Untuk bumi yang lestari

Kabar Baru| 06 Agustus 2022

Penurunan Emisi Karbon dalam NDC

Patokan menurunkan emisi karbon untuk mencegah krisis iklim tertuang dalam dokumen NDC. Apa itu NDC?

TIAP pembicaraan krisis iklim selalu menyebut NDC. Apa itu NDC? NDC adalah nationally determined contribution atau kontribusi nasional yang ditetapkan. Maksudnya kontribusi tiap negara anggota PBB yang menandatangani Perjanjian Paris 2015 menurunkan emisi karbon mereka untuk bersama-sama mencegah krisis iklim.

Perjanjian Paris 2015 dihadiri oleh 196 negara. Tiap-tiap negara mengajukan kontribusi menurunkan emisi karbon mereka. Para ilmuwan di PBB menetapkan bahwa puncak krisis iklim jika suhu bumi bertambah 1,50 Celsius pada 2030 atau 2C pada 2050 dibanding masa praindustri 1800-1850.

Jika suhu bumi naik melampaui angka itu, pelbagai bencana akan menghembalang planet bumi. Karena iklim bumi tak lagi seimbang. Kekeringan, pandemi, gelombang panas, hujan tak teratur, kenaikan muka air laut, adalah sederet bencana iklim jika dunia gagal mencegah kenaikan suhu.

Kenaikan suhu bumi terjadi akibat produksi gas rumah kaca yang mengotori atmosfer. Gas rumah kaca terjadi karena ekosistem bumi tak cukup menyerap emisi karbon yang dilepas dari aktivitas manusia. Pembakaran energi fosil, emisi kendaraan bermotor, peternakan, pertanian, limbah, adalah sederet aktivitas manusia yang menghasilkan emisi.

Gas rumah kaca terjadi ketika semua emisi itu tak terserap oleh ekosistem bumi karena rusak. Pemicu kerusakan seperti deforestasi, eksploitasi perairan, degradasi lahan, kebakaran hutan, eksploitasi sumber daya alam. Maka jika produksi emisi bertambah sementara penyerapnya kian berkurang, emisi akan menguap menjadi gas rumah kaca.

Atmosfer tak sanggup lagi menyerap emisi dan panas matahari. Sehingga panas itu memancar kembali ke bumi menaikkan suhu pelan-pelan. Semua gas rumah kaca itu sejatinya diperlukan bumi untuk menyeimbangkan suhu. Jika tak ada mereka, bumi membeku. Namun, karena jumlahnya berlebihan, terjadi pemanasan global.

Hingga hari ini kenaikan suhu bumi mencapai 1,1C dibanding masa praindustri. Kenaikan suhu ini berkorelasi dengan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer. Jumlah karbon dioksida, gas rumah kaca paling banyak diproduksi manusia, sebelum Revolusi Industri stabil 228 part per million. Kini jumlahnya 414,5 ppm.

Karena itu cara mencegah krisis iklim adalah dengan mengurangi emisi karbon dan mencegah emisi yang ada menguap menjadi gas rumah kaca. Caranya, beralih ke energi terbarukan, menjaga hutan dan laut, mempraktikkan pertanian berkelanjutan, mengurangi makan daging agar peternakan tak bertambah luas yang menghancurkan hutan.

Saat ini produksi emisi karbon global sebanyak 53 miliar ton setara CO2. Pada ilmuwan di PBB menghitung untuk bisa menahan kenaikan suhu bumi 2C, produksi emisi harus dipangkas 45%. Pemangkasan itu merupakan akumulasi dari penurunan emisi dalam NDC tiap negara.

Indonesia hendak menurunkan emisi pada 2030 sebanyak 29% dari prediksi emisi pada tahun tersebut 2,87 miliar ton setara CO2. Dokumen NDC revisi Indonesia diajukan ke PBB dalam Konferensi Iklim COP26 di Glasgow tahun lalu yang dilengkapi dengan aksi adaptasi iklim dan skenario jangka panjang mitigasi iklim.

Mampukah dunia mencegah krisis iklim? Menurut ilmuwan PBB, akumulasi penurunan emisi dalam NDC semua negara hanya bisa menurunkan emisi sebanyak 25%. Artinya, kita kemungkinan gagal mencegah kenaikan suhu pada 2030.

BERSAMA MELESTARIKAN BUMI

Ketika informasi makin marak, peristiwa-peristiwa tak lagi berjarak, jurnalisme kian penting untuk memberikan perspektif dan mendudukkan soal-soal. Forest Digest memproduksi berita dan analisis untuk memberikan perspektif di balik berita-berita tentang hutan dan lingkungan secara umum.

Redaksi bekerja secara voluntari karena sebagian besar adalah mahasiswa dan alumni Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University yang bekerja di banyak profesi. Dengan visi "untuk bumi yang lestari" kami ingin mendorong pengelolaan hutan dan lingkungan yang adil dan berkelanjutan.

Dukung kami mewujudkan visi dan misi itu dengan berdonasi atau berlangganan melalui deposit Rp 50.000.




Redaksi

Bagikan

Komentar



Artikel Lain