Kabar Baru | 28 April 2019

37% Sampah Plastik Ada di Pantai

Sampah plastik itu masuk ke laut karena terbawa arus sungai, atau sampah yang dibawa masyarakat saat piknik

Redaksi

Redaksi

SAMPAH plastik kini menjadi momok pencemaran lingkungan di Indonesia. Kita menjadi negara yang memproduksi sampah plastik nomor dua terbesar di dunia setelah Tiongkok, dengan angka 64 juta ton per tahun. Menurut Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, sebanyak 37 persen sampah plastik ditemukan di pantai dan laut.

Angka 64 juta ton dan 37% bisa berhubungan atau tak berhubungan. Sebab laut tak mengenal teritori. Sampah kita, seperti terlihat dalam sebuha tayangan baru-baru ini, bisa sampai ke pantai-pantai di Filipina atau Thailand karena terbaru arus laut. Angka yang disebut Menteri Siti adalah jumlah sampah yang diperkirakan ada di pantai-pantai Indonesia.

Sampah plastik itu masuk ke laut karena terbawa arus sungai, atau sampah yang dibawa masyarakat saat piknik. “Saya lihat di pantai banyak botol dan tusuk sate, saya imbau agar wisawatan membawa sampah plastiknya setelah piknik,” kata Siti saat peringatan Hari Peduli Sampah Nasional pada 24 Februari 2018 di Kendal, Jawa Tengah.

Peringatan Hari Sampah itu ditandai dengan aksi bersih pantai Kendal yang melibatkan 2.000 orang sejak jam 6 pagi. Aksi bersih selama dua jam itu menghasilkan sampah plastik sebanyak 100 kilogram. Dalam pidatonya, Menteri Siti mengajak masyarakat peduli lingkungan dengan mengurangi sampah plastik atau tak membuangnya secara sembarangan.

Menurut Siti, mengutip data Badan Pusat Statistik, indeks ketidakpedulian orang Indonesia terhadap sampah sebesar 0,72. Artinya, tingkat kepedulian orang Indonesia terhadap sampah masih rendah. “Angka-angka ini menunjukkan bahwa kita harus terus-menerus bersama-sama dengan masyarakat, pemerintah, para aktivis, dan semua elemen untuk kita terus-menerus membersihkan sampah," ujar Siti.

 

20190505104603.png

Indeks kepedulian mengelola sampah (Sumber: BPS, 2018)

Dengan kerja sama antar individu dengan memulainya dari peduli lingkungan, Siti berharap Indonesia bisa menurunkan predikat produsen sampah plastik terbesar di dunia. Soalnya, kata dia, dari total sampah yang dibuang tiap hari, paling banyak berupa sampah rumah tangga. 

Siti mengajak masyarakat memilah sampah jika belum bisa menguranginya, bahkan mengolahnya agar menjadi produk yang bisa dipakai. Kegiatan bersih pantai juga dilakukan secara serentak di beberapa kota dan kabupaten lain di Jawa Tengah, seperti, Tegal, Pemalang, Brebes, Jepara, Kebumen, Rembang, dan Batang.

Indeks kepedulian sampah penduduk tiap provinsi

Indonesia memproduksi 64 juta ton sampah per tahun. Jika penduduk Indonesia 261 juta, tiap orang memproduksi 0,7 kilogram sampah per hari. Angka ini membuat orang Indonesia menjadi juara nomor dua sebagai penghuni bumi yang memproduksi sampah terbanyak setelah orang Tiongkok.

Dari jumlah itu separuh sampah berupa sisa makanan yang sebagian besar berasal dari rumah tangga. Disusul jumlah sampah dari pasar tradisional yang paling banyak. Sampah plastik sebanyak 15% yang masih sedikit didaurulang kembali.

20190505103620.png

Survei peduli sampah (Sumber: BPS, 2018)

Celakanya, tiap orang cenderung tak peduli dengan sampah yang mereka hasilkan. Alih-alih mengolah atau mendaur ulang, tiap rumah tangga menimbunnya atau membakar sampah yang membahayakan udara dan sistem pernapasan manusia. Menurut survei BPS, hanya 18,6% rumah tangga yang peduli pada sampah plastik yang mereka hasilkan, dengan cara didaur ulang atau tak membuangnya karena dimanfaatkan untuk keperluan lain. Padahal rumah tangga menyumbang sampah plastik cukup besar ke dalam jumlah sampah Indonesia secara keseluruhan.

20190428180459.jpg

Daftarkan alamat email anda untuk berlangganan GRATIS artikel terbaru kami

Bagikan

Komentar

Artikel Lain

  • Laporan Utama

    Citarum Belum Harum

    Banyak program memperbaiki sungai Citarum, sungai terpanjang di Jawa Barat, yang dijuluki sungai terkotor di kolong langit. Tiap gubernur punya program sendiri dengan anggaran tak sedikit. Ada Citarum Bergetar, Citarum Lestari, Citarum Bestari. Semuanya gagal. Kini muncul Citarum Harum. Kali ini perbaikan lebih masif dan bergaung karena kebijakannya langsung di tangan presiden. Tahun pertama Citarum Harum perbaikan sungai yang berakhir di Muara Gembong Bekasi ini belum terlalu signifikan, tapi menjanjikan. Perlu pola pikir menyeluruh di semua lapisan masyarakat.

  • Laporan Utama

    Perang Melawan Kerusakan Citarum

    Perbaikan Citarum dari hulu ke hilir. Butuh komitmen kuat.

  • Laporan Utama

    Menengok Mastaka Citarum

    Situ Cisanti, kilometer 0 sungai Citarum, kini bersih dari sampah dan eceng gondok. Tujuh mata air mengalir deras.

  • Laporan Utama

    Nyi Santi dari Bumi Pohaci

    Irma Hutabarat menekuni vetiver untuk menyelamatkan sungai yang porak poranda. Citarum membuatnya jatuh cinta.

  • Laporan Utama

    Citarum, oh, Citarum

    Citarum dalam angka.

  • Laporan Utama

    Merusak Lingkungan Belum Jadi Pidana

    Wawancara dengan Taruna Jaya, Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Citarum-Ciliwung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

  • Laporan Utama

    Mengatasi Tuna Daya Mengelola Citarum

    Petani di bagian hulu DAS Citarum perlu didorong dalam konteks transformasi komoditas yang lebih menguntungkan secara finansial, yaitu mengganti tanaman hortikultura menjadi kopi dan pohon buah.

  • Laporan Utama

    Perhutanan Sosial untuk Perbaikan Hulu Sungai

    Perhutanan sosial merupakan sistem pengelolaan hutan lestari sehingga program ini dapat mendukung pemulihan kondisi DAS Citarum melalui pelaksanaan perhutanan sosial di Wilayah Kerja Perum Perhutani di Provinsi Jawa Barat.

  • Laporan Utama

    Sungai Itu Seperti Tubuh Kita

    Jika wilayah DAS terbagi ke dalam wilayah hulu (atas), tengah dan hilir (bawah), maka tubuh manusia pun terdiri dari bagian atas, tengah dan bawah.

  • Laporan Utama

    Solusi untuk Citarum

    Slogan mempertahankan Citarum bebas limbah dan kotoran wajib dilaksanakan mulai dari setiap RT, RW, desa dan kecamatan yang berinteraksi dengan Citarum. Bentuk forum Kiai Peduli Citarum.