Buku | Januari-Maret 2020

Multidimensi Sumber Daya Alam

Bedah buku “Merangkai Stanza Lagu Kebangsaan”. Urusan sumber daya alam dan kehutanan tak semata hutan, tapi sosial, ekonomi, birokrasi, hingga politik.

Rizki Sukarman S

Mahasiswa Universitas Mataram

PARIWISATA acap diklaim sebagai usaha yang ramah lingkungan sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat dan menaikkan pajak. Tapi bagi Paox Iben, pariwisata lebih banyak merusak alam. Bahkan laki-laki 44 tahun ini menyimpulkan kerusakan alam akibat pengembangan pariwisata jauh lebih masif ketimbang pengerukan sumber daya alam oleh perusahaan tambang.

Paox, bernama asli Ahmad Ibnu Wibowo, menarik kesimpulan itu setelah berkeliling Indonesia pada 2015-2016 selama sembilan bulan. Ia mendatangi komunitas adat dari Aceh hingga Halmahera dan melihat kehancuran sumber daya alam akibat pelbagai konversi lahan. Paox membagi pengalamannya berkeliling Indonesia saat bedah buku “Merangkai Stanza Lagu Kebangsaan” yang digelar Himpunan Mahasiswa Sylva Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat, 14 Desember 2019.

Muhammad Syukran, dari Komunitas Penjaga Pulau juga berpendapat sama. Daerah pesisir merupakan wilayah yang paling banyak terkonversi menjadi pariwisata. Karena itu Komunitas Penjaga Pulau fokus mengedukasi masyarakat di wilayah pesisir. Sejak 2010, Komunitas mendatangi pesisir-pesisir dan mengajari para pemuda setempat lebih peduli pada pesisir yang rusak akibat pariwisata.

_____

“Gerakan kita sekarang adalah bagaimana memutus mata rantai kerusakan itu,” kata Paox. “Birokrasi sudah tak bisa diandalkan, saatnya akademisi turun lapangan.”

_____

Menurut Paox, kerusakan alam Indonesia sudah sangat memprihatinkan. “Gerakan kita sekarang adalah bagaimana memutus mata rantai kerusakan itu,” katanya. “Birokrasi sudah tak bisa diandalkan, saatnya akademisi turun lapangan.”

Merangkai Stanza Lagu Kebangsaan” adalah kumpulan tulisan Hariadi Kartodihardjo, Guru Besar Fakultas Kehutanan IPB, yang terbit tahun lalu. Sebagai guru besar kebijakan, Hariadi acap menyoroti state capture atau korupsi yang dilegalkan atas nama peraturan. Bersama KPK, ia juga tergabung dalam Gerakan Nasional Penyelamatan Sumber Daya Alam.

Yang mengejutkan dari bedah buku dan diskusi penyelamatan sumber daya alam ini adalah para peserta acara itu, dari mahasiswa, dosen, aktivis, birokrat, hingga lembaga donor, baru mengetahui bahwa lagu Indonesia Raya berisi tiga stanza. Selama ini stanza yang dinyanyikan tiap upacara bendera merah putih atau pembuka kegiatan adalah stanza pertama.

Lagu Indonesia Raya diciptakan Wage Rudolf Supratman dan pertama dinyanyikan pada 28 Oktober 2018. Selama 80 tahun, dua stanza terakhir tak pernah diperdengarkan. Kini simbol negara itu wajib dinyanyikan seluruhnya. “Saya baru sadar ternyata selama ini lagu kebangsaan Indonesia Raya memiliki 3 stanza,” kata Syukran.

Menurut Hariadi, apa yang ia tulis dalam buku itu adalah pengingat bahwa urusan kehutanan tidak boleh dilihat semata problem kehutanan. Sebab, di balik hutan ada konteks sosial, politik, dan kejumudan birokrasi. “Buku itu memberikan pesan bahwa ilmu pengetahuan harus kita pakai untuk masuk ke sana,” kata dia.

Sebagaimana halnya pariwisata yang disampaikan Paox Iben, ia tak sekadar urusan kemakmuran. Dalam pariwisata, ada bentang alam, ada masyarakat. Pendeknya ada urusan sosial. Karena itu dalam paradigma baru pengelolaan hutan lestari, tak hanya ekonomi yang jadi perhatian, tapi juga sosial dan ekologis.

Baiq Nursarah Azwani berkontribusi dalam laporan ini.

Daftarkan alamat email anda untuk berlangganan GRATIS artikel terbaru kami

Bagikan

Komentar

Artikel Lain