Untuk bumi yang lestari

Kabar Baru| 22 Maret 2023

Keanekaragaman Hayati Hutan Bodogol

Hutan Bodogol menyimpan keanekaraaman hayati flora dan fauna yang tinggi.

Hutan Bodogol di Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango (Foto: Asep Sadili)

HUTAN di Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango (TNGGP) di Jawa termasuk ke dalam kawasan hutan pegunungan bawah (sub-montane) atau hutan pamah. Sejak ditemukan pertama oleh Carl Pehr Thunberg (1743-1828) yang dituangkan dalam Florula Javanica 1825, hutan pamah ini tergolong hutan alam dengan keanekaragaman hayati tinggi.

Lokasinya di Kampung Bodogol, yang masuk ke dalam wilayah Kabupaten Sukabumi, di ketinggian 800 meter dari permukaan laut. Bodogol adala kata Sunda untuk bonggol, sejenis pisang (Musaceae). Dulu, di area ini banyak pohon pisang. Masyarakat terdekat mengambil bonggolnya dan pisang muda untuk bahan pangan.

Selain masuk wilayah Sukabumi, hutan Bodogol juga masuk Cianjur dan Bogor. Area tiga kabupaten ini mengelilingi TNGGP setinggi 3.000 meter dari permukaan laut. UNESCO menetapkannya sebagai cagar biosfer Cibodas pada 1977 seluas 24.270,8 hektare.

Berdasarkan fungsinya, TNGGP merupakan kawasan konservasi flora dan fauna Jawa yang tersisa. Menurut Steenis (1972; 2006) serta Kartawinata & Sudarmonowati (2022), flora di taman nasional ini belum diketahui seluruhnya, termasuk di lanskap hutan pamah alami Bodogol.

Dengan ketinggian 600-1.000 mdpl, hutan pamah Bodogol menjadi wilayah persebaran suku Diterocarpaceae Jawa atau kruing Jawa yang berstatus rentan dan terancam punah berdasarkan status Red List IUCN. Menurut Ismail dkk. (2000);  Helmi dkk (2009); Junaedi dkk., (2020) jenis-jenis kruing di sini antara lain Anisoptera costata, Vatica sp., Dipetrocarpus hasseltii, Dipterocarpus retusus, dan Dipterocarpus gracilis.

Struktur dan komposisi  flora  secara kuantitatif dan lengkap di hutan pamah alami Bodogol telah diteliti Helmi dkk. (2009). Menurut penelitian mereka, dalam petak satu hektare terdapat pohon berdiameter lebih dari 10 setnimeter sebanyak 70 jenis dari 30 suku, dengan kerapatan 350 pohon per hektare.

Hutan pamah Bodogol bagian atas umumnya mengandung banyak jenis dari marga Castanopsis dan Lithocarpus (Fagaceae). Sepuluh suku tanaman terbesar berdasarkan jumlah jenis adalah Euphorbiaceae (8 spesies), Melastomataceae (6), Meliaceae (6), Moraceae (6), Rubiaceae (5), Rutaceae (4), Theaceae (4.), Araliaceae (3), Lauraceae (3) dan Myrtaceae (3).

Pohon jenis suku Euphorbiaceae yang melimpah di antaranya Macaranga rhizinoides, Macaranga semiglobosa, Macaranga triloba dan Mallotus paniculatus. Suku Euphorbiaceae ini mengisi rumpang hutan primer hutan alam Bodogol. Karena itu gangguan alami hutan Bodogol tumbangnya pohon-pohon besar yang mengancam anakan pohon di sekelilingnya.

Selain flora, hutan alam Badogol juga memiliki keragaman hayati fauna tinggi. Di hutan pamah ini terdapat macan tutul Jawa (Panthera pardus melas), elang Jawa (Spizaetus bartelsi), dan owa Jawa (Hylobates moloch).

Dengan keanekaragaman hayati yang tinggi itu, hutan Bodogol menjadi hutan pamah alami yang tersisa di Jawa Barat, bahkan di Jawa. 

Ikuti perkembangan terbaru tentang hutan konservasi di tautan ini

BERSAMA MELESTARIKAN BUMI

Ketika informasi makin marak, peristiwa-peristiwa tak lagi berjarak, jurnalisme kian penting untuk memberikan perspektif dan mendudukkan soal-soal. Forest Digest memproduksi berita dan analisis untuk memberikan perspektif di balik berita-berita tentang hutan dan lingkungan secara umum.

Redaksi bekerja secara voluntari karena sebagian besar adalah mahasiswa dan alumni Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University yang bekerja di banyak profesi. Dengan visi "untuk bumi yang lestari" kami ingin mendorong pengelolaan hutan dan lingkungan yang adil dan berkelanjutan.

Dukung kami mewujudkan visi dan misi itu dengan berdonasi atau berlangganan melalui deposit Rp 50.000.




Pusat riset ekologi dan etnobiologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Staf Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Staf Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Topik :

Translated by  

Bagikan

Komentar



Artikel Lain