Kabar Baru | 23 Maret 2020

10 Wabah Global Terburuk di Era Modern

Dunia acap diserang wabah mengerikan yang membunuh jutaan orang. Di era modern wabah global terburuk terjadi pada awal abad 20. Dua penderita AIDS dinyatakan sembuh.

Redaksi

Redaksi

BADAN Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan flu corona sebagai pandemi global. Hingga 23 Maret 2020, virus flu dari Wuhan, Cina, ini telah menginfeksi lebih dari 300.000 orang di 100 negara dan menewaskan lebih dari 14.000 jiwa.

Dari sekian banyak jenis penyakit yang pernah melanda dunia dan menjadi pandemi global, flu adalah penyakit yang paling memakan banyak korban jiwa. Kate Jones dan para koleganya menghitung sejak 1940 hingga 2004 setidaknya ada 335 jenis virus baru yang menginfeksi manusia. Dari jumlah itu, menurut Jones yang mempublikasikan temuannya dalam jurnal Nature, 72% virus berasal dari satwa liar.

Flu Spanyol tercatat dalam sejarah dunia modern sebagai flu paling ganas karena menewaskan hampir 30 juta orang pada 1918. Penamaan Spanyol merujuk pada temuan awal orang terkena flu yang segera menular kepada 100.000 orang hanya dalam dua pekan. Tapi para ahli sejarah menduga, penamaan Spanyol adalah sensor masa perang karena negara ini tak berpihak dalam Perang Dunia I. Penyebaran virus begitu masif juga akibat dibawa oleh para prajurit yang pulang ke rumah setelah Perang Dunia I usai pada November 1918.

10 pandemi global yang pernah terjadai dalam sejarah dunia modern.

Berikut ini 10 pandemi global paling buruk yang pernah ada. Pandemi tercatat sudah ada sejak tahun 5.000 Sebelum Masehi, yakni temuan kuburan massal yang diduga korban flu Hamin Mangha di Cina. Juga “The Black Death” pada abad 14 yang menewaskan sekitar 60% penduduk Eropa akibat terinfeksi bakteri Yersinia pestis, yang menyebabkan pneumonia.

Pandemi makin sering terjadi, terutama setelah Revolusi Industri yang menandai era modern dunia pada 1850.

Pandemi flu 1889-1890

Penemuan mesin uap dan alat transportasi darat membuat penyebaran virus flu makin mudah. Pandemi sebelumnya hanya menyebar di satu benua, setelah 1850 pandemi menyebar ke seluruh dunia. Flu ini dimulai di St. Petersrbug di Rusia yang menyebar ke Eropa dan dunia hanya dalam waktu lima pekan dengan jumlah korban tewas mencapai 1 juta orang, meskipun pesawat terbang belum ditemukan kala itu.

Polio Amerika 1916

Virus polio menginfeksi setidaknya 27.000 orang di New York dan menewaskan 6.000 di antaranya, sebagian besar anak-anak. Virus segera menyebar ke luar Amerika dan baru bisa dihentikan pada 1954 ketika para ahli menemukan vaksinnya. Polio terakhir yang ditemukan di Amerika terjadi pada 1979.

Flu Spanyol 1918-1920

Diperkirakan 500 juta orang terinfeksi virus flu ini. Seperlima di antaranya meninggal di seluruh dunia. Virus cepat menyebar dibawa oleh para prajurit yang sakit di medan Perang Dunia I ke negara mereka masing-masing. Meskipun banyak yang meragukan temuan virus flu pertama di Spanyol, dunia menyebut wabah ini sebagai “Flu Spanyol” karena laporan pertama yang diberitakan Reuters London adalah serangan demam pada 100.000 orang hanya dalam dua pekan pada 1918.

Flu Burung 1957-1958

Meski berasal dari Cina, temuan pertama virus flu ini menyerang manusia ada di Singapura pada Februari 1957 lalu di Hong Kong pada April 1957 dan segera menyebar ke kota-kota pesisir Amerika. Selama setahun pandemi setidaknya 1,1 juta orang  dinyatakan tewas akibat serangan virus flu ini.

AIDS 1981-sekarang

Virus HIV yang menyebabkan AIDS berasal dari simpanse yang menulari manusia di Afrika Barat pada 1920. Kasus AIDS pertama ditemukan pada 1981 dan menjadi pandemi akhir abad 20 karena menyebar ke seluruh dunia merenggut nyawa 35 juta jiwa. Belum ada obat atau vaksin untuk menangkal virus ini. Namun obat yang ditemukan pada 1990 membuat penderita AIDS bisa bertahan hidup dengan obat-obatan. Bahkan, menurut BBC, pada awal 2020 ada dua penderita AIDS yang dinyatakan sembuh.

SARS 2002-2004

Virus flu SARS (Severe acute respiratory syndromemenyerang 17 negara dengan rasio kematian 9,6%. Ditemukan di Cina, virus ini diduga berasal dari kelelawar yang menginfeksi tenggiling lalu menular kepada manusia. Selama dua tahun itu ditemukan 8,098 kasus dan 774 kematian.

