Angka | Juli-September 2019

Indonesia Darurat Sampah

Indonesia menjadi penghasil sampah nomor dua terbesar di dunia setelah Cina.

Wike Andiani

Alumnus Fakultas Kehutanan IPB

Indonesia darurat sampah. Jenna Jambeck, seorang peneliti, menyebutkan bahwa Indonesia menjadi penghasilan sampah nomor dua terbesar di dunia setelah Cina. Belum lagi sampah impor yang masuk ke Indonesia setelah Cina berhenti menerima sampah dari luar negeri untuk di daur ulang. Tak hanya banjir akibat gunung gundul, Indonesia kebanjiran sampah akibat tak punya teknologi mendaurulangnya.

Ironisnya, separuh sampah kita adalah sisa makanan. Angkanya jauh lebih besar dibanding sampah makanan tingkat dunia sebanyak 30%. Sampah makanan menjadi problem karena, selain menghasilkan gas-gas penyebab emisi rumah kaca, makanan diolah melalui energi tak terbarukan, pembukaan lahan untuk pertanian, peternakan, perkebunan. Sehingga sampah makanan menghasilkan emisi yang besar sejak awal hingga akhir prosesnya.

PBB merekomendasikan tiap negara fokus pada penanganan sampah makanan dan minuman. Apalagi makanan dan minuman biasanya dikemas yang menghasilkan sampah lanjutan. Aktivitas manusia memenuhi kebutuhan dan bertahan hidup membuat bumi kian merasa. Sudah saatnya kita insaf dan mulai mengurangi sampah serta mengefektifkan proses pembuatannya.

Sampah dalam Angka (2018)

Daftarkan alamat email anda untuk berlangganan GRATIS artikel terbaru kami

Bagikan

Artikel Terkait

Komentar

Artikel Lain

  • Laporan Utama

    Citarum Belum Harum

    Banyak program memperbaiki sungai Citarum, sungai terpanjang di Jawa Barat, yang dijuluki sungai terkotor di kolong langit. Tiap gubernur punya program sendiri dengan anggaran tak sedikit. Ada Citarum Bergetar, Citarum Lestari, Citarum Bestari. Semuanya gagal. Kini muncul Citarum Harum. Kali ini perbaikan lebih masif dan bergaung karena kebijakannya langsung di tangan presiden. Tahun pertama Citarum Harum perbaikan sungai yang berakhir di Muara Gembong Bekasi ini belum terlalu signifikan, tapi menjanjikan. Perlu pola pikir menyeluruh di semua lapisan masyarakat.

  • Laporan Utama

    Perang Melawan Kerusakan Citarum

    Perbaikan Citarum dari hulu ke hilir. Butuh komitmen kuat.

  • Laporan Utama

    Menengok Mastaka Citarum

    Situ Cisanti, kilometer 0 sungai Citarum, kini bersih dari sampah dan eceng gondok. Tujuh mata air mengalir deras.

  • Laporan Utama

    Nyi Santi dari Bumi Pohaci

    Irma Hutabarat menekuni vetiver untuk menyelamatkan sungai yang porak poranda. Citarum membuatnya jatuh cinta.

  • Laporan Utama

    Citarum, oh, Citarum

    Citarum dalam angka.

  • Laporan Utama

    Merusak Lingkungan Belum Jadi Pidana

    Wawancara dengan Taruna Jaya, Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Citarum-Ciliwung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

  • Laporan Utama

    Mengatasi Tuna Daya Mengelola Citarum

    Petani di bagian hulu DAS Citarum perlu didorong dalam konteks transformasi komoditas yang lebih menguntungkan secara finansial, yaitu mengganti tanaman hortikultura menjadi kopi dan pohon buah.

  • Laporan Utama

    Perhutanan Sosial untuk Perbaikan Hulu Sungai

    Perhutanan sosial merupakan sistem pengelolaan hutan lestari sehingga program ini dapat mendukung pemulihan kondisi DAS Citarum melalui pelaksanaan perhutanan sosial di Wilayah Kerja Perum Perhutani di Provinsi Jawa Barat.

  • Laporan Utama

    Sungai Itu Seperti Tubuh Kita

    Jika wilayah DAS terbagi ke dalam wilayah hulu (atas), tengah dan hilir (bawah), maka tubuh manusia pun terdiri dari bagian atas, tengah dan bawah.

  • Laporan Utama

    Solusi untuk Citarum

    Slogan mempertahankan Citarum bebas limbah dan kotoran wajib dilaksanakan mulai dari setiap RT, RW, desa dan kecamatan yang berinteraksi dengan Citarum. Bentuk forum Kiai Peduli Citarum.