Teroka | April-Juni 2020

Jenis-jenis Hama Bambu

Ada banyak jenis hama bambu. Kerusakan produk bambu terutama terhadap organisme perusak bambu yang berhubungan dengan produk itu ditempatkan.

Jasni

Pensiunan Badan Penelitian, Pengembangan, dan Inovasi KLHK

DI dunia, tanaman bambu diperkirakan ada sekitar 1.200 jenis, sedangkan di Indonesia ditemukan ada 160 jenis. Di Indonesia, sekitar 80% bambu digunakan untuk konstruksi termasuk mebel, bahan baku kerajinan dan sarana lainya. Secara alami bambu lebih kuat dibandingkan beton dalam struktur karena memiliki sifat fisik dan mekanik yang baik, mudah dibentuk, dibelah, ditekuk sehingga bambu baik sebagai bahan material mebel, barang kerajinan, alat rumah tangga.

Bambu juga bersifat elastis, sehingga baik digunakan sebagai bahan material konstruksi jembatan, bangunan perumahan tahan gempa. Selain itu bambu juga eksotik dan artistik, ramah lingkungan, relatif murah, cepat tumbuh, mudah dibudidayakan, bobot yang ringan, sehingga tidak membebani beban bangunan secara keseluruhan, dan dapat mencegah erosi.

Namun bambu juga mempunyai kelemahan. Antara lain mudah lapuk, tidak tahan air hujan, rentan terhadap organisme perusak seperti, kumbang bubuk, rayap dan jamur, sehingga bambu perlu biaya ekstra untuk memperpanjang umur pakainya. Kerusakan produk bambu terutama terhadap organisme perusak bambu yang berhubungan dengan produk itu ditempatkan. Jika produk bambu ada dalam ruangan, umumnya terserang kumbang bubuk atau rayap kayu kering. Sedangkan di luar rentan terkena rayap tanah dan jamur. Di alam terbuka terkena perubahan cuaca, jamur pelapuk.

Pada konstruksi, bambu banyak mendapat serang dari kumbang bubuk, karena dalam bambu mengandung zat pati yang cukup tinggi, 4-20%. Pati merupakan sumber makanan utama kumbang  bubuk. Dari pengalaman penelitian saya, kumbang bubuk menyerang bambu pada 1-2 pekan setelah paten, terutama untuk bambu betung (Dendrocalamus asper Backer), ampel (Bambusa vulgaris Scharader ex Wendland), tutul (Bambusa maculate Widjaya), dan andong (Gigantochloa pseudoarundinaceae (Steud) Widjaya.

Kumbang bubuk lebih senang menyerang bambu yang berdiameter lebih besar, seperti mambu manggong (Gigantochloa manggong Widjaya), mayan (Gigantochloa robusta Kurz), sembilang (Dendrocalamus giganteus Mounro), bambu lengka (Gigantochloa hasskarliana (Kurz) Backer ex Heyne), atter (Gigantochloa atter (Hassk.) Kurz.

Karena itu, untuk menangkal serangan kumbang bubuk, waktu panen menjadi penentu. Berkaca pada pengalaman masyarakat, waktu terbaik memanen bambu pada mangsa kesembilan yaitu bulan Maret. Menebang bambu sebaiknya ketika cuaca panas, di atas jam 12 siang, sebab pada waktu panas pati atau zat gula dalam batang bambu sedang rendah.

Selain kumbang bubuk, hama bambu lain adalah rayap. Ia menyerang bambu untuk mengambil selulosanya. Dalam bambu terkandung selulosa berkisar 42-54%. Setiap jenis bambu mempunyai kandungan selulosa yang berbeda, sehingga kepekaan setiap jenis bambu terhadap rayap juga berbeda.

Rayap yang menyerang bambu adalah rayap tanah dan rayap kayu kering. Rayap tanah merupakan rayap yang paling ganas terutama merusak bangunan atau konstruksi yang berhubungan dengan tanah. Beberapa hasil penelitian menunjukkan, jenis bambu andong, betung, ampel, atter, duri, manggong, tamiang (Schizostachyum blumei Ness), taiwan (Dendrocalamus latiflorus Munro), dan bambu buta merupakan jenis bambu kurang tahan atau tidak tahan terhadap rayap tanah. Jenis bambu yang agak tahan rayap hanya jenis bambu wulung, apus, mayan, sembilang, kuring, peting dan bambu India. Itu pun daya tahannya tidak lebih satu tahun.

Sementara rayap kayu kering menyerang bambu yang sudah kering seperti rangka atap, kusen, tiang, mebel dan alat rumah tangga. Namun rayap ini tidak seganas rayap tanah. Beberapa jenis bambu yang peka terhadap rayap kayu kering adalah jenis bambu tutul, andong, mayan, betung, ampel, duri, manggong, kuring (Gigantochloa kuring Widjaja) dan tamiang. Sedangkan jenis bambu yang agak tahan rayap adalah wulung, apus, atter, sembilang, India, taiwan, lemang (Schizostachyum brachycladum Kurz).

Daftarkan alamat email anda untuk berlangganan GRATIS artikel terbaru kami

Bagikan

Komentar

Artikel Lain