Untuk bumi yang lestari

Kabar Baru|02 November 2021

Yang Harus Anda Tahu tentang COP26

Konferensi Iklim tahunan PBB yang membahas mitigasi krisis iklim. Sudah masuk COP26 dunia malah makin dekat dengan puncak pemanasan global.

SETELAH ditunda karena pandemi Covid-19, COP26 digelar di Glasgow, Skotlandia, pada 31 Oktober hingga 12 November 2021. COP adalah conference of the parties atau konferensi para pihak. Perwakilan negara anggota yang meratifikasi Perjanjian Paris 2015 disebut dengan para pihak.

Perjanjian Paris 2015 menjadi tonggak penting mitigasi krisis iklim. Sebab, melalui kesepakatan di pinggiran ibu kota Prancis itu ada mekanisme teknis menurunkan emisi untuk mencegah suhu bumi naik 1,50 Celsius dibanding masa praindustri 1800-1850. Yaitu, kewajiban setiap pihak atau negara menuangkan proposal menurunkan emisi mereka dalam dokumen nationally determined contribution atau NDC.

Apa itu NDC?
Nationally determined contribution atau kontribusi nasional yang ditetapkan, yakni janji penurunan emisi tiap negara. Sifatnya "no backsliding". Artinya, penurunan emisi tiap negara tidak boleh turun, tapi naik terus dari tahun ke tahun.

Menapa dinamakan COP26?
COP dimulai pada 1995, sebagai kelanjutan Konferensi Tingkat Tinggi Bumi di Rio d Janeiro pada 1992. KTT Bumi 1992 melahirkan kerangka kerja PBB menangani krisis iklim (UNFCC). Ada 154 negara yang menandatangani jani memangani perubahan iklim. Kesepakatan-kesepakatan COP mengacu nama tuan rumah. Karena itu COP21 dinamakan Perjanjian Paris. COP1 dilaksanakan di Berlin, Jerman. 

Siapa saja yang hadir di COP26?
Ada 197 negara yang telah menandatangani Perjanjian Paris, meski yang meratifikasinya tak lebih dari 100 negara. Pada COP26 ada sekitar 30.000 delegasi yang mewakili 120 negara. Presiden Joko Widodo memimpin delegasi Indonesia  yang terdiri dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dan Menteri Energi Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, empat wakil menteri Lingkungan, Luar Negeri, BUMN, dan Keuangan, serta duta besar untuk Jerman dan Inggris. 

Apa yang dibahas di COP26?
Ada empat poin yang dibahas dalam perundingan COP26:

  1. Nol emisi dan mempertahankan suhu tidak lebih dari 1,50C
  2. Melindungi ekosistem dan habitat alam liar
  3. Pendanaan untuk perubahan iklim US$ 100 miliar per tahun.
  4. Kesepakatan semua negara mengenai aturan detail Perjanjian Paris (Paris rulebook)

Bagaimana perundingan COP26?
Para negosiator melakukan mekanisme berbeda untuk membatu negaranya melaporkan target iklim dan berkomunikasi satu sama lain. Membangun kepercayaan kepada negara lain terkait pekerjaan rumah negaranya. Walaupun negosiasi secara tertutup, banyak aktivitas dari berbagai kalangan seperti LSM, organisasi pemuda, bisnis, dan kelompok kebijakan yang terjadi di luar negosiasi. 

Kenapa COP26 penting?
COP26 pun menjadi penting karena untuk pertama kalinya, proposal NDC itu dievaluasi: seberapa serius negara-negara membuat kebijakan mencegah pemanasan global. Sayangnya, dari 82 proposal yang masuk ke PBB pengurangan emisi hanya sepertiga dari angka yang disepakati di Paris, sebesar 45% jumlah emisi global sebanyak 51 miliar ton setara CO2

Berapa NDC Indonesia?
Sebesar 29% dengan usaha sendiri dan 41% dengan bantuan internasional dari jumlah emisi sebanyak 2,869 miliar ton setara CO2 pada 2030.

Apa yang baru?
Indonesia mengajukan satu paket dokumen NDC dengan dokumen ketahanan iklim jangka panjang 2050 yang menyatakan net zero emission atau nol bersih emisi pada "2060 atau lebih cepat". Dalam dokumen revisi juga ada tambahan adaptasi krisis iklim di perairan. Proposalnya diajukan dalam COP25 di Madrid dan di setujui UNFCC lalu disahkan dalam dokumen baru untuk COP26 Glasgow. 

Apa sanksi bagi negara yang gagal mencapai target penurunan emisi?
Tidak ada. NDC bersifat komitmen sehingga ketika tidak tercapai, negara tersebut hanya ingkar janji saja. Target-target NDC akan diawasi, ditelusuri, dan diverifikasi oleh Sekretariat UNFCC yang melibatkan pakar independen yang harus disampaikan pencapaiannya pada 2024.

BERSAMA MELESTARIKAN BUMI

Ketika informasi makin marak, peristiwa-peristiwa tak lagi berjarak, jurnalisme kian penting untuk memberikan perspektif dan mendudukkan soal-soal. Forest Digest memproduksi berita dan analisis untuk memberikan perspektif di balik berita-berita tentang hutan dan lingkungan secara umum.

Redaksi bekerja secara voluntari karena sebagian besar adalah mahasiswa dan alumni Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University yang bekerja di banyak profesi. Dengan visi "untuk bumi yang lestari" kami ingin mendorong pengelolaan hutan dan lingkungan yang adil dan berkelanjutan.

Dukung kami mewujudkan visi dan misi itu dengan berdonasi atau berlangganan melalui deposit Rp 50.000.


Mahasiswa Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University

Bagikan

Komentar

Artikel Lain