Fotografi | April-Juni 2018

Momen

Menangkap emosi pada wajah manusia, juga satwa, acap kali hanya terjadi dalam hitungan detik

Mahalia Sagaf

Penyuka fotografi

WAJAH adalah ekspresi mahluk hidup. Pada wajah kita mengenali segala emosi: senang, sedih, gembira, berbahagia. Tapi pada wajah pula manusia bisa menutupi segala duka. Menangkap emosi pada wajah manusia, juga satwa, acap kali hanya terjadi dalam hitungan detik. Momen yang langkah itulah yang menentukan apakah sebuah protret bercerita tentang manusia yang menjadi objeknya. Memotret mereka untuk mendapatkan ekspresi yang jujur dan menangkap cerita di balik raut itu, sekaligus profil dan identitasnya, sering kali jadi momen yang tak berulang dalam waktu yang sangat sempit. 

Tip memotret ekspresi:

- Objek foto tidak mengetahui kapan kita memencet shutter, bisa dilakukan secara candid, bisa juga objek foto tidak mengetahui sama sekali kita memotretnya. Hindari meminta objek foto untuk berpose, sudah pasti hasilnya tidak natural.

20180908103139.jpg

- Gunakan lensa dengan bukaan/arperture besar untuk mendapatkan fokus objek yang clear dan menciptakan foreground sehingga menimbulkan kesan dramatis. Di samping itu juga lensa bukaan lebar juga membantu mempertajam perbedaan exposure objek dengan exposure sekitarnya, sehingga dapat berfungsi seolah-olah memberi efek cahaya alami. Lensa bukaan lebar juga membantu fotografer leluasa bermain dengan kecepatan tinggi untuk meng-capture momen, dan membantu mentoleransi kondisi sekitar apabila terpaksa harus low light. Lensa rekomendasi : 50mm f/1.4, 85mm f/1.2, 17-55mm f/2.8

20180908103215.jpg

- Lensa tele juga dapat digunakan dalam fotografi portret, terutama apabila objeknya berjarak cukup jauh. Tetapi tetap dalam jarak bukaan arperture besar. Lensa tele yang biasa digunakan: 80-200mm f/2.8, 70-200mm f/2.8

- Sedangkan lensa wide tidak diharamkan untuk dipakai dalam fotografi portret, hanya saja akan menghasilkan mood foto yang berbeda karena background akan lebih banyak masuk ke dalam frame ketika menggunakan lensa wide, sehingga sebagian fotografer menganggap ada distorsi objek utamanya. Namun kembali lagi, fotografi adalah sebuah selera, sah-sah saja menggunakan lensa wide untuk fotografi portret.
- Pasang speed tinggi, gunanya mengantisipasi pergerakan objek dan untuk menciptakan detail yang jelas dari objek itu sendiri.

20180908103319.jpg

- Jangan lupa untuk menggunakan tripod karena harus lama bersabar mengcapture serentetan momen untuk mendapatkan yang terbaik. Dengan demikian dipastikan tidak ada shaking dan steady dalam memotret.

Selamat mencoba!

Daftarkan alamat email anda untuk berlangganan GRATIS artikel terbaru kami

Bagikan

Komentar

Artikel Lain