Bintang | Juli-September 2018

Susi Pudjiastuti: Larang Gelas Plastik

Susi mengatakan kebijakan ini sebagai bentuk komitmen dan contoh kepada semua pihak mengenai kelestarian lingkungan.

Gagan Gandara

Rimbawan IPB

PULANG dari Fakfak di Papua Barat pada Maret lalu, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menerapkan kebijakan mantap dengan melarang semua anak buahnya membawa botol minuman kemasan ke kantor. “Saya paddle di Fakfak beberapa mil, masih saja menemukan sampah plastik mi instan,” katanya, seperti dikutip Liputan6.Com edisi 28 Maret 2018. 

Agar larangannya jalan, Susi menerapkan denda Rp 500 ribu bagi pejabat KKP yang ketahuan membawa botol plastik. Bagi pegawai yang melaporkan pejabat pembawa botol plastik mendapat penghargaan 20 persen dari denda itu.

Susi mengatakan kebijakan ini sebagai bentuk komitmen dan contoh kepada semua pihak mengenai kelestarian lingkungan. Saat ini, sampah plastik menjadi momok yang tidak bisa dianggap enteng, karena mempengaruhi masa depan lingkungan.

Indonesia, kata Susi, kini menjadi salah satu negara penghasil sampah plastik terbesar kedua setelah Tiongkok. Pengalamannya di Fakfak membuat ia menyimpulkan masyarakat Indonesia gemar makan mi instan yang tidak sehat. “Stop itu,” katanya. “Ini yang menyebabkan penduduk kita di wilayah kepulauan itu sering tidak sehat karena uang hasil jual ikan buat beli mi, tidak lagi makan ikan segar.”

Menteri asal Pangandaran yang jebolan SMP ini meminta semua pihak mengampanyekan pembatasan sampah plastik kepada anak-anak. Pengetahuan bahaya plastik sejak dini, kata dia, akan terbawa saat mereka dewasa. Bravo Bu Susi!

Sumber foto: Instagram Susi Pudjiastuti

Daftarkan alamat email anda untuk berlangganan GRATIS artikel terbaru kami

Bagikan

Komentar

Artikel Lain