Laporan Utama | Oktober-Desember 2018

Satwa Kita dalam Angka

Jumlahnya kian memprihatinkan.

Fahmi Alby

Rimbawan penyuka desain

KITA sering bangga dengan kekayaan alam Indonesia. Namun, kebanggaan itu mungkin segera pudar karena kekayaan itu sedang rentan bahkan terancam punah. Keanekaragaman hayati yang melimpah itu tergerus oleh aktivitas manusia, baik dalam bertahan hidup maupun eksploitasi untuk kepentingan ekonomi. Meski luas daratan Indonesia hanya 1,3 persen permukaan bumi, satwa yang hidup sekitar 17% dari jumlah binatang yang hidup di dunia. 

300.000 jenis satwa liar
45% jenis ikan yang hidup di bumi
515 jenis mamalia 

1.539 jenis burung
259 jenis mamalia endemik
384 jenis endemik burung
173 jenis endemik ampibi

Mereka Terancam Punah

184 jenis mamalia
119 jenis burung
32 jenis reptil
32 jenis amfibi

Kategori Kritis

69 spesies

Kategori Bahaya

197 jenis

Kategori Rentan

539 jenis

Penyebab Kepunahan

Deforestasi dan alih fungsi 44,8%
Perburuan Liar 37%
Penyakit 2%
Perubahan iklim 17 persen

Perdagangan Satwa

95% berasal dari alam
20% mati saat pengangkutan
40% mati saat penangkapan
60% mamalia yang dijual jenis langka
70% primata dan kakaktua yang dipelihara manusia berpenyakit

Luas Hutan

162 juta hektare (1950)
120 juta hektare (2013)

Jenis Konservasi 

In-situ: konservasi satwa di habitatnya, terutama untuk spesies yang jumlahnya masih melimpah
Ex-situ: penangkaran seperti taman safari, terutama untuk spesies yang jumlahnya menipis

Hukum

Undang-Undang 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam hayati dan Ekosistemnya. 

294 jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi menurut Peraturan Pemerintah No 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar

Regulasi:

  • Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan No. 104/KPTS-II/2000 tentang Tata Cara Mengambil Tumbuhan Liar dan Menangkap Satwa Liar 
  • Keputusan Menteri Kehutanan No. 26/Kpts-II/1994 tentang Pemanfaatan Jenis Kera Ekor Panjang (Macaca fascicularis), Beruk (Macaca nemestrina) dan Ikan Arowana (Scleropages formosus) untuk Keperluan Ekspor 
  • Keppres RI No. 4 Tahun 1993 tentang Satwa dan Bunga Nasional 
  • PP RI No. 13 Tahun 1994 tentang Perburuan Satwa Buru 
  • PP RI No. 68 Tahun 1998 tentang Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam 
  • PP RI No. 7 Tahun 1999 Tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa 
  • PP RI No. 8 Tahun 1999 Tentang Pemanfaatan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar 
  • UU No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup 
  • UU no 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan 
  • UU RI No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya 

Sanksi

Mereka yang memperdagangkan satwa dilindungi terancam hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta.

Sumber: Profauna, IUCN (2013)

20190104191123.jpg

Daftarkan alamat email anda untuk berlangganan GRATIS artikel terbaru kami

Bagikan

Komentar

Artikel Lain

  • Laporan Utama

    Citarum Belum Harum

    Banyak program memperbaiki sungai Citarum, sungai terpanjang di Jawa Barat, yang dijuluki sungai terkotor di kolong langit. Tiap gubernur punya program sendiri dengan anggaran tak sedikit. Ada Citarum Bergetar, Citarum Lestari, Citarum Bestari. Semuanya gagal. Kini muncul Citarum Harum. Kali ini perbaikan lebih masif dan bergaung karena kebijakannya langsung di tangan presiden. Tahun pertama Citarum Harum perbaikan sungai yang berakhir di Muara Gembong Bekasi ini belum terlalu signifikan, tapi menjanjikan. Perlu pola pikir menyeluruh di semua lapisan masyarakat.

  • Laporan Utama

    Perang Melawan Kerusakan Citarum

    Perbaikan Citarum dari hulu ke hilir. Butuh komitmen kuat.

  • Laporan Utama

    Menengok Mastaka Citarum

    Situ Cisanti, kilometer 0 sungai Citarum, kini bersih dari sampah dan eceng gondok. Tujuh mata air mengalir deras.

  • Laporan Utama

    Nyi Santi dari Bumi Pohaci

    Irma Hutabarat menekuni vetiver untuk menyelamatkan sungai yang porak poranda. Citarum membuatnya jatuh cinta.

  • Laporan Utama

    Citarum, oh, Citarum

    Citarum dalam angka.

  • Laporan Utama

    Merusak Lingkungan Belum Jadi Pidana

    Wawancara dengan Taruna Jaya, Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Citarum-Ciliwung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

  • Laporan Utama

    Mengatasi Tuna Daya Mengelola Citarum

    Petani di bagian hulu DAS Citarum perlu didorong dalam konteks transformasi komoditas yang lebih menguntungkan secara finansial, yaitu mengganti tanaman hortikultura menjadi kopi dan pohon buah.

  • Laporan Utama

    Perhutanan Sosial untuk Perbaikan Hulu Sungai

    Perhutanan sosial merupakan sistem pengelolaan hutan lestari sehingga program ini dapat mendukung pemulihan kondisi DAS Citarum melalui pelaksanaan perhutanan sosial di Wilayah Kerja Perum Perhutani di Provinsi Jawa Barat.

  • Laporan Utama

    Sungai Itu Seperti Tubuh Kita

    Jika wilayah DAS terbagi ke dalam wilayah hulu (atas), tengah dan hilir (bawah), maka tubuh manusia pun terdiri dari bagian atas, tengah dan bawah.

  • Laporan Utama

    Solusi untuk Citarum

    Slogan mempertahankan Citarum bebas limbah dan kotoran wajib dilaksanakan mulai dari setiap RT, RW, desa dan kecamatan yang berinteraksi dengan Citarum. Bentuk forum Kiai Peduli Citarum.