteraksi dengan Citarum. Bentuk forum Kiai Peduli Citarum.