Untuk bumi yang lestari

Kabar Baru|29 April 2020

3 Universitas Indonesia Masuk 100 Besar Peringkat Dunia

UI, UGM, IPB masuk 100 besar peringkat THE University Impact Rankings yang mengukur dampak perguruan tinggi kepada masyarakat.

DI tengah pandemi virus corona Covid-19, kabar baik datang dari London. Melalui pertemuan virtual pada 22 April 2020, panitia Times Higher Education (THE) University Impact Rankings 2020 mengumumkan peringkat 766 universitas di dunia. Tiga universitas dari Indonesia masuk 100 besar.

Universitas Indonesia berada di posisi 47, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta menempati peringkat 72, dan IPB peringkat 77. UI unggul dari empat bidang kontribusi sesuai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG's): tanpa kemiskinan (no poverty), meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kerja sama global dalam pembanguan.

UGM unggul dalam kategori tanpa kelaparan (zero hunger), pertumbuhan ekonomi inklusif, perlindungan lingkungan, dan kerja sama global dalam pembangunan berkelanjutan.

Sementara IPB unggul dalam kesetaraan gender, zero hunger, perlindungan lingkungan, dan kerja sama global pembangunan berkelanjutan. “Buat IPB peringkat ini melompat dari 300 besar tahun lalu,” kata Rektor IPB Arif Satria dalam rilis seusai pengumuman.

Kriteria penilaian mengacu pada kinerja Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berkaitan dengan 17 tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG's). Sistem pemeringkatan juga mengacu kepada publikasi, konsistensi, dan bukti yang memperlihatkan kinerja perguruan tinggi dalam berkontribusi mencapai tujuan SDG's.

Meski secara umum menduduki peringkat di atas 70, empat kategori unggul IPB dan UGM tersebut berada di peringkat 50 besar. IPB menduduki peringkat 11 untuk zero hunger dengan skor 83,4 atau 0,02 di bawah Hokkaido University, Jepang. Di kategori ini Universitas Gadjah Mada menduduki peringat ke-16.

IPB dianggap unggul dan konsisten melakukan berbagai inovasi teknologi maupun inovasi sosial untuk menjamin pertanian berkelanjutan. Inovasi pangan IPB antara lain berupa benih IPB3S, pepaya calina, kentang jalaipam, ayam lokal unggul IPB D1, Sekolah Peternakan Rakyat. Sejumlah produknya dapat diperoleh di gerai Serambi Botani yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.

Yang mengejutkan dari IPB adalah peringkat 19 untuk kesetaraan gender. Menurut Arif, dalam kategori ini panitia THE Impact University melihat IPB dalam komposisi jumlah mahasiswi yang terdaftar lebih banyak dibandingkan mahasiswa, dan prestasi yang ditorehkan mereka melalui berbagai ajang kompetisi nasional dan internasional.

IPB memiliki Pusat Studi Gender dan Anak yang mengoordinasikan berbagai Tri Dharma Pendidikan Tinggi di bidang ini. Skor IPB untuk kategori ini sebesar 74, satu tingkat di atas University of Canberra, Australia.

Sementara untuk perlidungan dan pemulihan lingkungan IPB menempati posisi 33. IPB dinilai berperan aktif dalam upaya menciptakan berbagai teknologi tepat guna serta rekayasa sosial.

Pengelolaan Hutan Pendidikan Gunung Walat di Sukabumi, Jawa Barat, jadi model manajemen hutan berkelanjutan skala kecil. Selain itu IPB aktif melakukan kerja sama riset global bidang biodiversitas tropika yang berinteraksi dengan lingkungan serta aspek sosial ekonomi di berbagai lokasi di Indonesia.

Arif menambahkan untuk memperkuat kontribusi IPB dalam pencapaian SDGs, telah dikembangkan Pusat Kajian Sains Keberlanjutan dan Transdisiplin, dan SGD Network di IPB sejak tahun 2018 yang lalu.

Sementara Wakil Rektor UGM Ika Dewi Ana mengatakan bahwa UGM akan terus meningkatkan pengabdian kepada masyarakat melalui penelitian-penelitian, "Agar dampaknya semakin besar dirasakan oleh masyarakat."

Peringkat universitas bisa dilihat di sini.

Foto: Kampus IPB Baranangsiang tahun 1960-an. Koleksi Petrus Suryadi.

Redaksi

Bagikan

Komentar

Artikel Lain