Untuk bumi yang lestari

Laporan Utama|Oktober-Desember 2020

Karbon Kita Siapa Punya

Pemerintah tengah menyusun rancangan Peraturan Presiden tentang nilai ekonomi karbon untuk pencapaian kontribusi yang ditetapkan secara nasional. Ekonomi karbon adalah satu cara mengurangi emisi yang hendak diturunkan sebanyak 41% pada 2030 atau 1,081 Giga ton merujuk emisi 2010. Jika nilai karbon Indonesia sebesar US$ 5 per ton setara CO2, pengurangan emisi itu bernilai US$ 5,4 miliar atau Rp 75,7 triliun. Di pasar global nilai karbon setara Rp 3.871 triliun jika merujuk pada pelepasan emisi pada 2018 sebanyak 55,3 Giga ton. Di luar soal nilainya, perdagangan karbon sebuah cara menjanjikan manajemen lingkungan lestari, untuk mencegah ancaman serius pemanasan global. Akan adilkah skema dan aturannya? Terutama mendorong agar Indonesia nol emisi suatu hari nanti.

SEHARUSNYA Perserikatan Bangsa-Bangsa menggelar Konferensi Perubahan Iklim ke-26 pada 9-19 November 2020 di Glasgow, Skotlandia. Pandemi virus corona covid-19 membuat PBB menunda konferensi tahunan yang lebih populer dengan nama Conference of the Parties (COP) sejak 1995 itu dan menundanya ke tahun depan pada 1-12 November.

Konferensi Perubahan Iklim berisi negosiasi-negosiasi antar negara, industri,....

Klik Login jika Anda pernah membeli artikel ini.
Dukung kami dengan menjadi Pelanggan melalui tombol Daftar dan Deposit.
 
 
 

Anggota dewan redaksi, konsultan kehutanan dan lingkungan.

Bagikan

Komentar

Artikel Lain