Untuk bumi yang lestari

Surat dari Darmaga| 28 Januari 2022

Makna Jumat Berkah

Berkah punya dua arti: kebahagiaan dan tambahan. Apa maksudnya?

KITA sering mendengar orang bicara “Jumat berkah”. Apa sih arti Jumat berkah?

Berkah arti tepatnya bukan berpahala. Bukan juga berarti halal, meski berkaitan. Berkah adalah kebahagiaan.

Sesuai dengan Mu'jam Ar-Raid, berkah memiliki dua arti: kebahagiaan (sa'adah) dan tambahan. Kita sering mendengar arti kedua, yaitu tambahan. Jadi, rezeki yang berkah adalah rezeki yang ditambah.

Kenapa kita lebih senang memakai arti kedua, karena itu yang kita mau: cuan terus. Atau, rezeki yang bertambah itu lebih real, lebih kelihatan fisiknya. Sedangkan bahagia adalah konsep yang susah diterjemahkan.

Mengartikan rezeki yang berkah sebagai rezeki yang membahagiakan sebenarnya jauh lebih tepat. Artinya, bukan pada sedikit banyaknya rezeki, tapi pada apakah rezeki itu memberikan kebahagiaan kepada kita atau tidak.

Berkah bisa hadir bersama dengan rezeki, tapi bisa juga datang dalam bentuk lain. Misalnya, ilmu, hubungan yang baik dengan sekitar, keluarga yang damai, lingkungan yang sehat, hutan yang terjaga sehingga kita terhindar dari bencana.

Jangan salah, krisis iklim adalah buah kita mengeksploitasi bumi. Pandemi virus corona adalah buah dari kerusakan alam. Hewan liar yang menjadi inang banyak virus kehilangan habitat akibat hutannya kita babat untuk permukiman, kesenangan, bahkan keserakahan. Virus pun meloncat ke tubuh manusia. Pandemi datang dan kita tidak bahagia.

Atau bahagia bahkan bisa hanya lewat nafas yang kita hirup. Memperhatikan nafas yang masuk dan keluar bisa mengubah proses bernafas yang biasa-biasa saja jadi proses yang membahagiakan. Anda bisa mencobanya.

Bayangkan jika rezeki fisik kita, misalnya, uang cukup dan hidup di kota, tapi udara penuh polusi karena listriknya memakai batu bara serta polusi suara, pasti kita tidak bahagia. Banyak penelitian ilmiah yang sudah membuktikan bahwa kota yang ramah, kota yang damai dan bebas polusi, membuat penduduknya berbahagia.

Jadi, berkah atau kebahagiaan itu tak tergantung pada apa yang kita miliki, tapi pada bagaimana kita menyikapinya. Semua yang Allah SWT berikan bisa jadi berkah. Dan semua yang tidak Allah berikan juga bisa jadi berkah.

Masalahnya, apa sih konsep kebahagiaan dalam Islam? Bahagia dalam Islam bukan artinya lonjakan perasaan karena mendapatkan sesuatu. Justru sebaliknya, bahagia ada saat kita tidak memiliki lonjakan emosi (tidak marah, tidak sedih, tidak takut, tidak terlalu excited). Dalam Islam kebahagiaan disebut juga muthmainnah, tenang dan damai. 

Konsep ketenangan dan kedamaian yang membahagiakan sebenarnya Rasulullah SAW siratkan dalam pemberian salam: Assalamualaikum wa Rahmat-ullah wa Barakatu-Hu.

Ada tiga elemen di dalam salam, yakni salaam (kedamaian), rahmah (kasih), dan bakrakah (kebahagiaan). Maka urut-urutannya: damaikan diri, mendapatkan dan memberikan kasih sayang, baru kita bahagia dengan sendirinya.

Selamat Jumat Berkah, selamat Jumat yang membahagiakan.

BERSAMA MELESTARIKAN BUMI

Ketika informasi makin marak, peristiwa-peristiwa tak lagi berjarak, jurnalisme kian penting untuk memberikan perspektif dan mendudukkan soal-soal. Forest Digest memproduksi berita dan analisis untuk memberikan perspektif di balik berita-berita tentang hutan dan lingkungan secara umum.

Redaksi bekerja secara voluntari karena sebagian besar adalah mahasiswa dan alumni Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University yang bekerja di banyak profesi. Dengan visi "untuk bumi yang lestari" kami ingin mendorong pengelolaan hutan dan lingkungan yang adil dan berkelanjutan.

Dukung kami mewujudkan visi dan misi itu dengan berdonasi atau berlangganan melalui deposit Rp 50.000.




Sarjana Hadits Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar, Kairo

Bagikan

Komentar



Artikel Lain