Untuk bumi yang lestari

Kabar Baru| 03 Maret 2022

Beda Macan Tutul dan Macan Kumbang

Macan kumbang dan macan tutul. Apakah keduanya sama?

SEEKOR anak macan kumbang berkelamin tertangkap kamera di area operasi Star Energy, perusahaan energi panas bumi di Taman Nasional Gunung Halimun-Salak pada 27 Februari 2022. Nama macan kumbang jarang dipakai karena secara ilmiah acap disebut macan tutul Jawa (Panthera pardus melas). Apa beda macan tutul dan macan kumbang?

Pada dasarnya macan kumbang satu spesies dengan macan tutul Jawa, meskipun ciri-ciri fisik keduanya acap terlihat berbeda. Macan kumbang secara kasat mata berwarna hitam legam, sementara macan tutul memiliki totol-totol hitam pada tubuhnya yang oranye.

Menurut Misbah Satria Giri, pengendali ekosistem hutan Taman Nasional Gunung Halimun-Salak, macan kumbang yang hitam sebetulnya memiliki totol-totol juga jika diamati dari dekat. Sebaliknya, warna hitam macan kumbang tak sepenuhnya berwarna hitam. “Warna hitam itu akibat alel resesif dari gen melastik yang dimilikinya,” kata Giri.

Alel adalah gen yang terletak di anggota badan. Sehingga alel resesif adalah gen yang ditutupi oleh gen yang dominan. Maka pada macan kumbang berwarna hitam, alel resesifnya tertutup oleh gen dominan kucing besar ini. “Jadi macan kumbang, ya, macan tutul juga,” kata Giri.

Warna hitam mengkilap dan oranye kumbang macan tutul membuatnya bisa beradaptasi ketika berburu mangsa di hutan yang gelap. Macan tutul aktif berburu ketika malam.

Macan tutul Jawa adalah kucing besar genus Panthera yang masih tersisa di pulau Jawa. Populasinya berada di pegunungan Jawa, terutama di Jawa Barat. Gunung Gede Pangrango dan Gunung Halimun-Salak menjadi habitat endemik macan tutul Jawa.

Di seluruh Jawa populasi macan tutul diperkirakan sebanyak 320 individu. Dari survei 2021, jumlah macan tutul atau macan kumbang di Gunung Halimun-Salak sekitar 45-50 ekor.

Macan kumbang yang muncul di area operasi Star Energy merupakan anak betina yang diperkirakan berusia satu tahun. Septi Dewi Cahaya, veteriner di TNGHS, mengatakan bahwa macan kumbang di area operasi Star Energy diperkirakan sebanyak 11 individu, 6 jantan dan 5 betina.

Area operasi Star Energy, dulu dimiliki Chevron dan kini diakusisi Barito Pacific, terbentang seluas 10.000 hektare. Dari luas ini 3% terpakai untuk infrastruktur mengalirkan panas bumi untuk jalur listrik Jawa-Bali sebanyak 377 megawatt. 

Sejak 2007, macan tutul Jawa atau macan kumbang masuk ke dalam kategori satwa langka yang hampir punah sehingga masuk hewan yang dilindungi. Perburuan dan kehilangan habitat menjadi pemicu kepunahan predator ini.

BERSAMA MELESTARIKAN BUMI

Ketika informasi makin marak, peristiwa-peristiwa tak lagi berjarak, jurnalisme kian penting untuk memberikan perspektif dan mendudukkan soal-soal. Forest Digest memproduksi berita dan analisis untuk memberikan perspektif di balik berita-berita tentang hutan dan lingkungan secara umum.

Redaksi bekerja secara voluntari karena sebagian besar adalah mahasiswa dan alumni Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University yang bekerja di banyak profesi. Dengan visi "untuk bumi yang lestari" kami ingin mendorong pengelolaan hutan dan lingkungan yang adil dan berkelanjutan.

Dukung kami mewujudkan visi dan misi itu dengan berdonasi atau berlangganan melalui deposit Rp 50.000.




Redaksi

Bagikan

Komentar



Artikel Lain