Kutipan | Oktober-Desember 2019

Apa Kata Noam Chomsky dan Greta Thunberg

Apa kata Noam Chomsky dan Greta Thunberg soal lingkungan.

Redaksi

Redaksi

“Ini semacam ironi luar biasa bahwa kekuatan utama mencegah bumi menuju bencana adalah masyarakat adat.”

Noam Chomsky, 90 tahun, filsuf Amerika Serikat.

Avram Noam Chomsky lahir 7 Desember 1928 di Philadelphia, Amerika Serikat, dari pasangan imigran Yahudi kelas pekerja. Ia seorang ahli bahasa, filsuf, ilmuwan kognitif, sejarawan, dan aktivis politik. Ia mengajar sebagai profesor linguistik di Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan di University of Arizona. Lebih dari 100 buku telah ia tulis tentang bahasa, perang, politik, dan media massa. Secara ideologis, ia bersekutu dengan anarko-sindikalisme dan sosialisme libertarian. Chomsky agaknya filsuf modern yang paling banyak dikutip sebagai tokoh utama renovasi bahasa, dalam percaturan politik dan aktivisme. Teori-teorinya tentang bahasa telah mempengaruhi banyak ilmuwan di dunia. Ia penentang utama perang Vietnam, lewat esainya yang terkenal pada 1967: "The Responsibility of Intellectuals". Ia acap ditangkap dan jadi musuh politik Presiden Richard Nixon. Secara luas ia diakui membantu memicu revolusi kognitif, berkontribusi pada pengembangan kerangka kognitif baru untuk studi bahasa dan pikiran. Kritikus utama kebijakan luar negeri AS, neoliberalisme, dan kapitalisme negara kontemporer, konflik Israel-Palestina, dan media berita arus utama.

--

“Saya tak butuh Anda berharap. Saya ingin Anda panik karena rumah kita sedang terbakar.”

Greta Thunberg, aktivis gerakan mencegah pemanasan global asal Swedia berusia 16.

Greta Thunberg adalah gadis Swedia yang berhasil memprovokasi remaja seluruh dunia meniru aksinya menuntut negara kaya dan para pemimpin dunia beraksi nyata mencegah pemanasan global. Lahir dari pasangan seniman, Greta berkeliling dunia untuk berceramah tentang pentingnya gerakan global bersatu menangani perubahan iklim yang sudah ternyata nyata hari ini. Profil Greta bisa dibaca di sini atau di sini, juga di sini.

Daftarkan alamat email anda untuk berlangganan GRATIS artikel terbaru kami

Bagikan

Artikel Terkait

Komentar

Artikel Lain

  • Laporan Utama

    Perhutanan Sosial 4.0

    Perhutanan sosial memasuki fase ketiga: menjadi solusi konflik tenurial, meningkatkan taraf hidup petani di sekitar hutan, dan tercapai kelestarian ekologi. Prinsip dasarnya adalah mengubah orientasi pemberian akses terhadap hutan, dari paradigma bisnis kepada korporasi selama 1970-2000, menjadi orientasi kepada masyarakat yang secara empiris terbukti lebih mampu menjaga rimba secara berkelanjutan. Dengan targetnya seluas 13,8 juta hektare, perhutanan sosial masih tertatih-tatih sebagai andalan mengentaskan kemiskinan dan menumbuhkan ekonomi masyarakat kecil: hanya mengejar target realisasi pemberian izin, prinsip pelibatan masyarakat yang belum ajek, hingga lambatnya mesin birokrasi yang belum simultan mendorong tercapainya tiga tujuan itu.

  • Laporan Utama

    Otokritik Kemitraan Konservasi

    Kurang jelasnya aturan mengenai mitra konservasi juga bisa menjadi pemicu konflik. Padahal, kemitraan konservasi menjadi salah satu cara menyelesaikan konflik masyarakat di kawasan hutan.

  • Laporan Utama

    Atas Nama Keadilan Akses Terhadap Hutan

    Infografik: sebaran dan capaian perhutanan sosial 2019.

  • Laporan Utama

    Konflik Padam Setelah Izin Datang

    Masyarakat lima desa di Mesuji, Sumatera Selatan, tak lagi bersitegang setelah mendapat izin menggarap karet di kawasan hutan Inhutani III. Tak lagi curiga kepada pemerintah.

  • Laporan Utama

    Dari Pohon Turun ke Karbon

    Beberapa skema perhutanan sosial terbukti mengurangi emisi karena hutannya mampu menyerap emisi gas rumah kaca secara signifikan. Belum masif dikembangkan dalam perdagangan karbon.

  • Laporan Utama

    Agroforestri Sawit: Mungkinkah?

    Sebuah tawaran solusi menyelesaikan konflik lahan di kawasan hutan, terutama areal hutan yang ditanami sawit.

  • Laporan Utama

    Agroforestri Paling Cocok untuk Perhutanan Sosial

    Agroforestri telah dipraktikkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan, pakan ternak dan kayu bakar.  

  • Laporan Utama

    Jadi Petani Asyik Lagi

    Anak muda Garut kembali ke kampung menjadi petani. Lebih menjanjikan dibanding merantau.

  • Laporan Utama

    Dari Problem ke Terobosan

    Sejumlah problem perhutanan sosial sehingga realisasi pemberian akses kepada masyarakat mengelola hutan di sekitar tempat tinggalnya menjadi tersendat. Perlu beberapa terobosan yang lebih masif.

  • Laporan Utama

    Milenial dalam Perhutanan Sosial

    Perlu regenerasi baru petani hutan sehingga perhutanan sosial perlu menggandeng milenial. Rata-rata petani hutan berusia 57 tahun.