Kabar Baru | 02 Agustus 2019

Apa Saja Isi Instruksi Gubernur Jakarta dalam Mengendalikan Polusi

Usia mobil dibatasi maksimum 10 tahun. Ganjil-genap diperluas karena 75 persen polusi Jakarta disumbang asap kendaraan bermotor..

Redaksi

Redaksi

AKHIRNYA, Gubernur Jakarta Anies Baswedan menerbitkan instruksi untuk mengendalikan polusi Ibu Kota. Instruksi Gubernur Nomor 66/2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara ini bisa dibilang terobosan karena kongkret, realistis, dan terukur. Berikut ini isinya:

Pembatasan Usia Mobil

Mulai 2020 tidak ada lagi mobil pribadi maupun angkutan umum yang berusia di atas 10 tahun. Angkutan umum wajib diremajakan pada tahun tersebut. Gubernur Anies meminta para kepala dinas menyiapkan aturan soal tersebut tahun ini. Untuk menunjangnya uji emisi akan diperketat.

Perluasan Ganjil-Genap

Asap kendaaraan bermotor menyumbang 70-75% polusi udara Jakarta. Untuk mencegahnya melalui pembatasan mobil melalui aturan nomor kendaraan ganjil-genap akan diperluas yang mulai disosialisasi pekan depan dan berlaku 1 September 2019. Saat ini sistem ganjil-genap berlaku pada pukul 06.00-10.00 dan pukul 16.00-20.00 di Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan MH Thamrin, Jalan Gatot Subroto, Sudirman, sebagian Jalan Jenderal S Parman dari ujung simpang Jalan Tomang Raya sampai Simpang KS Tubun, Jalan MT Haryono, Jalan HR Rasuna Said, Jalan DI Panjaitan, dan Jalan Ahmad Yani.

Perbandingan emisi karbon sebelum dan sesudah aturan ganjil-genap nomor mobil di Jakarta (Sumber: BPTJ)

Menaikkan Tarif Parkir

Di jalur-jalur yang terlewati angkutan publik tarif parkir akan dinaikkan untuk mendorong penduduk beralih memakai angkutan umum.

Jalan Berbayar

Beberapa ruas jalan akan dikenakan tarif kemacetan (congestion pricing) pada akhir 2019.

BACA: Cara Cina Menurunkan Polusi Beijing

Memperlebar Trotoar

Untuk mendorong masyarakat beralih ke angkutan publik pemerintah akan mempercepat pembangunan dan perluasan trotoar sebagai akses ke angkutan umum di 25 ruas jalan protokol, arteri, dan jalan penghubung ke stasiun publik.

Penertiban Cerobong Pabrik

Dengan cara memperketat izin dan memperketat pengawasan pada industri yang menyemburkan asap.

Mengoptimalkan Penghijauan

Gubernur Anies meminta sekolah, fasilitas kesehatan, dan fasilitas olah raga serta ruang publik lain menanam pohon yang memiliki daya serap tinggi terhadap polutan.

Pohon paling kuat menyerap emisi

Beralih ke Energi Terbarukan

Sekolah, gedung pemerintah, dan sarana publik lain diminta memasang soal panel dan mengalihkan sumber energi dari fosil ke energi terbarukan.

Jika berhasil melaksanakan semua instruksi ini polusi udara Jakarta bisa berkurang. Instruksi ini mirip dengan yang dilakukan pemerintah Beijing ketika menurunkan polusi sejak 1998. Setelah 20 tahun, polusi Ibu Kota Cina ini turun 38% jika diukur dari penurunan polutan PM2,5 dari 89.5 menjadi 38,5 mikrogram per meter kubik—masih lebih tinggi dari batas yang ditetapkan WHO sebesar 25 mikrogram per meter kubik.

Parameter polusi Beijing selama 1998-2017 (Sumber: PBB)

Beda Cina dengan Jakarta pada penegakan hukum, pemindahan industri berat, dan kampanye masif memakai publik figur untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya udara kotor. Hal lain, di Cina tak sekadar membatasi usia kendaraan, melainkan membatasi penjualannya. Mereka yang membeli mobil listrik mendapat subsidi berupa diskon harga.

Daftarkan alamat email anda untuk berlangganan GRATIS artikel terbaru kami

Bagikan

Komentar

Artikel Lain

  • Surat

    Forest Digest Berusia 4 Tahun

    Forest Digest ingin mencoba hadir menjernihkan duduk soal agar kita punya perspektif yang sama dalam memperlakukan lingkungan dan merawat planet ini agar tetap nyaman kita ditinggali. Untuk bumi yang lestari.

  • Laporan Utama

    Cuitan Seribu Burung Kolibri

    Lebih dari satu tahun mereka turun ke jalan menuntut perubahan sistem mengelola sumber daya alam. Terinspirasi oleh Greta Thunberg dari Swedia, mereka menyerukan dunia lebih peduli pada nasib bumi. Tidak hanya rajin berdemonstrasi, para remaja ini juga melobi para pengambil keputusan di pemerintahan dan parlemen. Mereka tidak gentar meskipun sering dicaci dan menjadi sasaran kekerasan fisik maupun virtual. Mengapa anak-anak muda yang hidup di negara rendah polusi lebih cemas dengan masa depan bumi akibat pemanasan global? Laporan dari jantung markas gerakan mereka di Belgia, Swiss, dan Swedia.

  • Kabar Baru

    Sekretariat Bersama untuk Reforma Agraria

    Pemerintah membentuk sekretariat bersama WWF Indonesia untuk memperbaiki dan mempercepat reforma agraria dan perhutanan sosial.

  • Kabar Baru

    Bogor Akan Buka Wisata Hutan Kota Setelah Kebun Raya

    Satu lokasi sedang disiapkan di hutan penelitian Darmaga yang terdapat situ Gede dan perkantoran CIFOR. Potensial menjadi hutan penelitian dan wisata pendidikan karena strukturnya masih lengkap.

  • Surat dari Darmaga

    Cara Menumbuhkan Inovasi di Birokrasi

    Birokrasi kita lambat dalam membuat inovasi karena terjebak pada hal-hal teknis yang dikepung banyak aturan. Perlu terobosan yang kreatif.

  • Surat dari Darmaga

    Satu Menu Ekoturisme

    Membandingkan pengelolaan Taman Nasional Banff di Kanada dengan Taman Nasional Kerinci Seblat di Sumatera. Banyak persamaan, tak sedikit perbedaan.

  • Surat dari Darmaga

    Secangkir Kopi Ekoturisme

    Seperti secangkir kopi yang enak, menggarap ekoturisme butuh proses yang panjang. Dari bahan berkualitas baik hingga barista dan manajer kafe yang cekatan.

  • Kabar Baru

    Perempuan Adat yang Terdesak

    Alih fungsi lahan adat membuat perempuan adat kehilangan pekerjaan berbasis lahan. Akibat kurang perlindungan.

  • Kabar Baru

    Cetak Sawah di Rawa Gambut. Untuk Apa?

    Menanam tanaman pangan di rawa gambut selain tak cocok juga berbahaya bagi lingkungan. Perlu ditimbang ulang.

  • Sudut Pandang

    Problem Sawah di Rawa Gambut

    Memaksakan menanam padi di rawa gambut, selain riskan gagal, pemerintah juga terus-menerus terkena bias beras dalam ketahanan pangan.