Kabar Kampus | Juli-September 2018

Kunjungan Mahasiswa Dua Negara

Fakultas Kehutanan IPB kedatangan tamu dari Malaysia dan Korea Selatan. Mereka belajar tentang pengelolaan hutan tropis secara lestari.

Tomi Ardiansyah

Rimbawan penyuka jalan-jalan

FAKULTAS Kehutanan Institut Pertanian Bogor mendapatkan kunjungan 16 mahasiswa Universiti Putra Malaysia (UPM) pada 31 Juli 2018. Para mahasiswa ini tergabung dalam Faculty of Environmental Studies Students’ Association (FESSA) UPM.

Ini kali kedua mahasiswa Fakultas Ilmu Lingkungan datang ke Fahutan. Tahun lalu mereka juga datang ke Dramaga untuk menjalani program pertukaran pelajar. Tahun ini mereka datang dalam program One Faculty One Country, yakni studi banding mengenali pengelolaan hutan di Indonesia. Para mahasiswa dari Malaysia ini ingin mempelajari berbagai pengelolaan hutan tropis di Indonesia.

Selain Fakultas Kehutanan IPB, para mahasiswa ini pun berkunjung ke berbagai instansi lainnya di Indonesia yang masih berkaitan dengan sektor kehutanan. Ada banyak kegiatan selama kunjungan hingga 5 Agustus 2018 itu. Kegiatan ini dilaksanakan di IPB dan Kebun Raya Bogor (KRB). Dari Bogor mereka melanjutkan perjalanan ke Institut Teknologi Bandung.

Di IPB mahasiswa UPM ini diajak berkeliling kampus yang disambut Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Kehutanan IPB, Doktor Lailan Syaufina, MSc, yang didampingi para Ketua Departemen dan ketua lembaga kemahasiswaan Fahutan. Mereka praktikum bersama di tiap departemen tersebut.

Di Departemen Manajemen Hutan mereka menyimak materi tentang pengelolaan hutan, lanjut ke bidang teknologi, dan diakhiri dengan praktik bersama di mata kuliah Silvikultur. Di sela-sela kegiatan mereka juga mengikuti kegiatan The 12th IPB Talks. IPB Talks ke-12 ini dilaksanakan di Gedung Tanoto Forestry Information Center dengan narasumber Prof. Jacob Phelps dari Lancaster University, Inggris dan Prof. Bambang Hero Saharjo dari Departemen Silvikultur, Fahutan IPB.

Kedua profesor ini menekankan pentingnya penegakan hukum dalam melestarikan alam dan penggunaan yang berkelanjutan untuk masa depan. Mahasiswa FESSA UPM ini juga mengikuti kegiatan orasi ilmiah guru besar IPB pada hari Sabtu, 4 Agustus 2018. Guru besar yang berorasi pada saat itu adalah Prof Dr Ir Yandra Arkeman, M.Eng dari Fakultas Teknologi Pertanian, Prof Dr Ir Agus Buono, M.Si, M.Kom dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, dan Prof Dr Ir Agus Purwito, M.Sc, Agr dari Fakultas Pertanian.

Selain kegiatan akademik, mahasiswa UPM ini juga jalan-jalan ke Pusat Grosir Bogor (PGB) dan Kebun Raya Bogor (KRB). Baju batik menjadi buruan utama para mahasiswa UPM ketika berada di Pasar Grosir Bogor. Dalam sesi testimoni mereka mengatakan bahwa pengelolaan hutan di Indonesia cukup baik. Mereka kagum ketika mengetahui tingkat laju deforestasi di Indonesia terus menurun dari tahun ke tahun.

Kunjungan Mahasiswa Korea Selatan

20180904024052.jpg

SELAIN mahasiswa Malaysia, Fakultas Kehutanan IPB juga dikunjungi mahasiswa Kyungpook National University (KNU), Korea Selatan. Sebanyak sembilan orang mahasiswa ini merupakan mahasiswa program sarjana di KNU yang terdiri atas dua mahasiswa dari jurusan Ilmu Kayu dan Kertas serta tujuh mahasiswa dari jurusan Kehutanan. Kedua jurusan tersebut termasuk ke dalam College of Agriculture and Life Sciences di KNU.

Kesembilan mahasiswa ini adalah Lee Sun Ju, Kim Su Hyeon, Park Da Hyeon, Jung Kwang Yeol, Yoon Dong Ha, Choi Sa Rang, Kim So Jung, dan Kwon Tae Eun. Program magang ini diadakan pada 2-27 Juli 2018. Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama Fakultas Kehutanan IPB dan KNU dalam bentuk program pertukaran mahasiswa yang sudah berjalan beberapa tahun ke belakang.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KNU ini diadakan di Center for International Forestry Research (Cifor), Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Hutan Pendidikan Gunung Walat, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan KLHK, dan Institut Pertanian Bogor. Kunjungan mahasiswa setiap jurusan berbeda yang disesuaikan dengan kebutuhan ilmu mereka.

Mahasiswa dari jurusan Ilmu Kayu hanya mengikuti kuliah di Departemen Hasil Hutan dan di Pusat Penelitian dan Pengembangan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Sedangkan mereka yang dari jurusan Kehutanan mengikuti kegiatan di Departemen Manajemen Hutan, Departemen Konservasi Sumber Daya Hutan dan Ekowisata, serta di Departemen Silvikultur, lalu di Cifor. Di Cifor, mahasiswa KNU ini juga berkeliling di sekitar hutan pendidikan untuk mengamati ekosistem di sana.

Di Pangrango sembilan mahasiswa ini berkunjung bersamaan. Pihak TNGGP pun memberikan informasi secara umum mengenai pengelolaan, kawasan, flora dan fauna, dan berbagai program yang dijalankan oleh pihak TNGGP. Para mahasiswa KNU juga hiking di kawasan konservasi TNGGP sambil mencoba mengenali berbagai jenis pohon khas ekosistem hutan hujan dataran tinggi.

Ketika di Gunung Walat, mereka praktik menyadap getah pinus dan getah Agatis, treking di Goa Karst Cipereu, penanaman 50 bibit pohon, kunjungan ke kawasan kerja sama untuk carbon trading, dan kegiatan di Gunung Walat ditutup dengan diskusi tentang hutan rakyat dengan masyarakat sekitar HPGW. Selama mahasiswa KNU di Bogor, mereka ditemani oleh mahasiswa dari BEM Fakultas Kehutanan IPB serta beberapa mahasiswa Departemen Silvikultur, Fahutan IPB.

Sebelum pulang mereka mempresentasikan hasil belajar selama masa magang di depan dosen dan mahasiswa. Rupanya, mahasiswa jurusan Kehutanan belum mendapat kuliah Sistem Informasi Geografis (SIG) di kampusnya. Mereka lebih banyak belajar di kelas ketimbang praktik lapangan. Karena itu, magang di Fahutan IPB, menurut mereka, sangat mengesankan dan membuka wawasan.

Daftarkan alamat email anda untuk berlangganan GRATIS artikel terbaru kami

Bagikan

Komentar

Artikel Lain