Untuk bumi yang lestari

Kabar Baru|07 Agustus 2022

Berapa Emisimu? Hitung di Kalkulator Jejak Karbon

Ada yang mengembangkan kalkulator jejak karbon. Bagaimana menghitungnya?

TIAP orang punya jejak karbon. Dari bangun tidur hingga tidur lagi, tiap orang memproduksi emisi dalam aktivitas sehari-hari. Di era modern, menurut Jocelyn Zuckerman dalam Planet Palm, kita bahkan tak bisa lepas dari produk kelapa sawit yang memicu deforestasi.

Dalam pasta gigi ada produk kelapa sawit. Saat sarapan memakai roti panggang listriknya berasal dari energi fosil, begitu juga menanak nasi. Begitu juga dengan lampu dapur. Ke kantor naik kendaraan bermotor menghasilkan emisi.

Jejak karbon orang Amerika paling banyak, 16,6 ton per tahun. Rata-rata jejak karbon tiap orang per tahun sebanyak 4 ton. Artinya, jika penduduk bumi sekarang 7,8 miliar, jejak karbon manusia sebanyak 31,2 miliar ton. Menurut PBB, agar kita bisa mencegah krisis iklim jejak karbon tiap orang harus dipangkas tinggal 2 ton per tahun.

Untuk itu perlu monitor jejak karbon. Pada 5 Agustus lalu, Institute for Essensials Service Reform (IESR) mengeluarkan aplikasi kalkulator jejak karbon yang bisa diakses di jejakkarbonku.id. “Kalkulator jejak karbon ini dibuat untuk mendorong perubahan perilaku,” kata Fabby Tumiwa, Direktur Eksekutif IESR, saat peluncuran. 

Jejak karbon adalah kampanye perusahaan minyak dan gas agar perhatian publik teralihkan dari menyalahkan industri menjadi individu. British Petroleum pada 2005 menyewa sebuah perusahaan iklan untuk merancang sebuah kampanye agar dunia sadar tengah menghadapi krisis iklim dengan ancaman kenaikan suhu bumi.

Kampanye ini berhasil sehingga tiap orang merasa punya dosa lingkungan dengan hidup mereka. Istilah jejak karbon pun kian populer sebagai pengingat agar gaya hidup boros emisi menjadi terlaknat. BP, sementara itu, terus berekspansi meluaskan produksi energi fosil yang menjadi penyebab utama krisis iklim. 

Menurut Fabby Tumiwa, kesadaran perorangan untuk menghitung emisi karbonnya dan menjalankan gaya hidup rendah emisi akan berkontribusi terhadap pencapaian target pengurangan emisi sesuai Persetujuan Paris—kesepakatan menurunkan emisi 196 negara pada 2015.

Berdasarkan laporan IPCC, anggaran karbon global hanya tersisa 300-500 miliar ton setara CO2. Artinya dengan emisi tahunan karbon global yang mencapai 59 miliar ton, hanya tersisa waktu 5-9 tahun untuk menahan kenaikan suhu tak melewati 1,5C pada 2030. 

Farah Vianda, staf program ekonomi hijau IESR, mengatakan kalkulator jejak karbon di aplikasi itu telah mengalami beberapa pemutakhiran data untuk memberikan perhitungan emisi gas rumah kaca yang lebih detail. 

Ia menyebutkan bahwa kalkulator karbon Jejakkarbonku.id menyediakan penghitungan emisi dari tiga sektor seperti rumah tangga, makanan, dan transportasi. IESR tetap mempertahankan fitur kompetisi untuk mendorong semangat menurunkan emisi lebih kuat. Peringkat tertinggi berarti emisi yang dihasilkan semakin kecil.

Fatmah, dosen Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia, mengatakan kesadaran masyarakat terhadap jejak karbon mereka akan memicu perubahan sikap untuk menurunkan emisi. “Edukasi jejak karbon perlu sebagai bagian dari mitigasi iklim,” katanya.

BERSAMA MELESTARIKAN BUMI

Ketika informasi makin marak, peristiwa-peristiwa tak lagi berjarak, jurnalisme kian penting untuk memberikan perspektif dan mendudukkan soal-soal. Forest Digest memproduksi berita dan analisis untuk memberikan perspektif di balik berita-berita tentang hutan dan lingkungan secara umum.

Redaksi bekerja secara voluntari karena sebagian besar adalah mahasiswa dan alumni Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University yang bekerja di banyak profesi. Dengan visi "untuk bumi yang lestari" kami ingin mendorong pengelolaan hutan dan lingkungan yang adil dan berkelanjutan.

Dukung kami mewujudkan visi dan misi itu dengan berdonasi atau berlangganan melalui deposit Rp 50.000.


Alumni Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University

Bagikan

Komentar



Artikel Lain