Oase | Oktober-Desember 2019

Suara Anak-Anak Muda

Demokrasi mencemaskan ketika mereka yang terpilih secara demokratis melupakan cara mendengar suara mereka yang memilihnya.

Bagja Hidayat

Mengelola blog catataniseng.com

ANAK-anak muda muncul ketika para orang tua tak bisa menyelesaikan hal ihwal. Dalam novel Fathers and Sons, Ivan Turgenev menghadirkan sosok Yevgeny Vasilevich Bazarov yang mencemaskan para orang tua karena jalan pikirannya. Anak muda ini tipikal seorang yang pulang dengan marah setelah bertahun-tahun menyerap ilmu di universitas.

Bazarov merasa tak ada gunanya belajar jauh-jauh sementara Rusia, negerinya di abad 19, tetap saja tertinggal. Masyarakat hidup bodoh, sementara orang kaya foya-foya dengan pesta. Tsar duduk angkuh di istana, para padri tak henti-henti berkhotbah seraya tutup mata pada kebatilan di sekeliling. Bagi Bazarov, segala kekusutan itu bersumber pada nilai-nilai lama yang nyaman dianut generasi tua.

“Wahai paman, bisakah paham yang kalian anut ini membuat kita menjadi berarti?” kata Bazarov kepada Pak Kirsanov, ayah temannya.

Setelah lulus, Bazarov tak langsung pulang ke kampungnya. Ia mampir ke rumah temannya, Arkady Kirsanov, lalu tertarik mempraktikkan ilmu dokternya. Di sinilah ia menyaksikan kekolotan dan paham kuno para orang tua yang ia tolak.

Orang-orang tua, yang tak mengerti dunia sudah berubah di luar sana, hanya berpikir bagaimana membuat tanah pertanian subur dan panen berlimpah untuk hidup sehari-hari. Pak Kirsanov hanya perlu ke kebun mencari rumput untuk meredam demam seorang adiknya. Sedangkan Bazarov ingin penyakit itu dideteksi dan si bibi minum obat. Mereka pun kerap bertengkar untuk hal-hal sepele. Pak Kirsanov bahkan berpikir Bazarov adalah “orang berbahaya yang bisa meracuni pikiran anakku karena mengajarkan hal-hal yang dilarang tradisi”.

Bazarov makin frustrasi ketika tahu keterbelakangan itu hinggap di seluruh negeri. “Kita harus berubah,” katanya. Tapi dengan cara apa? Bazarov mewakili kaum intelektual Rusia beberapa puluh tahun sebelum Revolusi Oktober 1917: mereka yang tak berdaya menghadapi carut marut keadaan. Bazarov kian meradang ketika tahu Pak Kirsanov berselingkuh dengan pelayannya, sebuah simbol nilai-nilai lama di mana laki-laki mengendalikan seks. Sementara di mata orang tua, Bazarov adalah orang yang tak tahu adat. Dua-duanya memakai mata yang berbeda dalam memandang situasi. Maka kedua generasi pun berbenturan.

Fathers and Sons adalah novel Turgenev yang paling indah. Bazarov seperti personifikasinya, yang bertahun-tahun hidup dan belajar di luar negeri, lalu menjadi pelopor sastra realis Rusia. Tapi, setelah novel ini terbit, Turgenev berhenti menulis selama satu dekade karena kritik yang bertubi-tubi kepada novelnya ini. Satu kritik, misalnya, menganggap Bazarov terlalu lembek sebagai seorang nihilis.

Tapi, kritik itu kian menegaskan bahwa Turgenev seorang penulis besar. Fyodor Dostoyevsky sampai menulis Kejahatan dan Hukuman sebagai tanggapan sekaligus mengeksplorasi gagasan novel ini. Ketika Turgenev meninggal di usia 63 pada musim gugur 1883, seluruh Rusia menyambut jenazahnya dari Paris. Tentara siaga di jalan-jalan St. Petersburg karena khawatir iring-iringan berakhir menjadi rusuh politik.

Toh, kerusuhan itu tetap terjadi, pada Oktober 1917, ketika Bazarov-Bazarov yang menolak menjadi nihilis seperti Lenin dan Stalin menumpahkan segala kritik dan marahnya dengan menyerbu Istana dan menumbangkan Tsar. Rusia pun memasuki abad baru di bawah panji-panji komunisme.

Anak-anak muda memang sering mengejutkan ketika keadaan genting. Di Jakarta atau di mana pun anak-anak muda tampil merebut panggung ketika orang-orang tua tak bisa menyelesaikan soal-soal, berselingkuh dengan oligarki untuk sepotong kekuasaan yang melenakan. Tahun 1998 tak ada yang tahu dan yakin bisakah Suharto yang menguasai bisnis dan tentara selama 32 tahun bisa ditumbangkan, sampai muncul anak-anak muda naik panggung menyerukan saatnya berhenti dari impitan otoritarianisme.

