Untuk bumi yang lestari

Kabar Baru|22 April 2022

Peringatan Hari Bumi 2022: Setop Investasi Energi Fosil

Aktivis memperingati Hari Bumi 2022 meminta pemerintah menyetop investasi energi fosil.

PARA aktivis lingkungan mendatangi Kantor Kementerian Investasi di Jalan Gatot Subroto Jakarta untuk menyerukan pemerintah menyetop investasi energi fosil yang menyebabkan krisis iklim. Kedatangan mereka memperingati Hari Bumi 2022 pada 22 April 2022 yang bertemakan “Investasi untuk Planet Ini”.

Hari Bumi tahun ini juga cocok dengan tema pertemuan G20 di Indonesia yang berlangsung selama tahun ini. Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan negara-negara kaya itu untuk membahas transisi energi sebagai mitigasi krisis iklim. “Hentikan investasi energi fosil yang merusak, pilih investasi energi terbarukan yang berkelanjutan,” kata Jeri Asmoro dari 350 Indonesia.

Rilis para aktivis menyebut dua laporan terbaru Intergovermental Panel on Climate Change (IPCC), panel ilmuwan di bawah PBB, yang menyebutkan bahwa dampak krisis iklim mengancam dan kian merusak planet bumi. Laporan itu juga dengan jelas menyarankan untuk menghindarinya, yakni menyetop investasi energi fosil dengan segera transisi ke energi terbarukan.

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mengatakan dalam pidato peluncuran laporan itu bahwa dunia berada di jalur cepat bencana iklim. Ia dengan tegas menyebut dunia usaha yang mengklaim telah mempraktikkan ekonomi hijau padahal jauh panggang dari api. “Secara sederhana: mereka berbohong,” kata Guterres.

Guterres juga mengatakan bahwa krisis iklim yang terjadi saat ini akibat kebijakan energi seluruh negara yang tak ramah lingkungan. Energi fosil—seperti gas, batu bara, minyak bumi—masih menjadi sumber utama energi penduduk bumi untuk pelbagai keperluan. Energi terbarukan belum sampai 20% dari bauran energi global.

Menurut Jeri, transisi energi menjadi sektor paling penting dalam menarik investasi karena energi menjadi kebutuhan vital penduduk bumi untuk beraktivitas dan menopang kegiatan ekonomi. “Dukungan Kementerian Investasi menjadi kunci dalam investasi transisi energi menjadi ramah lingkungan,” kata dia. 

Investasi yang serampangan, kata Jeri, akan menghasilkan konsekuensi yang tidak sedikit. Kerusakan lingkungan hidup dan krisis iklim yang serius salah satu dampaknya. 

Dalam peringatan hari bumi tahun ini anak muda dari Climate Rangers Jakarta dan XR Jakarta yang didukung oleh 350 Indonesia melakukan aksi di depan Kementerian Investasi di Jakarta untuk menuntut pemerintah serius memilih investasi yang baik untuk kelestarian bumi ini.

Ginanjar Ariyasuta dari Climate Rangers Jakarta menambahkan bahwa krisis iklim yang berdampak pada kerusakan lingkungan memakan ongkos tak sedikit. Ia menyitir data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang menghitung dampak krisis iklim mencapai Rp 544 triliun. “Ke depan akan meningkat lagi,” katanya. “Ini bukti investasi serampangan merugikan ekonomi.”

Menurut Ginanjar, untuk mencegah kerugian terus naik, Indonesia bisa memainkan peran sebagai tuan rumah G20 dengan mengajak negara anggotanya segera beralih ke energi terbarukan, yang lebih ramah lingkungan dan mendorong ekonomi yang lebih sehat.

Mellisa Kowara dari XR Jakarta mengingatkan para pembuat kebijakan membaca dengan serius peringatan IPCC itu. “Hentikan kegilaan moral ini,” katanya. “Saatnya beraksi sesuai sains!”

BERSAMA MELESTARIKAN BUMI

Ketika informasi makin marak, peristiwa-peristiwa tak lagi berjarak, jurnalisme kian penting untuk memberikan perspektif dan mendudukkan soal-soal. Forest Digest memproduksi berita dan analisis untuk memberikan perspektif di balik berita-berita tentang hutan dan lingkungan secara umum.

Redaksi bekerja secara voluntari karena sebagian besar adalah mahasiswa dan alumni Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University yang bekerja di banyak profesi. Dengan visi "untuk bumi yang lestari" kami ingin mendorong pengelolaan hutan dan lingkungan yang adil dan berkelanjutan.

Dukung kami mewujudkan visi dan misi itu dengan berdonasi atau berlangganan melalui deposit Rp 50.000.


Redaksi

Bagikan

Komentar



Artikel Lain