Laporan Utama

Asal Usul Slogan ASIK

Juli-September 2018

 Slogan ASIK yang menjadi jargon mahasiswa Fahutan mulai dikenalkan pada awal 1980. Muncul secara spontan.

Robi Deslia Waldi

Bekerja di Fakultas Kehutanan IPB

WAKTU itu September 1980. Mahasiswa Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor sedang menggojlok mahasiswa baru angkatan 16. Ketika acara pembekalan di lapangan di depan Ruang Sidang Sylva, tiba-tiba Iman Tawakal loncat ke depan barisan lalu berteriak, "Fahutan, ASIK."

Iman adalah panitia masa orientasi mahasiswa (OSMA) dari angkatan 15 (tahun masuk 1978). Dalam semua acara orientasi itu, Iman selalu meminta para mahasiswa baru menjawab “Asik” tiap kali ia berteriak “Fahutan”. Ia bertanya apakah ada yang tahu arti slogan Fahutan ASIK itu.

Tak ada mahasiswa baru yang berani menjawab pertanyaan itu. Hingga setahun kemudian, tak ada yang tahu akronim dan maksudnya. Slogan ASIK masih merujuk pada "asyik". "Saat orientasi angkatan 16 memang masih jadi ekspresi emosional saja bahwa Fahutan itu tempat yang 'asyik'," kata Iman, bulan lalu.

Pada masa orientasi angkatan berikutnya, yaitu angkatan 17, Iman baru menjelaskan akronim dari kata "ASIK" itu. Dibantu Untung S. Andriyanto, mahasiswa angkatan 16 yang sudah menjadi panitia, maju ke panggung di Ruang Sidang Sylva untuk menuliskan akronim slogan itu. “Saya tulis memakai kapur di papan tulis,” kata Untung, seperti dalam suratnya kepada Forest Digest.

Untung menulis A = Agamis, S = Spontan, I = Intelektual, dan K = Kreatif. Demikianlah awal mula slogan ASIK mulai terkenal di kalangan mahasiswa Fahutan. Slogan itu selalu bergemuruh tiap kali OSMA dan dalam pertemuan-pertemuan besar mahasiswa Fahutan.

Iman Tawakal

Belakangan kata “S” berubah menjadi “Sportif”. Untung tidak tahu mulai kapan perubahan Spontan menjadi Sportif karena terjadi beberapa tahun setelah slogan itu dikenalkan. “Entah siapa yang mengubahnya,” kata dia. Agar kata Spontan tidak hilang, ia mengusulkan dipertahankan dengan tambahan Sportif.

Maka, dalam usul Untung, ASIK menjadi ASSIK, dengan dua S. “Soalnya spontan itu ciri khas rimbawan,” kata dia. Selama bertahun-tahun mahasiswa Fahutan acap spontan menelurkan ide-ide konyol dan gila dalam setiap acara yang menunjang pada sifat Kreatif. Agaknya, usul Untung ini kurang bersambut. ASIK dengan satu S menjadi abadi hingga hari ini dengan S yang berarti Sportif.

Agar slogan ASIK itu abadi, Untung mengabadikannya dalam sebuah lagu yang ia buat tahun 2011 dengan teks sebagai berikut:

Mars Gemuruh

Enam belas bergemuruh di Fahutan IPB
Wajah ceria kompak selalu
Jalin silaturahmi
Generasi muda-mudi yang berpengaruh
Kita bersatu padu
Demi kejayaan Indonesia Raya

Reff:

Aceh, Pipiet, Gayung, Asiong
Dowong, Muso, Kopral, Kumincir
Monyet, Odum beserta Minah
Itulah contohnya Laskar Gemuruh 

Enam belas plus dan minus
Agamis, Spontanitas, Intelektual, Kratif
ASIK kalau disingkat
Asal dari budayanya di Nusantara
Tempat menuntut ilmu
Darmaga berhimpun dan berbagi rasa
Sampai di akhir zaman
Diwariskan sampai ke tujuh turunan

Fahutan-ASIK
ASIK-Fahutan

Dari mana Iman Tawakal mendapat ide menyusun slogan itu. “Spontan saja, tak ada diskusi sebelumnya dengan panitia lain,” katanya. “Juga tak ada arti yang spesifik, hanya merujuk pada ‘asyik’ karena mahasiswa Fahutan itu macho, sangar, gondrong, tapi sentimental.” 

Sebetulnya spontanitas itu juga berasal dari bawah sadar karena ospek yang keras dan herosime dalam lagu-lagu rimbawan. “Mars Rimbawan itu intinya menggalang kekompakan, membangkitkan kegembiraan, dan militansi tapi tak menakutkan bagi mahasiswa fakultas lain,” kata Iman.

Untung S. Andriyanto

Demikianlah slogan ASIK kemudian abadi dalam setiap acara masa orientasi dan acara lain. Cahyo Wibowo dari angkatan 17, yang kini menjadi dosen di Fakultas Kehutanan, mengatakan sewaktu ia menjalani orientasi tahun 1981, ASIK sudah menjadi “trade mark” Fahutan.

Setiap kali ada yang berteriak “Fahutan”, kata Cahyo, semua yang mendengarnya akan menjawab “ASIK”. Waktu itu para mahasiswa baru yang diminta menerikkan “ASIK” tiap mendengar kata “Fahutan” sesungguhnya belum mengerti maknanya.

Sejak itu, “Fahutan-ASIK, ASIK-Fahutan” menjadi yel-yel semua mahasiswa dan alumni Fakultas Kehutanan IPB. “ASIK adalah ‘empat sila’ mahasiswa Fahutan,” kata Cahyo.

Bagikan

Komentar

Artikel Lain