“Anak muda tahu aturan, orang tua ingin pengecualian,” kata Oliver Wendell Holmes, seorang hakim yang terkenal dalam sejarah Amerika. Dengan kata lain anak muda dan orang tua selalu berbeda dalam memandang banyak hal. Generasi berganti karena itu cara pandang terhadap pakem dan nilai-nilainya pun berubah.

Maka orang-orang tua yang bijak, kata sebuah petuah, adalah jika ia bersedia lebih banyak mendengar. Kearifan tak lahir dari pikiran sendiri melainkan dari pengalaman dan pergulatan dengan pikiran yang berbeda. Perdebatan dan pertempuran ide selalu mendewasakan karena ia menampung segala kemungkinan. Kesediaan mendengar suara yang berbeda itulah mata air kebajikan.

Itulah yang tecermin dari suara mahasiswa bergerak hari-hari ini. Kita menyaksikan gelora protes karena orang-orang tua, di lembaga eksekutif, di legislatif, mereka anggap tak lagi mendengar suara lain dalam banyak hal. Demokrasi mencemaskan ketika mereka yang terpilih secara demokratis melupakan cara mendengar suara mereka yang memilihnya.

Bazarov-Bazarov baru akan muncul di tiap zaman karena ia segera jadi Kirsanov di kemudian hari.

Daftarkan alamat email anda untuk berlangganan GRATIS artikel terbaru kami

Bagikan

Komentar

Artikel Lain

  • Laporan Utama

    Insaf yang Hampir Terlambat

    Pengelolaan hutan yang mengandalkan sepenuhnya pada komoditas kayu, setelah Indonesia merdeka, menghasilkan deforestasi dan degradasi lahan yang akut dan membuat planet bumi kian memanas. Pertumbuhan penduduk dan tuntutan kebutuhan ekonomi menambah derita hutan tropis Indonesia. Setelah 34 juta hektare tutupan hutan hilang, setelah 49% habitat endemis lenyap, kini ada upaya memulihkan hutan kembali lewat restorasi ekosistem: paradigma yang tak lagi melihat hutan semata tegakan pohon. Restorasi seperti cuci dosa masa lalu, cuci piring kotor sebelum kenyang, insaf yang hampir terlambat. Setelah satu dekade, restorasi masih merangkak dengan pelbagai problem. Aturan-aturan main belum siap, regulasi masih tumpang tindih, organ-organ birokrasi di tingkat tapak belum sepenuhnya berjalan.

  • Laporan Utama

    Usaha Restorasi Belum Stabil Setelah Satu Dekade

    Usaha restorasi ekosistem setelah lebih dari satu dekade.

  • Laporan Utama

    Hablumminalam di Kalimantan

    Untuk bisa menjaga gambut agar menyerap karbon banyak, pertama-tama bekerja sama dengan masyarakat. Sebab ancaman utama gambut adalah kebakaran.

  • Laporan Utama

    Keanekaragaman Hayati di Hutan Restorasi

    Restorasi menjadi usaha memulihkan keanekaragaman hayati kawasan hutan produksi yang rusak. Terbukti secara empirik.

  • Laporan Utama

    Tenggiling di Ekosistem Riau

    Ekosistem Riau memiliki sumber daya mencengangkan. Belum banyak penelitian mengenai keanekaragaman hayati, khususnya di ekosistem hutan gambut ini.

  • Wawancara

    Restorasi Ekosistem adalah Masa Depan Kehutanan

    Wawancara dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang sedang menjabat Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari yang mengurus restorasi ekosistem. Menurut dia, restorasi adalah masa depan kehutanan dalam mengelola lingkungan.

  • Laporan Utama

    Inovasi dan Penguatan Kebijakan Restorasi Ekosistem

    Dalam kondisi kapasitas pemerintah pusat dan daerah belum cukup menjalankan pengelolaan hutan secara nasional, pelaku restorasi ekosistem hutan diharapkan bisa mengisi lemahnya kapasitas pengelolaan tersebut.

  • Laporan Utama

    Restorasi Ekosistem Sampai di Mana?

    Kebijakan restorasi saat ini sudah mendekati filosofi dan menjadi pedoman pemerintah dan pemegang izin dalam implementasi di lapangan.

  • Laporan Utama

    Pemulihan Jasa Ekosistem

    Studi di hutan pegunungan Jawa Barat telah menyingkap fakta ilmiah begitu pentingnya ekosistem hutan dalam mempertahankan, meningkatkan dan memulihkan kesehatan manusia.

  • Kolom

    Pegunungan Cycloop Menunggu Restorasi

    Status cagar alam tak membuat Cycloop terlindungi. Perladangan berpindah, pertanian, dan naiknya jumlah penduduk membuat Cycloop menjadi rusak dalam sepuluh tahun terakhir.