Flu Babi 2009-2010

Kelompok virus baru H1N1 yang berasal dari babi bermula di Meksiko pada 2009, lalu menyebar ke seluruh dunia menginfeksi setidaknya 1,4 miliar dan menewaskan 575.000 jiwa. Tak seperti virus flu lainnya, virus flu babi ini menyerang kekebalan tubuh orang di bawah 65 tahun. Sebanyak 80% kematian ditemukan pada manusia di bawah usia itu.

MERS 2012-2018

Middle East respiratory syndrome (MERS), dikenal juga sebagai flu unta, meskipun tak terlalu jelas asal usul virus ini. Virus yang menyebabkan demam dan diare ini merupakan jenis baru dari keluarga besar virus corona. Setidaknya 2.500 orang terinfeksi virus ini dengan 862 kematian. Meski kasus pertama ditemukan di Arab Saudi, korban terbanyak justru di Korea Selatan. Juga temuan virus flu di London pada 2012 yang struktur gennya sama dengan struktur gen kelelawar di Mesir.

Ebola 2014-2016

Virus ebola terjadi pada 1976 yang dimulai dari Kongo, di daerah dekat sungai Ebola. Tapi pandemi paling masif terjadi pada 2014 dengan temuan virus pada manusia di Guinea pada Desember 2013. Di Afrika Barat ditemukan 28.600 kasus dengan jumlah kematian mencapai 11.325. Virus ebola diduga berasal dari kelelawar dan belum ada vaksin untuk virus ini.

Zika 2015-sekarang

Meskipun tidak membahayakan bagi anak-anak dan orang dewasa, virus zika membuat bayi dalam kandungan cacat saat lahir. Virus ini menular melalui gigitan nyamuk Aedes dan hubungan seksual pada manusia. Virus zika hidup di daerah lembab dan udara tropis. Karena itu asal virus ini dari Amerika Selatan, Tengah, lalu merembet ke Amerika Serikat, dan dunia. Zika masih menjadi ancaman karena itu sulit diprediksi jumlah korbannya.

Gambar oleh Alexandra_Koch dari Pixabay

Daftarkan alamat email anda untuk berlangganan GRATIS artikel terbaru kami

Bagikan

Komentar

Artikel Lain

  • Laporan Utama

    Perhutanan Sosial 4.0

    Perhutanan sosial memasuki fase ketiga: menjadi solusi konflik tenurial, meningkatkan taraf hidup petani di sekitar hutan, dan tercapai kelestarian ekologi. Prinsip dasarnya adalah mengubah orientasi pemberian akses terhadap hutan, dari paradigma bisnis kepada korporasi selama 1970-2000, menjadi orientasi kepada masyarakat yang secara empiris terbukti lebih mampu menjaga rimba secara berkelanjutan. Dengan targetnya seluas 13,8 juta hektare, perhutanan sosial masih tertatih-tatih sebagai andalan mengentaskan kemiskinan dan menumbuhkan ekonomi masyarakat kecil: hanya mengejar target realisasi pemberian izin, prinsip pelibatan masyarakat yang belum ajek, hingga lambatnya mesin birokrasi yang belum simultan mendorong tercapainya tiga tujuan itu.

  • Laporan Utama

    Otokritik Kemitraan Konservasi

    Kurang jelasnya aturan mengenai mitra konservasi juga bisa menjadi pemicu konflik. Padahal, kemitraan konservasi menjadi salah satu cara menyelesaikan konflik masyarakat di kawasan hutan.

  • Laporan Utama

    Atas Nama Keadilan Akses Terhadap Hutan

    Infografik: sebaran dan capaian perhutanan sosial 2019.

  • Laporan Utama

    Konflik Padam Setelah Izin Datang

    Masyarakat lima desa di Mesuji, Sumatera Selatan, tak lagi bersitegang setelah mendapat izin menggarap karet di kawasan hutan Inhutani III. Tak lagi curiga kepada pemerintah.

  • Laporan Utama

    Dari Pohon Turun ke Karbon

    Beberapa skema perhutanan sosial terbukti mengurangi emisi karena hutannya mampu menyerap emisi gas rumah kaca secara signifikan. Belum masif dikembangkan dalam perdagangan karbon.

  • Laporan Utama

    Agroforestri Sawit: Mungkinkah?

    Sebuah tawaran solusi menyelesaikan konflik lahan di kawasan hutan, terutama areal hutan yang ditanami sawit.

  • Laporan Utama

    Agroforestri Paling Cocok untuk Perhutanan Sosial

    Agroforestri telah dipraktikkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan, pakan ternak dan kayu bakar.  

  • Laporan Utama

    Jadi Petani Asyik Lagi

    Anak muda Garut kembali ke kampung menjadi petani. Lebih menjanjikan dibanding merantau.

  • Laporan Utama

    Dari Problem ke Terobosan

    Sejumlah problem perhutanan sosial sehingga realisasi pemberian akses kepada masyarakat mengelola hutan di sekitar tempat tinggalnya menjadi tersendat. Perlu beberapa terobosan yang lebih masif.

  • Laporan Utama

    Milenial dalam Perhutanan Sosial

    Perlu regenerasi baru petani hutan sehingga perhutanan sosial perlu menggandeng milenial. Rata-rata petani hutan berusia 57 tahun.