Untuk bumi yang lestari

Kabar Baru|10 Oktober 2021

Bagaimana Meksiko Memakai Mural untuk Menyerap Polusi Udara

Mural bisa menyerap polusi udara bahkan membersihkannya. Bagaimana caranya?

DI Meksiko, mural adalah seni yang dihargai. Pemerintah tak mengejar penduduk yang menggambar di tembok. Tapi Meksiko juga kota polutif akibat banyaknya kendaraan bermotor. Para seniman mengawinkan keduanya: membuat mural untuk menyerap polusi udara.

Ide ini terdengar muskil awalnya. Mural adalah lukisan berbahan cat yang produksinya juga menghasilkan emisi. Tapi produksi emisi itu menjadi inovasi yang tak biasa ketika tiga orang seniman—Massimo Bernardoni, Antonio Cianci dan Arun Jayadev—menemukan cara brilian membuat cat yang bisa memurnikan udara. 

Mereka memulai risetnya pada 2013 lalu mendirikan perusahaan rintisan untuk memproduksi “cat pemakan polusi” itu. Namanya Airlite. Para seniman di Meksiko dan Italia memakainya untuk mereduksi polusi udara.

Pada dasarnya Airlite bekerja menetralkan polusi seperti proses oksidasi yang dimungkinkan oleh zat kimia yang disebut titanium dioksida (TiO2) atau titania. Senyawa ini muncul secara alamiah. Biasanya ada di batuan beku. Pada 2016, titania diproduksi sebanyak 9 juta ton secara global untuk bahan baku cat, pewarna makanan, pelindung dari cahaya matahari.

Bagaimana titania bekerja mereduksi polusi? Rupanya secara alamiah titania bereaksi dengan cahaya, alami atau buatan, lalu mengikat unsur polusi dalam udara—nitrogen, sulfur, benzene, formaldehida, dan karbon—sehingga hasil reaksi itu adalah molekul garam. Garam ini yang melindungi bangunan dari sengatan cahaya matahari

Maka selain melindungi bangunan dari kerusakan oleh panas matahari dan polusi, mural juga menyerap panas sehingga mereduksi biaya pemakaian listrik untuk mesin pendingin. Efektivitas Airlite menyerap polusi dan menetralkannya diperkirakan sebesar 89%. Biaya listrik bangunan 100 meter persegi terhemat 29%.

Program lingkungan PBB (UNEP) memasukkan Airlite sebagai empat inovasi tak biasa dalam mencegah krisis iklim. UNEP mengenalkan inovasi dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup 2019 di Cina.

Dalam uji coba di Meksiko, mural seluas 1.000 meter persegi mampu menghisap polusi udara yang disemburkan 60.000 mobil selama setahun.

Salah satu mural—pohon raksasa 35 meter di jalan raya Paseo de la Reforma yang sibuk—diproduksi secara kolektif oleh seniman Spanyol Boa Mistura. Proyek ini didukung oleh produsen alkohol Prancis Pernod Ricard. “Cat bertahan sekitar 10 tahun,” kata Mariana Guzman, juru bicara Absolut in Mexico seperti dikutip The Art Newspaper.

Cat ajaib mural ini juga menjadi solusi peringatan Badan Kesehatan Dunia (WHO) bahwa polusi udara menyebabkan 7 juta kematian setahun atau 800 orang per jam. Di Jakarta, menurut Gerakan Ibu Kota, 5 juta kasus sakit yang berhubungan dengan pencemaran udara.

Gerakan Ibu Kota menggugat pemerintah daerah hingga pusat karena gagal mengendalikan polusi udara. Hanya pemerintah Jakarta yang menerima putusan itu sementara pemerintah pusat naik banding.

Kabar dari Meksiko ini bisa menjadi referensi bagi pemerintah Jakarta. Ketimbang menangkapi para pemural, akan lebih baik jika pemerintah mengajak mereka menggambar gedung-gedung dan tembok untuk mengurangi polusi sebagai bagian dari pelaksanaan putusan hakim Jakarta Pusat itu.

BERSAMA MELESTARIKAN BUMI

Ketika informasi makin marak, peristiwa-peristiwa tak lagi berjarak, jurnalisme kian penting untuk memberikan perspektif dan mendudukkan soal-soal. Forest Digest memproduksi berita dan analisis untuk memberikan perspektif di balik berita-berita tentang hutan dan lingkungan secara umum.

Redaksi bekerja secara voluntari karena sebagian besar adalah mahasiswa dan alumni Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University yang bekerja di banyak profesi. Dengan visi "untuk bumi yang lestari" kami ingin mendorong pengelolaan hutan dan lingkungan yang adil dan berkelanjutan.

Dukung kami mewujudkan visi dan misi itu dengan berdonasi atau berlangganan melalui deposit Rp 50.000.


Redaksi

Bagikan

Komentar

Artikel Lain